
Pagi ini sangat cerah, secerah pemandangan 2 insan yg tidur sambil saling memeluk. Masalah salah paham beberapa waktu belakangan ini telah terbuka. Mereka semakin mesra, karna juna tidur sambil memeluk olivia dan mencium keningnya. Jangan ditanya lagi kondisi semalam yg sangat panas, mereka malakukan dengan sadar dan perasaan yg berbalas.
"Morning baby." juna mengelus rambut olivia.
"Pagi sayang" sambil semakin mengeratkan pelukannya ke juna, olivia semakin manja. Tapi juna sangat menyukainya. Membalas pelukan itu dengan sayang.
"Hari ini kamu mau pergi kemana ?" juna hari ini khusus akan menuruti semua permintaan oliv.
"Di apartemen aja, selama sama kamu. Aku udah senang." Jawaban olivia ini membuat juna tersenyum bahagia. Bahkan sesederhana ini bahagia. Bersama orang yg disayang, walaupun tidak melakukan apa-apa.
"Apa kita sudah resmi bersama ?" tanya juna.
"Kakak pengen kita bagaimana ? Aku nggak mau ya karna ada hubungan denganku, karir kakak terganggu." jelas oliv panjang lebar.
"Sayang, meskipun terganggu cepat atau lambat aku akan tetap tergeser dengan yg baru. Kalo itu terjadi, apa kamu masih mau bersamaku ?" ada nada kekhawatiran disetiap kata-kata juna.
"I love you, sayang." olivia mengelus pipi juna sayang dan mencium bibirnya singkat. Hanya dengan kata-kata sederhana ini membuat juna merasa dicintai. Berbeda dengan rasa dicintai oleh fans.
"I love you too, baby."
"Karna hari ini kita cuma mau seharian di apartemen. Berarti kita harus melanjutkan kegiatan panas kita." muka mesum juna terpampang jelas didepan oliv, karna sekarang juna sudah mulai menciumi leher olivia.
"Kamu emang mesum kak, ini masih pagi. Ah..." sambil mendesah olivia masih sempat sedikit mengomel.
"Tapi kamu suka kan ?" juna semakin bersemangat.
"Ya su...ka sih." olivia malu-malu menjawabnya. Ketika juna mau melanjutkan. Tiba - tiba bel berbunyi. Juna buru-buru mamakai bajunya lalu keluar. Olivia tetap ditempat tidur semakin menaikan selimutnya dan ketiduran.
Juna kembali dengan wajah berseri. Melihat olivia yg ternyata ketiduran langsung mengelus rambutnya dan memakaikan cincin dijari manis tangan kirinya. Sebuah cincin polos berwarna silver yg ditengahnya ada garis memutari dan membentuk satu huruf inisial nama juna dan olivia. Lalu mencium sayang punggung tangannya, lanjut ke kening, mata, pipi, dan bibir olivia. Hanya ciuman singkat.
*****************
Olivia bangun disore hari, lalu mendapati juna yg tidak ada disebelahnya. Ternyata siang hari juna keluar dari apartemen meninggalkan olivia setelah melakukan panggilan telfon. Tiba-tiba ponsel olivia mendapatkan pesan masuk.
From : Juna's
Sayang, udah bangun ?
Maaf tadi nggak bangunin kamu dulu sebelum pergi. Siap-siap ya nanti malem ada yg jemput kamu. Jangan lupa dandan yg cantik.
(Nb. Coba kamu cek kotak disofa dan tangan kamu)
Love you so, baby.
See you..
Olivia membaca pesan juna sambil tersipu. Sejak kapan juga nama juna dikontaknya berubah. Olivia lalu berjalan menuju sofanya, dan benar ada kotak. Diatasnya ada kertas berisi pesan.
Menyadari dia belum mengecek jarinya, olivia melihat sebuah cincin melingkar dijari manis kirinya. Cincin yg sangat sederhana, tapi ada makna didalamnya. Sangat cantik. Olivia memikirkan kapan juna mempersiapkan ini semua. Bahkan mereka baru saja berbaikan kemarin. Lalu, olivia mencoba gaun yg diberikan juna. Sangat cocok dan pas dibadan olivia, warna pink pastel yg lembut serasi dengan kulit putih oliv. Menyadari sudah terlalu lama dia melamun memikirkan ini semua, oliv akhirnya bersiap\-siap.
