
di pagi hari seperti biasa, zane dan Yuki makan bersama...
"(tadi malam saat aku membaca novel itu, aku menemukan sebuah makna yang sepertinya sudah lama aku cari, aku baru saja membacanya selama 2 jam tetapi tanpa kusadari sudah sampai pada halaman 206.) " kata zane dalam hati sambil makan.
"zane, apakah kau melamun. " ucap Yuki yang melihat zane tiba-tiba saja menjatuhkan sendok nya dengan tidak sengaja.
"eh, maaf, aku hanya sedikit mengantuk karena semalam aku tidur terlalu larut. " kata zane dengan terkejut.
"kau benar benar ingin tahu kan, isi dari novel itu. " kata Yuki dengan tersenyum.
"hmm, begitulah, saat aku membacanya, isi novel itu sangat menarik sehingga aku ingin membacanya sampai selesai. " kata zane.
"begitu ya, ayo kita berangkat, kita akan telat nanti. " kata Yuki yang bergegas mencuci piring nya dan juga piring zane.
"eh, tunggu, kenapa kau mencuci piring ku, aku bisa mencucinya sendiri. " ucap zane sambil melihat Yuki mencuci piringnya.
"tidak apa-apa, sudah tugasku untuk.... " kata Yuki yang tiba-tiba saja membungkam mulutnya sendiri.
"untuk apa ?, " tanya zane dengan penasaran.
"tidak, tidak jadi, (apa yang aku bicarakan tadi, belum saatnya untuk mengatakannya.) " kata Yuki didalam hati sambil memakai sepatunya.
mereka berdua pun akhirnya bergegas pergi ke sekolah, saat hampir sampai di sekolah, Yuki seperti biasa pergi duluan, sesampainya di kelas, zane tidak melihat sahabatnya seka.
"nega, dema, dimana seka, apakah dia belum berangkat. " tanya zane sambil diaduk di bangkunya.
"tidak, seka tidak berangkat hari ini, dia sedang sakit, semalam dia menelpon ku, dia bilang untuk meminta ku untuk mengizinkan nya kepada mira sensei. " kata nega.
"begitu ya, (padahal aku ingin memberitahu nya novel yang dia maksud.) " kata zane dalam hati.
saat Mira sensei datang ke kelas, semua murid langsung duduk di tempat duduk mereka masing-masing, lalu Mira sensei mengabsen semua siswa.
"dia sakit Bu. " ucap zane sambil kedepan memberikan surat izin seka.
"begitu ya. selanjutnya..... " ucap Mira sensei melanjutkan absen siswanya.
"seharusnya yang memberikannya itu aku, tapi terimakasih sudah repot repot memberikannya. " kata nega dengan senang.
"ya, tidak masalah, kita kan sudah lama berteman. " ucap zane dengan tersenyum.
"Yuki, kau lihat kan tadi, padahal yang akan memberikan surat izin itu adalah seka, tetapi zane dengan baik hati mau maju untuk memberikan surat izin itu kepada Mira sensei. " kata Nia dengan tersenyum ke arah Yuki.
"ya, begitulah zane, (berarti sekarang ini zane sudah selesai membaca novel itu dari halaman 1 sampai 106 yaitu tentang bagaimana berpikiran saling membantu sesama teman, berarti bab selanjutnya adalah tentang cara mengetahui perasaan seseorang.) " kata Yuki dalam hatinya.
pada saat waktu istirahat, nega dan dema mengajak zane untuk pergi membeli jajan tetapi zane menolak tawaran mereka, lalu mereka berdua pun akhirnya pergi tanpa zane, saat satu kelas menjadi sepi tidak ada orang, zane meneruskan membaca novel yang ia baca di rumah semalam, setelah begitu lama, tiba-tiba saja ada Yuki dan Nia yang masuk ke kelas dan melihat zane yang sedang membaca novel.
"zane, apa kau tidak istirahat dan mengobrol di luar bersama teman temanmu. " tanya Nia.
"eh, kalian ya, tidak, aku sedang sibuk sekarang. " jawab zane dengan terkejut.
"Nia, biarkan saja dia membaca. " ucap Yuki sambil menggeret Nia ke tempat duduknya.
"kenapa, ada apa denganmu. " ucap Nia dengan heran.
"lihatlah buku yang dibaca oleh zane. " ucap Yuki sambil menunjuk ke novel yang dibaca oleh zane.
"oh, begitu ya, aku mengerti maksudmu sekarang. " kata Nia dengan mengejam kan matanya.
BERSAMBUNG........