Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
buku pelajaran yang tertinggal



dirumah zane.......


"akhirnya aku bisa beristirahat. " ucap Yuki dengan kelelahan sambil berbaring di tempat tidurnya.


"aku tidak percaya kita dihukum untuk mengajari pelajaran matematika kepada seluruh murid dikelas kita, untung saja ada seka dan Nia yang paling banyak membantu kita, dan kita seperti menggantung kepada mereka berdua. " kata zane dengan lemas.


"sepertinya mereka berdua terlihat cocok, benarkan zane. " kata Yuki.


"tunggu, kau melenceng sangat jauh dari pembicaraan kita tadi. " kata zane.


"hahahaha, lupakan saja, aku akan mandi sekarang. " kata Yuki dengan tertawa sambil berdiri dari tempat tidurnya.


"dasar kau ini, cepatlah, aku juga ingin mandi. " kata zane dengan agak kesal.


"hey mau mandi bareng. " ucap Yuki.


"kagak lah !!, cepat mandi sana. " kata zane dengan kesal.


lalu dirumah seka.....


"gawat, sepertinya aku meninggalkan buku pelajaran ku di kelas, aku pasti lupa karena sibuk mengajari seluruh kelas matematika karena hukuman tadi. " kata seka dengan panik.


"seka, sepertinya ada seorang wanita yang datang untuk menemui mu diluar, jangan membuatnya menunggu ya. " kata ibunya seka sambil tersenyum tersenyum sendiri.


"ib**u, selalu saja begitu, tapi siapa yang datang ke rumahku, baru pertama kali ada seorang wanita yang mengunjungi rumahku, apa jangan-jangan.... " kata seka sambil berjalan menuju pintu lalu membukanya.


"maaf mengganggu mu. " ucap Nia yang berdiri di depan pintu rumah seka.


"(sudah kuduga), masuklah dulu. " ujar seka dengan ragu-ragu.


"tapi aku hanya.... " kata Nia dipotong oleh seka.


"sudahlah, aku tidak bisa membiarkan seorang wanita berbicara berdiri di depan pintu rumah, itu membuatku tidak enak. " kata seka dengan ragu ragu.


"baiklah kalau begitu. " ucap Nia sambil berjalan masuk ke dalam rumah seka.


"apa yang ingin kau katakan. " tanya seka.


"sebenarnya aku hanya ingin mengembalikan buku pelajaran mu ini yang tertinggal di kelas. " jawab Nia sambil memberikan buku pelajaran milik seka.


"oh, terimakasih Nia, aku tertolong. " kata seka sambil menerima buku pelajarannya dengan senang.


"kau pasti lelah kan berjalan kaki kesini dari rumahmu, aku akan mengantarmu. " kata seka.


"tidak, aku bisa naik taksi kok, aku tidak ingin merepotkan mu. " kata Nia.


"tidak bisa, disini tidak ada taksi, aku tidak akan membiarkan mu berjalan sendirian, kau tahukan jarak dari rumahmu sampai ke rumah ku. " kata seka dengan tenang.


"mungkin kurang lebih 60 meter. " kata Nia sambil berfikir.


"tidak, aku sudah pernah mengukur jarak untuk pergi ke sekolah, jarak rumahku dan rumahmu itu bertepatan dengan sekolahkan, jadi mungkin sekitar 80 meter. " kata seka tidak berfikir panjang.


"(hebat, dia benar-benar mengukurnya), baiklah kalau begitu. " kata Nia.


"benarkah, kalau begitu ayo. " kata seka dengan bersemangat.


seka pun mengeluarkan sepeda dari garangsi nya dan siap untuk pergi mengantarkan Nia kerumahnya.


saat dijalan mengantarkan Nia pulang kerumahnya menggunakan sepeda........


"apakah kau tidak apa-apa bolak balik, sepertinya memang agak jauh sih. " kata Nia dengan khawatir.


"tidak apa-apa kok, aku ini laki-laki kan, aku juga harus sesekali melakukan ini daripada hanya duduk dan membaca buku. " kata seka dengan percaya diri.


"aku beruntung mempunyai teman sepertimu. " ucap Nia dengan pelan.


"hmm, apa yang baru saja kau katakan. " tanya seka dengan heran karena Nia seperti bergumam sendiri.


"tidak apa-apa kok. " jawab Nia sambil tersenyum.


"kau menyembunyikannya dariku ya. " ucap seka sambil menggoda Nia.


setelah sepuluh menit akhirnya seka pun sampai di rumah Nia.


"terimakasih sudah mengantarku pulang. " ucap Nia dengan senang.


"tidak masalah, kalau begitu aku akan langsung pulang saja, sampai bertemu besok di sekolah, Nia. " kata seka sambil melambaikan tangannya.


"dia benar benar bisa diandalkan, tunggu, tenangkan dirimu Nia. " kata Nia dengan pipinya memerah.


BERSAMBUNG..........