
Sesampainya mereka dirumah, olivia masih mendengarkan ceramah dee yg berkepanjangan. Semenjak mereka masuk mobil, diperjalanaan sampai dirumah. Benar-benar mengetuk jiwa ibu-ibu dee yg terpendam. Dia benar-benar tidak menyangka alex akan berada disini juga, bahkan ada disaat mereka sedang makan. Hal ini membuat dee curiga, apalagi saat dijalan tadi dee menerima pesan berisi tentang foto olivia saat alex mengelus rambutnya. Posisi pengambilan fotonya sangat bagus, terlihat seakan-akan mereka sedang bermesraan.
"KURANG AJAR!!!!" Olivia yg berada disebelah dee terkejut karna teriakan sahabatnya itu.
"Lu apaan sih, kaget tau nggak!!" olivia mulai ikut mengomel karna kaget.
"Hehe maafin aunty ya sayang." dee malah mengelus perut oliv dibanding menenangkan sahabatnya.
"Yg kaget kayaknya gua, ngapain sih malah nenangin anak gua!! Ibunya dulu yg ditenangin. Gimana sih!!" olivia semakin mengomel yg disusul cengiran dee.
Sebenarnya dee begitu agar olivia tidak curiga dengannya, kenapa dia sampai terkejut karna mendapat pesan tadi.
Lalu tiba-tiba olivia berlari ke arah kamar mandi.
"HUEEEEK!!!!"
"Liv, lu nggak papa ?" dee menyusul olivia ke kamar mandi, memastikan bahwa oliv baik-baik saja.
"Nggak papa, cuma mual aja. Gua mandi dulu deh." olivia menutup pintu kamar mandi. Dee hanya termenung memandangi pintu yg tertutup tadi. Karna merasa aneh dengan sikap sahabatnya.
Selesai dengan ritual mandinya, oliv duduk disebelah dee.
"Mmm... dee... g-gua boleh minta tolong nggak ?" gerakan oliv mendekat dengan nada manja.
"Minta tolong apa ? Perasaan gua nggak enak." dee memegang dadanya.
"Ituuu, jadi sebenernya....." olivia malu-malu melanjutkan perkataannya.
"Apa sih buruan!!!" dee mulai tidak nyaman dengan nada dan sikap manja oliv.
"Hehehe... Jadi, anak gua tuh kangen papinya." dee menoleh ke arah oliv memastikan sahabatnya itu mengatakan dalam kondisi sadar. Karna baru 2 minggu ini dia sendiri yg memutuskan untuk menjauhi juna, sekarang kangen.
"Kangen ? Anak lu ? Apa maminya ?" dee mencibir olivia.
"Ya.... dua-duanya sih hehehe." oliv menggaruk kepalanya yg tidak gatal itu.
"Terus???? Lu mau ngapain ?" jawab dee jutek sambil memeluk bantal sofa.
"G-Gua tuuh sebenernya..... kangen baunya juna... Huaaaa" tiba-tiba suasana hati oliv berubah membuat dee kaget karna sahabatnya itu menangis.
"Oke... okee... nggak pake nangis bisa kan ? Mau parfum kayak punya juna ?" dee mulai bernegosiasi dengan oliv.
"Gua... maunya baju juna yg udah dia pake dee." oliv menundukkan kepalanya sambil malu-malu.
"Oh Tuhaaan.... Kenapa ngidam itu nyata ngrepotinnya ? Heran gua." dee tepok jidat.
"Hehehe.. anak gua yg mau." oliv mengelus perutnya.
"Harusnya juna nih yg repot, kalian buruan baikan gih." oliv mendengar kata-kata dee langsung merubah moodnya jadi sendu kembali.
"Iya.. ya harusnya emang gitu.. Tapi, kayaknya nggak mungkin." dee yg melihat sahabatnya itu kembali sendu langsung menepuk bahunya.
"Tenang ponakan aunty, baju papi pasti bisa aunty dapetin ya sayang." dee membisikkan didepan perut olivia.
"Iyaa aunty ditunggu yaaa.." oliv menirukan nada bicara khan anak kecil yg manja. Disambut tawa dee dan oliv karna tingkah mereka sendiri.
*******************
Juna membanting gelas yg sedang dipegangnya. Bobby yg melihat sikap juna itu tahu apa yg sedang terjadi dengan sahabatnya itu.
"Lu kenapa sih ?" bobby menepuk pundak juna, lalu duduk disebelahnya.
"Coba lu cek kebenaran foto ini bang. Ini nggak bisa dibiarin!!!!." juna mulai emosi.
