
di pagi hari yang cerah.....
"zane, bangun, ini sudah pagi, dasar tukang molor. " kata Yuki yang berusaha membangunkan zane.
"ada apa Yuki, ini hari Minggu kan ?. " ucap zane sambil berguling.
"aku tahu itu, tapi apa kau ingin membuat pas**angan mu kesepian. " kata Yuki sambil cemberut.
"aku tahu, kau ingin aku mengajakmu jalan jalan kan ?. " kata zane sambil bangun dari tempat tidurnya.
"lebih tepatnya berkencan. " ucap Yuki.
"terserah kau ingin menganggapnya apa, kita selalu pergi jalan jalan setiap Minggu dari kecil hingga sekarang kan. " kata zane.
"oh, benar, tidak terasa ya. " ucap Yuki.
setelah itu zane pun langsung bersiap siap untuk pergi jalan jalan bersama Yuki.
"apakah kau sudah siap Yuki. " ucap zane yang menunggu zane di depan pintu rumah.
"ya, ayo kita berangkat. " ucap Yuki sambil tersenyum.
"dia sangat berbeda daripada dulu, tidak, tidak, aku harus berkonsentrasi. " kata zane di dalam hatinya sambil kebingungan.
"zane, ada apa ?. " tanya Yuki dengan heran.
"tidak, aku hanya.... " ucap zane dengan ragu ragu.
"aku tahu, kau pasti berfikir..... " ucap Yuki sambil menunjuk nunjuk.
"tidak kok, ayo kita berangkat. " ucap zane agak keras sambil mengunci pintu rumahnya.
"oh, baiklah. " ucap Yuki dengan pelan.
setelah itu mereka berdua pun pergi, sesampainya di tengah kota mereka berdua kebingungan harus pergi kemana terlebih dahulu.
"zane, kemana kita akan pergi ?. " tanya Yuki.
"hmm, apakah kita akan mengulangi hal yang sama seperti Minggu lalu. " kata zane.
"sepertinya tidak seru jika kita sudah melakukannya, kau ini belum berpengalaman sekali memiliki seorang pacar. " kata Yuki.
"iya, sejujurnya aku tidak terlalu tahu, aku hanya tahu sedikit dari manga atau novel yang baru saja aku pelajari. " kata zane tidak meyakinkan.
"lalu kenapa kau tidak melakukan apa yang ada di novel atau manga mu itu. " kata Yuki.
"aku ragu melakukannya, tapi aku akan berusaha. " ucap zane dengan serius.
"itu baru zane yang kukenal. " ucap Yuki dengan senang.
zane akhirnya memutuskan untuk mengajak Yuki pergi ke pegunungan yang ada di dekat kota.
"pemandangan kota dari atas sini terlihat sangat indah kan. " kata zane.
"ya, kau benar, biasanya saat sore ayah dan ibuku mengajakku datang kesini untuk mencari ketenangan, ini juga merupakan tempat pertama ayah dan ibu ku bertemu sebelum mereka saling kenal. " kata Yuki.
"begitu ya, " ucap zane sambil mengingat ingat apa yang dikatakan oleh seka kemarin.
-----------------------------------------
"zane, besok kau akan berkencan dengan Yuki kan ?. " tanya seka.
"yaa, aku lebih suka menyebutnya jalan jalan. " ucap zane dengan ragu ragu.
"dasar, kau tidak bisa terus memperlakukan Yuki sebagai teman dekat atau sahabat, ingat itu, Yuki sendiri sudah menerima mu sebagai pacarnya, apakah kau akan membiarkannya begitu saja. " kata seka dengan serius.
---------------------------------------------
"Yuki, kau bisa menungguku sebentar di kursi itu. " ucap zane dengan tiba-tiba.
"ya, tapi kau mau pergi kemana ?. " tanya Yuki dengan heran.
"aku ingin ke toilet sebentar. " ucap zane sambil berlari karena sudah tidak tahan.
"dasar dia itu, meninggalkan wanita disini sendirian, tidak, tidak, apa yang ku pikirkan, mana mungkin aku ikut zane ke toilet. " kata Yuki di dalam hatinya sambil kebingungan.
beberapa saat kemudian.....
"sepertinya kau ditinggalkan oleh pacarmu sendirian disini, nona. " kata kakek tua yang tiba-tiba datang menghampiri Yuki.
"tidak, anda salah paham, " ucap Yuki.
"aku tidak salah paham, nikmati saja masa muda mu itu, kau pasti bisa menemukan kebahagiaan di dalamnya. " kata Kakek tua itu yang melihat zane dari kejauhan dan berjalan mengonggalkan Yuki.
"kakek, apakah kakek tadi berbicara kepada Yuki ?. " tanya zane yang sempat melihat kakek itu berbicara dengan Yuki dari kejauhan.
"bodoh, lihatlah, dia sudah menunggumu dengan khawatir, jika kau masih saja bersikap begitu dia akan terus bersedih. " kata kakek tua itu sambil berjalan meninggalkan zane.
"kakek, aku akan melakukannya kali ini. " ucap zane sambil berlari menghampiri Yuki.
"Yuki, maaf menunggu lama. " ucap zane sambil duduk di dekat Yuki.
"oh, tidak apa-apa kok, selanjutnya kita akan pergi kemana ?. " tanya Yuki.
"tunggu sebentar Yuki, aku ingin bertanya kepadamu. " ucap zane.
"hmm, bertanya tentang apa ?. " tanya Yuki dengan heran.
"Yuki, maaf selama ini aku masih menganggap mu sebagai teman dekat atau sahabat mungkin, tapi kau sudah menerima ku sebagai pacar, jadi aku ingin bertanya kepadamu, kau menganggap ku seperti apa dulu sebelum kau menerimaku ?. " tanya zane sambil memegang tangan Yuki.
"kakak Mungkin. " jawab Yuki sambil tersenyum.
"ehh, " ucap zane sambil mengingat ingat masa lalunya bersama Yuki saat memanggil zane kakak.
"kau tahukan, kakakku sudah lama pergi ke luar negeri, jadi sejak kecil hingga sekarang aku tidak pernah bertemu dengan kakakku itu, kau lah yang menemaniku saat kakak ku pergi, aku sudah menganggap mu seperti kakak ku sendiri karena kau selalu ada disisi ku, aku sudah cukup bahagia saat aku bertemu denganmu, jadi mulai saat ini giliran ku untuk membuat mu bahagia, " kata Yuki mengeluarkan air mata sambil menatap zane.
"Yuki, terimakasih. " ucap zane sambil memeluk Yuki dengan erat.
Kakek tua yang melihat mereka dari kejauhan hanya tersenyum dan berkata sebelum pergi.
"masa muda memang sangat menyenangkan. " ucap kakek tua itu.
BERSAMBUNG..........