
di tokoh bunga bernama Amer's Shop terdapat sosok wanita cantik berkulit putih dengan rambut hitam legam terurai panjang,mata coklat tersebut menatap dengan sayu bunga di hadapannya,bibirnya tersenyum tipis.
seorang anak kecil berusia 4 tahun mendatangi wanita itu "mama,azka pulang!!"
wanita tersebut menoleh dengan senyum cerah lalu memeluk anak lelakinya tersebut,wanita yang tidak lain adalah Naila dan anaknya yang bernama Azka,setelah menghilang bertahun-tahun lamanya menghindari sosok Daniel.
"Azka tadi di jemput paman Nero" mendengar itu Naila menoleh kearah pria di belakang Azka.
"terima kasih"
"sama-sama darling,dia adalah anakku sudah sewajibnya aku melakukannya " ucap Nero dengan mata tulus menatap Naila dan Azka.
melihat kebaikkan Nero ia jadi teringat dulu ketika Nero membantunya keluar dari sangkar Daniel dengan menyuruh ia menahan nafasnya sampai selesai melewati Daniel. benar-benar konyol tapi dia bahagia karena terbebas dari pria kotor yang ingin membunuh bayinya sendiri.
"ayo kita makan siang" Naila berbicara dengan semangat,ia pun menggandeng tangan Azka dan Nero mengikuti mereka dari belakang.
"Kalian boleh request makanan yang kalian inginkan,aku akan membuatnya" Naila tersenyum menunjukkan giginya.
"aku ingin makan cintamu bagaimana?" ucap Nero dengan nada genit.
"ack! tuan Nero sebaiknya kau cari dory"
"heii,itu nemo!"
Naila tertawa mendengarnya. Naila mengambil clemek biru bergambar hello kittynya lalu mengikat rambutnya.
"Azka ingin apa nak?"
"azka ingin puding mangga mam"
"baiklah anak mama sayang,tunggu sebentar ya" Naila membuka kulkas di dekat dapurnya lalu mengambil bahan-bahan membuat puding mangga.
Nero yang melihat itu pun menghampiri Naila,sejak dulu ia tidak bisa melihat Naila kesusahan. dengan cepat Nero mengambil bahan di sebelah Naila lalu mengambil bagian untuk merebus.
Nero hanya diam,ia menahan rasa yang mengebu-ngebu di hatinya,mimik wajahnya tidak bisa menipu dirinya.
"nero kenapa wajahmu merah?"
"t-tidak apa-apa,cepat pudingnya sudah di tunggu Azka" Nero dengan cepat melesat pergi ke meja makan di depan dapur dan bergabung dengan Azka.
selang 20 menit puding yang Azka tunggu-tunggu pun jadi,Naila menghampiri mereka di meja makan dengan puding di nampan yang dia bawah.
"yeyyy jadiii" teriak Azka dengan girangnya.
"saatnya makan~"
Naila meletakkan puding tersebut di meja makan,Azka dengan tidak sabarnya mengambil puding tersebut lalu memakannya lahap.
"Azka makan yang benar sayang"Nero mengusap sisa puding di ujung bibir azka.
tanpa sadar mereka sekarang terlihat seperti keluarga bahagia,tanpa hadirnya sosok menyeramkan bernama Daniel di samping mereka,tanpa uang mereka bahagia dengan kesederhanaan.
sedangkan di sisi lain,orang yang paling Naila hindari yaitu Daniel hidupnya jungkir balik saat Naila pergi dari hidupnya,ia menjadi pria workaholic yang gila kerja,penampilannya berubah derastis,rambut yang memanjang dan tubuh kurus.
Daniel stress setelah kematian Naila,ia juga bergantung obat-obatan dari psikolog karena ia mulai di rehabilitas untuk mentalnya.
Daniel sangat berharap Naila kembali kepadanya dan memberikan senyum manisnya,dia akan bersujud di depan wanita itu jika perlu,agar wanita itu mau memaafkannya. tapi sayangnya itu tidak mungkin karena Nailanya telah kembali ke sisi tuhan yang paling ia sayang.
Daniel terus menatap foto Naila yang ada di tangannya,ia menyesal. Daniel mencium foto tersebut dengan tulus dan penuh rindu,tanpa sadar air matanya turun,ia benar-benar merindukan Naila.
---
dikit dulu ya,hayo readers di restuin ga naila ama daniel lagi?