
"Yuki, menurutmu kenapa seseorang harus mempunyai pasangan. " kata zane sambil berbaring di tempat tidurnya.
"hmm. " ucap Yuki sedang tidur.
"eh, sudah tidur ya, (dia sangat imut ketika tidur) " ucap zane sambil melihat Yuki tidur dari atas ranjangnya.
di pagi hari zane keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi dengan masih ngantuk.
"zane, kau sudah bangun, selamat pagi. " ucap Yuki yang sedang memasak.
"ya, pagi. " ucap zane sambil masuk ke kamar mandi.
setelah mandi, zane bersiap-siap dan pergi ke dapur untuk makan.
"zane, sepertinya kau bertanya sesuatu kepadaku semalam. " kata Yuki.
"tidak, sepertinya kau mengingau (kenapa aku berbohong). " kata zane dengan ragu ragu.
"begitu ya, baiklah sekarang sudah selesai, ayo kita berangkat. " kata Yuki dengan semangat.
"tunggu, apa ini kotak makanan mu. " tanya zane sambil menunjuk kota makanan.
"tidak, itu untukmu. " jawab Yuki.
"untukku. " ucap zane dengan pelan.
sesampainya di sekolah, Yuki seperti biasa berjalan di belakang zane, lalu saat masuk ke kelas mereka melihat nega dan kina sedang adu mulut.
"hey, ada apa ini. " tanya zane sambil terkejut.
"zane, jangan halangi kami, aku punya urusan dengan nya. " kata kina dengan marah.
"tunggu, tidak baik bertengkar di kelas. " ucap Yuki dengan khawatir.
"siapa yang sedang bertengkar, kalian berdua ikut aku. " kata ketua OSIS tiba-tiba datang ke kelas sambil membawa nega dan kina ke kantor.
"syukurlah, masih sempat. " ucap seka.
"iya, " ucap Nia sambil tersenyum.
"apakah kalian berdua bisa menjelaskan apa yang terjadi. " tanya zane.
seka dan Nia menceritakan semua yang terjadi....
"jadi begitu. " ucap zane.
"mereka saling adu mulut hanya karena berbeda pendapat jawaban. " kata Yuki.
"kina juga sama seperti itu, kebiasaannya juga bergosip. " kata Nia.
"aku yakin mereka berdua bisa memaafkan satu sama lain. " kata zane.
"jangan terlalu berharap, saat adu mulut tadi, kami tidak bisa menghentikannya, karena itu aku memanggil ketua OSIS. " kata seka.
di kantor....
"kalian berdua, saya sebagai guru yang tegas akan memberikan hukuman yang cocok untuk kalian. " kata Araki sensei sebagai guru bimbingan konseling.
"apa hukuman untuk mereka, Araki sensei. " tanya ketua OSIS.
"hukumannya adalah kalian berdua membersihkan toilet laki-laki yang sudah lama tidak dibersihkan. " kata Araki sensei.
"kejam. " ucap nega.
"wah, sepertinya itu bagus. " kata ketua OSIS.
"bagus darimana coba. " ucap kina.
mereka berdua pun akhirnya pergi untuk menerima hukuman membersihkan toilet.
"kenapa aku harus terjebak disini bersama mu. " ucap kina dengan murung.
"berisik, seharusnya aku yang bertanya begitu, dasar tukang gosip. " kata nega.
"siapa yang kau sebut tukang gosip, pemarah. " kata kina.
"cih, cepat bersihkan saja. " ucap nega dengan menyimpan amarahnya.
"kenapa kau menyuruhku, Aku bisa sendiri. " kata kina tiba-tiba saja terpeleset dan hampir masuk ke kloset.
"oh, begitu ya, " ucap nega sambil memegang tangan kina saat hampir jatuh ke kloset.
"kenapa. " tanya kina.
"kau masih tanya kenapa, kau hampir terjauh ke kloset tadi, lanjutkan saja yang lain, aku yang akan membersihkan kloset ini. " kata nega sambil melepaskan tangannya.
"baiklah, terimakasih. " ucap kina dengan murung.
"ya, (dia bisa mengucapkan terimakasih). " ucap nega.
"(kenapa saat dia menyentuh tanganku tadi, aku merasa jika dia orang baik, tidak, dia pasti reflek). " kata kina di dalam hatinya.
BERSAMBUNG...........