
"tiga hari sudah berlalu, seka masih saja murung, sebenarnya apa yang kau sembunyikan, seka. " kata zane didalam hatinya sambil melirik seka yang masih murung saat diwaktu pelajaran dimulai.
bel waktu istirahat pun berbunyi, zane berjalan keluar kelas sambil memikirkan masalah seka.
"zane, apakah kau melihat seka. " tanya Nia saat melihat zane.
"oh, Nia, aku juga sedang mencari seka sekarang, kenapa tiba tiba kau mencari seka. " kata zane.
"ada sesuatu yang menggangu ku, seka, dia tidak seperti biasanya, mungkin sejak dia menolongku saat aku dicopet tiga hari yang lalu. " kata Nia dengan gelisah.
"kalau begitu ayo kita cari seka bersama. " ucap zane.
mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk mencari seka dengan berpencar, saat zane mencari seka di atas atap sekolah, zane melihat Yuki sedang berdiri menatap langit.
"Yuki, sedang apa kau berdiri di sini. " tanya zane sambil mendekati Yuki.
"aku hanya kesepian, setiap kali aku kesepian aku selalu datang kesini dan melihat langit, itu membuatku tenang. " jawab Yuki yang masih menatap langit.
"kenapa kau kesepian, disini kita mempunyai banyak teman kan, kalau kau mau, kau bisa membantuku mencari seka bersama. " kata zane.
"benarkah, aku kira kau tidak akan meminta bantuan ku. " kata Yuki berbalik menatap zane sambil mengeluarkan air mata.
"Yuki, apakah kau menangis, aku tidak bermaksud untuk membuat seorang wanita menangis, maafkan aku. " tanya zane sambil memohon maaf.
"tidak kok, aku menangis karena senang, jadi ada apa dengan seka ?. " tanya Yuki sambil mengusap air matanya.
"ada sesuatu yang tidak bisa dia katakan sebelumnya, dia sepertinya mempunyai masalah yang tidak ingin dia katakan kepada orang lain. " kata zane.
"karena itu kau ingin mencarinya ?, baiklah, aku akan membantu mu. " kata Yuki.
"terimakasih, Yuki. " ucap zane sambil tersenyum.
mereka berdua pun akhirnya mencari seka bersama sama, saat zane dan Yuki mencari seka di ruangan club study, ternyata seka ada disitu dan terlihat seperti dia sedang membaca buku yang berukuran besar seperti buku ensiklopedia.
"seka, ternyata kau ada disini, Nia menjadi khawatir lho, buku apa yang sedang kau baca ?. " tanya zane.
"maaf membuat kalian khawatir, aku sedang ingin sendirian sekarang, tolong jangan ganggu aku. " jawab seka.
"tidak bisa, kami semua temanmu kan, jika kau mempunyai masalah, kau bisa menceritakannya kepada kami. " kata zane.
"jika kau kesulitan kau bisa bertanya kepadaku. " kata Nia yang tiba-tiba saja datang keruang club study langsung memotong perkataan seka.
"Nia, darimana saja kau ?. " tanya zane sambil terkejut melihat Nia yang tiba-tiba muncul.
"aku baru saja mengecek selokan tempat duduk seka dan aku menemukan ini.. " kata Nia sambil menunjukkan buku milik seka.
"woy, jangan menggeledah barang barangku. " kata seka dengan kesal.
"tunggu, judul bukunya hampir sama dengan yang dibaca seka itu. " kata zane sambil mencocokan buku tersebut.
"iya benar, bukunya hampir sama, hanya saja serinya berbeda. " ujar Yuki.
"sepertinya aku tahu buku-buku ini. " kata Nia sambil mendekati seka.
"sudah kuduga kau mengetahuinya. " kata seka sambil murung.
"kenapa kau menyembunyikannya dariku, seka. " tanya Nia.
"aku hanya tidak ingin bergantung kepada orang lain dengan sesuatu yang merepotkan dan membosankan seperti ini, maaf sudah merahasiakannya darimu, Nia. " kata seka dengan pelan.
"tidak merepotkan kok, aku akan menemanimu membaca ensiklopedia ini, kita satu hobi kan. " kata Nia sambil tersenyum.
"Nia, terimakasih. " ucap seka sambil menangis dan hendak memeluk Nia.
"tapi hentikan dulu sifat kekanak-kanakan mu ini. " kata Nia sambil menghindari seka yang hendak memeluknya.
"sepertinya semua sudah kembali normal sekarang, mungkin masalah seka bisa dengan mudah teratasi jika ada seseorang yang sehobi dengannya, aku mengerti sekarang. " kata zane.
"kalau begitu ayo kita semua kembali, sepertinya kelas sudah dimulai. " kata Yuki sambil melihat kelasnya yang sudah ada Mira sensei.
"ini gawat. " ucap seka dengan panik.
"sepertinya kita harus bersiap siap untuk dihukum. " kata zane dengan pasrah.
mereka berempat pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kelas dan siap untuk dihukum oleh Mira sensei.