"Mana gua lihat." bobby menerima ponsel juna lalu melihat foto yg sudah sejak tadi dia terima. Karna semenjak telfon dee tadi, orang utusan bobby sudah mengamati gerak - gerik alex.
"Gua nggak nyangka olivia pergi ninggalin gua buat sama alex!!! Dia lagi ngandung anak gua bang, ini nggak bisa dibiarin." juna menggebrak meja, yg membuat orang disekitarnya langsung menoleh. Karna posisi mereka sekarang sedang di bar dekat basecamp mereka.
"Lu tenang dulu aja. Yakin banget olivia bakalan ngelakuin kayak gitu." bobby menenangkan juna sambil merangkul pundaknya.
"Gua tahu."
"Lu tau dimana oliv sekarang ?" juna langsung menoleh sambil menarik kerah baju bobby.
"Turunin tangan lu!!" perintah bobby.
"Buat sekarang lu selesein masalah yg ada aja dulu, urusan olivia biar gua yg urus." tiba-tiba ada panggilan masuk, bobby meninggalkan juna yg masih menjambak rambutnya frustasi.
Bobby menjauh dari juna dan keramaian dengan masuk kedalam mobilnya. Dia merasa berbicara diluar sangat tidak aman.
"Halo, ada apa"
"Kak, gua mau minta tolong"
"Minta tolong apa ?"
"Mmmm... ini agak merepotkan tapi harus dilakuin."
"Langsung aja, mau minta tolong apa ?"
"Kalian baik-baik aja kan ?" lanjut bobby.
"Kita baik kak, cuma oliv tuh punya permintaan agak aneh sih."
"Permintaan apa ?"
"Oliv minta baju yg udah dipake kak juna."
"HAH??!?! Permintaan macem apa itu"
"Heh uncle itu permintaan keponakan lu."
"Hahaha.. gila keponakan gua satu ini bener-bener rese." Bobby tertawa bahagia mendengar permintaan olivia ini, merasa jiwa jahil keponakannya ini sudah terpupuk sejak dalam kandungan.
"Baiklah, nanti gua usahain."
"Kak, inget ya YG UDAH DIPAKE SAMA KAK JUNA, YG ADA KERINGET-KERINGET KAYAKNYA LEBIH BAIK." dee menekan setiap kata-kata pesannya itu tapi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Okeee bos, nanti diusahakan ya." Bobby tidak kalah geli mendengar kalimat dee tadi.
Ya, dee dan bobby memang bekerjasama dalam hal ini, Dan semua fasilitas yg dipakai olivia dan dee di Bali selama ini memang properti milik bobby. Dia sengaja menyiapkan semua itu untuk menghilangkan jejak olivia dari pengawasan gadis dan alex. Karna setelah tau tentang keputusan yg diambil oleh oliva, bobby tidak bisa merubahnya. Selain membantunya secara diam-diam. Hal ini pun tidak diketahui oleh juna dan olivia sendiri. Bahkan gadis dan alex juga tidak mengetahui bahwa bobby ada dibalik menghilangnya jejak olivia.
Tapi karna malam ini tiba-tiba alex muncul, bobby mulai merubah rencana bersama dee. Untuk melindungi anak juna dan oliv. Mungkin setelah ini akan banyak hal yg terjadi pada olivia. Masalah vila yg ditempatinya juga tidak akan lama lagi akan diketahui. Perlindungan untuk olivia dan dee juga harus diperketat.
Beruntung dee selalu memberi kabar terbaru tentang kondisi olivia. Bahkan untuk masalah ngidam ini pun dee dan bobby lah manusia tersibuk.
"Jun, mau main basket nggak malem ini ?" Bobby kembali kedalam bar dan mengajak juna berolahraga. Bukan tanpa alasan bobby mengajaknya.
"Nggah ah bang, males banget gua."
"Biar lu nggak stress banget, itung-itung cari keringat lah." bobby masih mencoba membujuk.
"........"
"Ayolaaaah." bobby menarik juna agar segera bangkit dari duduknya.
"Apaan sih bang." Tapi juna menurut saja kemana bobby pergi.
"Demi anak lu nih, dasar bocah tengil rese banget suruh uncle ngurusin keringet papinya.. Hahaha" batin bobby sambil tersenyum.
"Lu kenapa bang senyum-senyum, mulai gila lu ya." juna mengejek bobby yg ketahuan tersenyum tanpa sebab.
"Udah lu jangan bawel, buruan."
********************