Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
perasaan yang terpendam (bagian 2)



"hey, apakah kau sudah selesai membersihkan yang disana. " tanya nega.


"ya, sepertinya sudah. " jawab kina.


"kalau begitu kita bisa kembali ke kelas sekarang. " kata nega dengan kelelahan.


"tunggu, bisa kau ikut aku sebentar. " ucap kina dengan pelan.


"kemana ?. " tanya nega dengan heran.


"sudahlah ikut saja. " jawab kina.


kina mengajak nega pergi ke kantin, sesampainya di sana nega terkejut.


"eh, kenapa kau mengajakku ke sini. " tanya nega dengan terkejut.


"jangan salah paham, ini sebagai permintaan maaf ku. " kata kina dengan tegas.


"kenapa ?. " tanya nega dengan heran.


"kau masih tanya kenapa, sudahlah duduk saja dan nikmati makananmu. " kata kina pergi setelah mentraktir nega makanan.


"ada apa dengannya, tidak biasanya dia bersikap begitu. " tanya nega di dalam hatinya.


setelah makan di kantin, nega pun pergi ke kelas, sesampainya di kelas nega melihat zane dan Yuki akrab mengobrol, setelah beberapa lama Yuki pun kembali ke tempat duduknya, lalu nega menghampiri zane dan curhat kepadanya.


"zane, bagaimana rasanya memiliki teman wanita. " tanya nega dengan pelan.


"kenapa tiba-tiba kau tanya begitu. " jawab zane.


"kau tahu kan, aku tidak punya satupun teman wanita, aku iri melihat mu bisa berteman dengan siapapun. " kata nega dengan murung.


"kau juga bisa berteman dengan siapapun, kau hanya perlu mental untuk mengatakannya. " kata zane.


"aku tahu itu, tetapi aku masih ragu mengatakannya. " ucap nega.


"tidak perlu ragu, lagipula kita semua disini adalah teman satu kelas. " kata zane sambil berjalan menuju jendela kelas.


"sepertinya aku mengerti maksud mu sekarang, terimakasih sudah mau mendengarkan cerita ku zane. " kata nega dengan senang.


Yuki yang mendengarkan percakapan mereka berdua hanya tersenyum dari tempat duduknya, tiba-tiba saja kina datang ke kelas bersama Nia, seketika itu nega memberanikan diri untuk mengajaknya berteman.


"tentu saja bisa, tergantung kepada mu kan. " ucap kina dengan santai.


"kenapa jawaban mu begitu. " tanya nega.


"sepertinya sudah kembali normal kan. " ucap zane dengan pelan.


"ya, mungkin saja begitu. " ucap Nia dengan pelan.


"karena kalian berdua sudah tidak bermusuhan lagi, bagaimana jika besok kita semua mengikuti belajar Kelompok yang diadakan oleh Mira sensei dirumahnya. " kata Yuki sambil menunjukkan poster tentang belajar kelompok.


"apa itu ?. " tanya nega dengan cemberut.


"sepertinya ogah banget. " ucap kina.


"jangan begitu, sebentar lagi kita akan melaksanakan latihan tengah semester kan. " kata Yuki.


"Yuki, coba aku lihat posternya. " ucap zane.


"ini, sebenarnya aku sangat ingin ke sana bersama kalian semua untuk belajar bersama. " kata Yuki.


"sepertinya menarik, aku juga akan ke sana. " ucap zane sambil membaca posternya.


"benarkah, terimakasih sudah mau datang, sayang. " ucap Yuki sambil memeluk zane dengan senang.


"hentikan, bisakah kau melakukannya sepulang sekolah saja. " kata zane dengan pelan.


"jika kedua pasangan itu pergi ke sana, aku juga akan ke sana, lagipula aku suka belajar bersama-sama. " kata Nia.


"aku juga akan ikut, aku tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk belajar. " kata seka tiba-tiba saja datang ke kelas.


"aku juga ingin ikut. " ucap Lena tiba-tiba datang.


"kalau sudah begini mau bagaimana lagi. " kata nega.


"sepetinya aku terpaksa ikut. " ucap kina.


"baiklah, sudah kita putuskan akan pergi ke rumah Mira sensei besok di hari Minggu. " kata zane dengan semangat.


BERSAMBUNG............