Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
belajar kelompok



keesokan harinya di hari Minggu...


"zane, bangun, ini sudah pagi. " ucap Yuki.


"ini hari minggu kan ?. " ucap zane yang masih berbaring di tempat tidurnya.


"aku tahu ini hari Minggu, apa kau lupa soal kemarin, kita akan belajar kelompok bersama di rumah Mira sensei kan ?. " kata Yuki sambil cemberut.


"oh, kau benar, aku akan bersiap siap sekarang. " kata zane terkejut sambil berlari ke kamar mandi.


"dasar kau ini. " ucap Yuki dengan tersenyum.


setelah mereka berdua bersiap siap, zane dan Yuki pun mengunci rumah lalu bergegas pergi ke tempat berkumpul yang sudah mereka sepakati di taman, sesampainya di taman, seka, nega, dema, Nia, Lena dan kina sudah menunggu mereka di taman.


"kalian ini lama sekali. " ucap seka yang melihat zane dan Yuki datang.


"maaf membuat kalian lama, tunggu, dema kau juga ikut. " tanya zane dengan terkejut.


"aku yang mengajak dema, cowok bertiga lebih baik kan, lagipula nantinya disana ada lima cewek termasuk Mira sensei. " kata seka dengan tersenyum.


"apa kau keberatan, seka. " ucap Nia sambil menatap seka dengan tajam.


"tidak, tidak, bukan begitu, sebenarnya aku membujuk dema untuk belajar kelompok karena nilainya yang down kecuali matematika, benarkan dema ?. " kata seka.


(dema hanya mengangguk.)


"kalau begitu, ayo kita berangkat !!. " ucap Yuki dengan semangat.


mereka semua pun akhirnya langsung pergi ke rumah kediaman Mira sensei sambil bersemangat.


sesampainya di depan gerbang rumah Mira sensei.....


"apakah ini rumah Mira sensei. " tanya zane dengan terkejut.


"ya, sepertinya ini alamat rumahnya. " jawab Yuki sambil melihat brosur kemarin.


"besar sekali rumahnya !!. " ucap Nega dengan terkejut


zane pun menekan tombol bel rumah Mira sensei, seketika itu Mira sensei pun keluar dari rumahnya.


"oh, ternyata kalian. " ucap Mira sensei dengan senang.


"Mira sensei, kami datang ingin mengikuti belajar kelompok. " kata Yuki.


"ayo masuklah dulu. " ucap Mira sensei sambil membuka gerbang rumahnya.


mereka pun masuk ke rumah Mira sensei......


"biasa saja kok, nah, kalian semua tunggu di sini. " kata Mira sensei langsung pergi ke dapur.


"ini menyenangkan !!. " ucap Yuki dengan semangat.


"belum juga dimulai kau sudah bersemangat sekali. " kata zane sambil menatap Yuki.


"tapi ini sangat menyenangkan bisa belajar bersama kalian semua di sini. " kata Yuki.


semuanya hanya tersenyum saat Yuki berbicara, tiba-tiba saja Mira sensei datang sambil membawa beberapa biskuit, kue dan teh.


"sepertinya kalian sudah tidak sabar untuk belajar. " ucap Mira sensei sambil tersenyum.


"ya begitulah, sebenarnya ini idenya Yuki, benar begitu kan, Yuki ?. " ucap Lena.


(Yuki hanya mengangguk senang.)


"aku ucapkan terimakasih telah datang mengikuti belajar kelompok, selain kalian tidak ada murid sekelas yang datang mengikuti belajar kelompok ini karena ada berbagai macam alasan. " kata Mira sensei.


"tidak apa-apa kok sensei, kami siap belajar kelompok kapanpun. " kata Yuki dengan percaya diri.


"kalau begitu, ayo kita mulai belajar nya. " ucap seka yang sudah tidak sabar.


mereka semua pun akhirnya belajar dari pagi sampai siang hari dengan semangat dan ceria walaupun sedikit bermain main, setelah begitu lama mereka semua pun memutuskan untuk pulang karena sudah siang hari.


"teman-teman, sepertinya ini sudah siang hari. " ucap zane.


"baiklah, belajar kelompok untuk hari ini kita akhiri dulu sampai sini. " kata Mira sensei.


mereka semua pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah melakukan belajar kelompok di rumah Mira sensei, sesampainya di rumah, zane melihat Yuki sedang duduk di sofa sambil melihat lihat fotonya tadi saat belajar kelompok.


"sepertinya kau senang sekali belajar kelompok tadi. " kata zane sambil duduk di sofa dengan Yuki.


"ya, ini akan menjadi kenangan saat kita di SMA. " ucap Yuki.


"begitu ya, baguslah kalau begitu. " kata zane dengan tenang.


"ini semua karena mu, jika tidak ada kau, seka dan dema maka tidak akan seseru ini. " kata Yuki sambil memegang tangan kanan zane dengan erat.


"oh, tidak masalah, Yuki tanganku menyenggol anumu. " kata zane dengan ragu ragu.


"eh, maaf, aku tidak sengaja. " ucap Yuki sambil panik, lalu melepaskan tangan kanan zane.


"seharusnya aku yang bilang begitu. " kata zane dengan pelan.


BERSAMBUNG..........