Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
Yuki yang pengertian



keesokan paginya, zane berangkat ke sekolah bersama Yuki seperti biasa, sesampainya di kelas, mereka berdua disambut oleh teman temannya.


"selamat pagi, zane. " ucap seka dengan bersemangat.


"ya, pagi. " ucap zane sambil berjalan menuju mejanya.


"pagi semua. " ucap Yuki yang juga bersemangat.


setelah itu Mira sensei pun datang dan mengajar murid dikelas seperti biasa, lalu saat di jam istirahat, tiba-tiba saja Yuki mengajak zane pergi ke atap sekolah untuk makan bersama.


"Yuki, ada apa ?, apakah kau tidak keluar ke kantin bersama teman teman mu. " tanya zane dengan heran karena tiba-tiba saja Yuki datang ke tempat duduknya.


"aku menyuruh mereka duluan, zane, apakah kau mau menemaniku makan bersama di atas. " pinta Yuki dengan pelan dan ragu-ragu.


"baiklah kalau begitu. " ucap zane dengan pelan.


mereka berdua pun pergi ke atap sekolah sambil makan bersama membawa bekal mereka masing masing.


"aku heran, kenapa bekal kita sama. " kata zane.


"apa yang kau bicarakan, aku yang membuat bekal untukmu setiap pagi kan, tentu saja sama, jangan pura pura lupa. " kata Yuki dengan sedikit kesal.


"bercanda kok, " ucap zane sambil tertawa.


"dasar kau ini, hey zane, menurutmu apakah masakan ku enak ?. " tanya Yuki sambil malu.


"tentu saja, rasanya seperti masakan seorang istri. " jawab zane sambil makan.


"heh, apa yang kau katakan barusan ?. " tanya Yuki dengan terkejut lalu menunduk ke bawah karena sangat malu.


"tidak, tidak, aku hanya tidak ingin mengecewakan masakan mu. " kata zane dengan gugup dan salah tingkah lalu tersedak makanan.


"sudahlah, ini. " ucap Yuki dengan tersenyum sambil memberikan botol air kepada zane.


"terimakasih. " ucap zane sambil menerima botol air dari Yuki lalu meminumnya.


setelah mereka berdua selesai makan bersama, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke kelas.


"zane, darimana saja kau ini. " tanya nega dengan heran.


"kami baru saja selesai makan bersama. " kata Yuki sambil tersenyum.


seketika itu semuanya langsung terkejut mendengar kata Yuki.


"tunggu, Yuki, kenapa kau langsung mengatakannya blak blakan gitu. " tanya zane dengan malu.


"tidak apa-apa, kan. " jawab Yuki sambil tersenyum menatap zane.


setelah pulang dari sekolah.....


"kegiatan club hari ini kenapa hanya aku saja yang bertugas, semuanya malah disuruh Mira sensei untuk pulang duluan. melelahkan sekali. " kata zane di depan rumahnya, lalu membuka pintu.


"selamat datang, zane, kau ingin makan atau mandi dulu atau.... " kata Yuki langsung dipotong oleh zane.


"jangan diteruskan, aku langsung tidur aja. " kata zane dengan kelelahan.


"eh, kenapa..... " tanya Yuki dengan gugup.


"jangan salah paham, aku hanya ingin tidur sendirian di kasur, bukannya mengajakmu tidur bersama, dasar kau ini. " kata zane dengan tegas.


setelah membentak Yuki, zane pun pingsan karena kelelahan.


"zane, apakah kau baik-baik saja, zane bangunlah. " teriak Yuki.


Yuki pun memegang dahi zane, ternyata zane sedang demam karena kelelahan.


"ternyata demam ya. " ucap Yuki sambil menggendong zane ketempat tidurnya.


setelah menempatkan zane ke tempat tidurnya, Yuki pun mengompres dahinya menggunakan air hangat.


"zane pasti sangat kelelahan, kau akan baik-baik saja selama aku merawat mu, tenang saja. " kata Yuki sambil melihat zane.


setelah itu Yuki pun membuatkan bubur untuk zane dan menyuapinya.


"istirahatlah dulu, besok aku akan memberi izin kepada Mira sensei. " kata Yuki sambil tersenyum.


"terimakasih, Yuki. (senyuman mu sangat berarti bagiku, Yuki). " ucap zane sambil menatap Yuki.