
"zane !!, bangun, ini sudah pagi lho. " ucap Yuki membangunkan zane.
"Hem, Yuki, terimakasih sudah membangunkanku, (pagi-pagi sudah didatangi malaikat saja.) " kata zane langsung bangun dari tidur dengan semangat.
"baiklah, aku akan menyiapkan makanan, sebaiknya kau bersiap siap, " kata Yuki.
"baiklah. " ucap zane langsung pergi ke kamar mandi.
mereka berdua pun akhirnya bersiap siap untuk berangkat pergi ke sekolah, saat diperjalanan Yuki berjalan dibelakang zane dengan murung.
"ada apa dengan mu, apakah kau kecapean. " tanya zane yang terus memperhatikan Yuki.
"eh, tidak, aku baik-baik saja kok. " jawab Yuki sambil tersenyum.
"kau tidak seperti biasanya, kemarin kau semangat sekali pergi ke sekolah, apa ada yang mengganggu mu. " kata zane.
"sudah kubilang, aku baik-baik saja, kita sudah dekat di sekolah, maaf, aku duluan. " kata Yuki dengan terburu buru.
"ada apa dengannya. " ucap zane dengan heran.
sesaat akan masuk ke kelas, tiba-tiba saja ada sekumpulan orang yang mengejar seka, zane yang melihatnya langsung bergegas berlari mengejar mereka, saat sampai dilorong sekolah, seka yang sudah terpojok, ketakutan karena ia dikerubungi oleh trio pembully SMA.
"seka, sebaiknya kau serahkan saja kertas jawaban mu itu pada kami, jika tidak kami tidak akan segan segan untuk menghajarmu. " kata salah satu orang dari trio pembully.
"tidak, aku tidak akan menyerahkannya kepada orang seperti kalian. " kata seka sambil memegang kertasnya dengan erat.
"hey kalian, apakah kalian tidak punya kerjaan lain selain membully orang. " kata zane sambil berjalan pelan kearah mereka.
"siapa kau, apakah kau ingin dihajar juga. " ucap salah satu orang dari trio pembully.
"menjaulah dari sahabatku, kalau kalian ingin berkelahi, berkelahilah dengan ku. " kata zane dengan marah.
"aku terima tantangan mu, ayo kita habisi dia. " kata salah satu orang dari trio pembully.
"hentikan, ibu sudah mencari kalian dari tadi, ternyata kalian malah membully orang di lorong gelap seperti ini, bisakah kalian menghilangkan kebiasaan buruk kalian. " kata iza sensei dengan marah dan menatap mereka bertiga.
mereka bertiga pun akhirnya di suruh iza sensei untuk kembali ke kelas.
"apakah kalian baik-baik saja, sebenarnya apa yang sudah terjadi. " kata iza sensei dengan khawatir.
"sebenarnya aku dikejar mereka, karena mereka ingin mengambil kertas jawaban yang akan ku serahkan ke Mira sensei, tapi zane datang menolongku saat aku terpojok, lalu zane dipukuli oleh mereka. " kata seka.
"begitu ya, akan ku urus semua ini, sebaiknya kalian kembalilah ke kelas. " kata iza sensei.
"baik sensei. " ucap zane dan seka.
setelah mereka datang ke kelas, ternyata Mira sensei sudah mengajar di kelas.
"maaf kami terlambat. " ujar zane dengan menundukkan kepalanya.
"kalian, akhirnya datang juga. " kata Mira sensei dengan tersenyum.
"*i*ni kertas jawaban yang sensei suruh mengumpulkannya. " kata seka.
"baiklah, terimakasih, silahkan kalian berdua kembali ke tempat duduk. " kata Mira sensei dengan tersenyum.
"eh, kami tidak di hukum. " ucap zane dengan heran.
"aku sudah mendengar cerita kalian berdua dari iza sensei sebelum kalian datang, seka aku menghargai usahamu melindungi kertas jawaban yang sensei berikan kepadamu, dan kau zane aku suka dengan tingkah laku mu yang selalu membela seseorang yang benar walaupun kau sudah babak belur. " kata Mira sensei.
mereka berdua pun akhirnya pergi ke tempat duduk mereka masing-masing, Yuki yang melihat zane langsung menjadi resah seketika.
BERSAMBUNG........