Malam ini olivia hanya menggunakan dandanan simpel, dengan ujung rambutnya yg di blow. Olivia duduk disofa menunggu orang suruhan juna yg menjemputnya, dia memandangi cincin yg dipakainya. Merasa sangat berbunga\-bunga. Bagaimana bisa dia bisa bersama juna, orang yg tidak pernah terbesit perasaan apapun. Lama berselang ada telfon dari resepsionis mengabarkan bahwa ada yg menjemput olivia dibawah.
Olivia malam ini diperlakukan layaknya seorang putri. Ini semua tidak pernah ada didalam angannya. Saat sampai dilokasi, tiba\-tiba olivia diberikan penutup mata oleh seorang gadis dengan seragam berwarna hitam. Baru saja turun dari mobil, olivia diberi kode untuk memakai penutup mata itu, jalan pun dituntun oleh gadis tadi. Lama berjalan dengan pelan dan hati\-hati oliv mencium aroma bunga disekitarnya tapi sangat sunyi. Dia sangat penasaran, dengan jantung yg deg\-degan akhirnya penutup matanya dibuka.
Pemandangan pertama yg olivia lihat adalah taburan bunga mawar dijalan setapak berserta lilin kecil, disebelahnya ada kolam renang yg sudah di hias. Juna sudah berada didepannya, memberikan seikat bunga lily. Saat juna menepuk tangannya dua kali, lampu disekitar mereka padam. Seketika lilin yg berada di kolam renang menyala dengan membentuk tulisan "Be mine ?". Olivia sangat terkejut hingga menitikan air mata. Tidak menyangka juna akan secara spesial menyiapkan ini semua untuknya.
" Gimana ?" Olivia masih diam sambil menutup mulutnya tidak percaya sambil tersedu.
" Olivia, be mine ?" Juna melanjutkan kata-katanya, sambil menggenggam tangan olivia.
"....." olivia diam saja, tak sanggup menjawabnya. Jadi olivia hanya menganggukan kepalanya saja.
"You will ?" juna memastikan tanda dari olivia tadi.
"Tentu saja." Olivia langsung dipeluk juna, dan mengecup keningnya. Lalu suara ramai datang dibelakang juna, ternyata disana ada teman-teman juna. Bahkan ada gadis, wajahnya sungguh seperti orang kebakaran jenggot.
"Apa kamu keberatan jika aku segera mendaftarkan pernikahan kita ?" tiba-tiba juna menanyakan pertanyaan yg direspon olivia dengan melotot. Belum 5 menit dia menjawab lamaran juna, sekarang dia segera mendaftarkan pernikahan.
"Jangan terburu-buru sayang." olivia menenangkan juna sambil mengelus dadanya.
"Kamu menggodaku baby ?" juna menggoda olivia dengan mengeluarkan senyum mesumnya.
"Apa kalian lupa ada kita dibelakang ?" yoyo datang menepuk pundak juna. Olivia yg melihat itu mencoba memisahkan diri dari juna.
"Biarkan saja mereka sayang, maklum lah." kata-kata juna ini dibarengi tertawa mengejek.
"Kita-kita emang kaget liv, diantara kita cuma juna yg tertutup masalah cewek, nggak taunya dia bisa juga ya nglamar. Hahaha" tawa yoyo tidak kalah mengejek.
"Lu cewek hebat liv, bisa bikin makhluk model juna gini bertekuk lutut." kanu menambahkan kata-kata yoyo, dia adalah teman juga yg paling bersemangat mengejeknya.
"Sebentar lagi juna bakalan rilis banyak lagu cinta nih hahaha." suara hervi yg ikutan nimbrung untuk ngejek juna.
"Udah selese kalian ngejeknya ? Buat hari ini gua maafin kalian, gua nggak mau ya ngrusak momen kayak gini." juna menarik olivia memeluknya. Hanya di tanggapi suara tertawa mereka.
Diam-diam bobby mengamati wajah gadis yg merah padam melihat ini semua. Bobby sengaja tidak ikut nimbrung bareng mereka karena merasa aneh dengan sikap gadis. Hanya dia yg daritadi pura-pura ikut bahagia didepan juna, selebihnya bobby tau respon wajah gadis berkebalikan bahkan sesekali mengepalkan tangan.
"Kita lihat siapa yg bakal nangis diakhir, tunggu aja cewek sialan. Gua nggak bakal biarin lu bahagia bareng juna." batin gadis sambil meremas ujung dresnya.
*************