Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
kebenaran yang disembunyikan



lalu saat mereka berdua tiba dirumah, Yuki masih menatap zane dengan murung.


"hmm, hey, jangan murung begitu, itu sangat imut. " ucap zane dengan ragu ragu.


"eh, mmh, jadi.. " ucap Yuki dengan malu.


"sudahlah, tidak perlu dibahas, lagipula itu tidak terlalu pentingkan ?. " kata zane.


"baiklah, aku memaafkan mu. " ucap Yuki masih murung.


lalu Yuki pun pergi menyiapkan makanan, sedangkan zane duduk di sofa sambil melanjutkan membaca novel nya.


"Yuki, boleh aku bertanya. " ucap zane.


"apa. " ucap Yuki dengan nada yang datar.


"apa maksud dari pegangan tangan seorang pasangan. " tanya zane.


"eh, hmm, itu hal yang sudah biasa dilakukan oleh seorang pasangan saat mereka kencan atau jalan jalan. " jawab Yuki dengan tidak yakin.


"oh, begitu rupanya, sebenarnya aku tidak terlalu tahu tentang hal yang romantis romantis begitu. " kata zane.


"begitu ya, tidak apa-apa, lagipula ada banyak orang diluar sana yang selalu bersembunyi di dalam rumah dan kesehariannya hanya terus belajar. " kata Yuki dengan tersenyum.


"hey, aku tersinggung lho. " ucap zane.


"baiklah, makan malam sudah siap. " ucap Yuki sambil tertawa terbahak-bahak.


"oh, ya. " ucap zane sambil menatap Yuki dengan murung.


mereka berdua pun akhirnya makan bersama, setelah itu zane pergi ke kamar dan melanjutkan membaca novelnya, saat sudah larut malam, Yuki datang ke kamar dan melihat zane sedang membaca novel itu dengan memaksakan diri.


"zane, kau masih membaca novel itu. " tanya Yuki dengan khawatir.


"akhirnya selesai, Yuki, ada apa. " ucap zane sambil menutup novelnya.


"ehh, apakah kau sudah membacanya sampai selesai. " tanya Yuki dengan terkejut.


"ya, ini tidak masalah buatku. " jawab zane dengan percaya diri.


"(gile, zane sudah menyelesaikan novel itu dalam 3 hari saja, sedangkan aku menyelesaikan novel itu sampai 1 bulan, wajar saja kan, dia ini kutu buku). " kata Yuki di dalam hatinya.


"oh, Yuki, ngomong ngomong kancing bajumu lepas satu. " kata zane sambil melihat Yuki.


"tunggu, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya... " ucap zane dengan kaget.


"sudahlah, aku mau tidur, minggir. " ucap Yuki dengan masih agak marah.


"kau masih marah ya. " ucap zane.


"diam dan kembali ke tempat tidur mu. " ucap Yuki dengan murung.


"baiklah. " ucap zane dengan pelan


lalu di keesokan harinya seperti biasa mereka berdua sarapan lalu pergi ke sekolah, tapi sesampainya di depan sekolah, Yuki masih mengikuti zane dari belakang.


"(aneh, biasanya dia selalu pergi duluan ke kelas tapi kenapa hari ini dia mengikuti ku, kalau aku tanya sekarang dia pasti akan malu, aku bisa melihat wajahnya yang selalu menghadap ke bawah.) " ucap zane di dalam hatinya.


"hey, zane. " ucap Yuki dengan pelan.


"ada apa. " tanya zane dengan heran.


"aku duluan. " jawab Yuki sambil berjalan cepat menuju kelas.


"(dia kenapa ?.) " tanya zane di dalam hatinya.


tiba-tiba saja ada seka dibelakang zane...


"apakah kau sudah jadian dengannya. " tanya seka.


"seka, tidak kok, kami masih berteman. " kata zane dengan terkejut.


"kau sangat beruntung mempunyai sahabat imut seperti Yuki, sebenarnya orang orang di sekolah ini banyak yang membicarakan tentangnya, tetapi mereka tidak tahu jika Yuki mempunyai sahabat dekat seperti mu. " kata seka.


"ya, itu karena dia menyuruhku untuk menjaga jarak dengannya, tetapi semakin lama ini semakin aneh, Yuki seperti ingin dekat dengan ku. " kata zane.


"kau tidak tahu yaa, aku diberi tahu oleh nega, kalau ada orang yang menembak Yuki kemarin saat pulang sekolah, nega ingin memberi tahu mu tetapi kau sudah keluar duluan. " kata seka.


"apa, berarti waktu itu dia ingin aku pulang bersama karena itu. " ucap zane dengan terkejut.


"jadi apa yang akan kau lakukan zane ?. " tanya seka.


"aku tidak tahu... " jawab zane dengan pelan.


BERSAMBUNG.......