
keesokan harinya, zane dan Yuki seperti biasa berangkat bersama ke sekolah, tiba-tiba saja ada Nia yang melihat mereka berdua tinggal di rumah yang sama.
"sebenarnya seberapa jauh hubungan mereka berdua sampai sampai tinggal dirumah yang sama. " pikir Nia sambil memantau zane dan Yuki dari kejauhan.
karena penasaran, Nia akhirnya memutuskan untuk mendekati mereka dan bertanya langsung.
"Nia, biasanya kau selalu berangkat lebih awal ke sekolah. " ucap Yuki dengan terkejut melihat Nia tiba-tiba saja muncul dari belakang.
"sebenarnya aku sedang memantau kalian. " ucap Nia.
"kenapa kau memantau kami, apa jangan jangan kau berfikir kami melakukan... " kata zane dengan ragu ragu.
"tidak, aku tahu betul sifat dan kelakuanmu dari dulu, kau tidak akan melakukan hal yang sebodoh itu. " kata Nia dengan tenang.
"oh, jadi, kenapa kau memantau kami, kau sudah tahu kan, kami itu.... " kata Yuki dengan pelan.
"sepasang kekasih, aku tahu itu kok, aku hanya ingin bertanya sejauh apakah hubungan kalian sampai sampai tinggal di rumah yang sama. " kata Nia dengan tenang.
"eh..... " ucap Yuki dan zane dengan terkejut sambil menghentikan langkah kakinya lalu menatap satu sama lain.
zane dan Yuki akhirnya menceritakan semuanya kepada Nia sambil berjalan menuju ke sekolah.
"jadi begitu, hubungan antara orang tua kalian berdua, kenapa kau tidak memberi tahu ku sebelumnya. " tanya Nia dengan cemberut.
"ya, kami hanya tidak ingin ada yang mengira hal yang tidak tidak dan membuat kalian khawatir, jadi kami rahasiakan saja, apakah kau bisa merahasiakannya untuk kami. " kata zane.
"kita berteman kan, tenang saja aku akan merahasiakannya kok. " kata Nia.
"terimakasih Nia. " ucap Yuki sambil memeluk Nia dengan erat.
"aduh hentikan, aku tidak bisa bernafas. " ucap Nia sambil berusaha melepaskan pelukan Yuki.
"(kenapa aku seperti mau saja dipeluk begitu). " ucap zane di dalam hatinya sambil tersenyum melihat mereka berdua.
"eh, zane, kenapa kau senyum senyum sendiri, apa kau ingin di peluk oleh Yuki juga. " ucap Nia sambil tersenyum.
"tidak, tidak kok. " ucap zane dengan panik.
"begitu ya. " ucap Yuki sambil melebarkan tangannya ke arah zane.
"sepertinya zane malu malu. " ucap Nia sambil tersenyum.
"bisakah cepat sedikit, kita bisa terlambat ke sekolah. " ucap zane sambil mengalihkan pembicaraan Nia.
"kau benar, ayo kita bergegas. " ucap Yuki.
sesampainya disekolah, di dalam kelas....
"seka. " ucap zane sambil duduk di kursinya.
"oh, zane, ada apa ?. " tanya seka yang sedang membaca buku.
"tidak, tidak ada apa apa, buku apa yang sedang kau baca itu ?. " tanya zane.
"oh, itu pasti buku novel yang baru baru saja trending, aku benarkan. " kata Nia dari tempat duduknya.
"bagaimana kau tahu ?. " tanya seka dengan heran.
"aku sudah pernah membaca buku itu sebelumnya, " kata Nia.
mereka berdua pun terus melanjutkan pembicaraan mereka sampai Mira sensei datang.
"aku ucapkan terimakasih banyak kepada murid murid yang sudah datang ke rumah sensei untuk belajar kelompok kemarin, bagi kalian yang mengikuti belajar kelompok kemarin, aku ingin kalian menemui sensei di kantor setelah pulang sekolah nanti. " kata Mira sensei dengan senang.
setelah pulang sekolah, zane, Yuki dan teman-temannya yang mengikuti belajar kelompok langsung pergi mendatangi kantor seperti yang di suruh oleh Mira sensei.
"kira kira kejutan apa yang di siapkan Mira sensei di kantor untuk kita. " kata kina dengan senang.
"jangan terlalu berharap, kita masih tidak tahu kenapa Mira sensei memanggil kita ke kantor kan ? " kata nega.
"(sebenarnya kenapa Mira sensei tiba tiba memanggil kita semua mendadak). " kata zane di dalam hatinya.
saat zane membuka pintu kantor, ternyata hanya ada Mira sensei di dalam, lalu Mira sensei menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu.
"kalian akhirnya datang juga, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan kalian semua. " kata Mira sensei sambil tersenyum.
BERSAMBUNG.........