
di pagi hari Minggu, zane dan teman-temannya sedang berkumpul di sebuah kafe untuk membicarakan ujian tengah semester yang akan dilaksanakan besok.
"akhirnya besok kita akan bertempur. " kata zane.
"padahal cuma ujian kau bilang bertempur. " kata nega.
"hahaha, aku cuma bercanda kok. " kata zane tertawa.
"itulah zane. " ucap Yuki.
"lalu bagaimana dengan kalian mengenai ujian besok. " tanya seka dengan serius.
"selama kita belajar, kita pasti bisa mengerjakan ujian besok. " kata zane dengan bersemangat.
"benar, kita akan berjuang untuk besok. " kata Nia.
setelah itu mereka semua pun memutuskan untuk pulang dan mempersiapkan diri untuk ujian besok.
"Yuki, ayo kita belajar lagi. " pinta zane dengan bersemangat.
"lagi !!, kau sangat bersemangat ingin belajar ya, sepertinya aku tidak akan bisa menjadi seperti mu. " kata Yuki.
"kau tidak harus menjadi seperti ku, jadilah dirimu sendiri. " kata zane sambil tersenyum.
"ya, aku akan berjuang. " kata Yuki dengan bersemangat.
setelah itu keesokan harinya, hari pelaksanaan ujian tengah semester, zane dan teman-temannya memasuki kelas dan siap untuk menghadapi ujian dengan bersemangat, lalu setelah beberapa saat Mira sensei datang dan memberikan soal ujian kepada seluruh murid dikelas, ujian tengah semester pun dilaksanakan,
seminggu kemudian setelah ujian, zane dan teman-temannya mendatangi papan informasi nilai ujian tengah semester.
"seka, kau masih mendapat ranking pertama, hebat sekali. " kata zane.
"dan kau masih di tetap di rangking tiga ya. " kata seka.
"lalu aku di posisi kelima, Nia ke empat, Lena ke enam dan kina ke tujuh. " kata Yuki.
"tidak usah kau sebut, aku juga tahu kok. " kata kina.
"ya, rangking kedua dema. " ucap zane.
"tidak disangka, walaupun dia pendiam, dia hebat juga ya. " kata nega.
"ya, begitulah, ngomong ngomong dimana dema. " ujar zane.
"dia pasti sedang menyendiri, aku melihatnya dia ke atap sekolah saat kita kesini. " kata seka.
"kalian tunggu saja disini, aku ingin berbicara berdua dengannya. " kata zane langsung pergi menuju atap sekolah.
sesampainya di atap sekolah, zane melihat dema sedang memberi makan burung liar yang ada di atap sekolah.
"apa yang kau lakukan disini ?. " tanya zane.
"aku hanya sedang memberi makan burung liar. " jawab dema.
"aku terkejut kau masih mendapat rangking kedua. " kata zane sambil mendekati dema.
"syukurlah kalau begitu. " ucap dema.
"aku heran, bagaimana caramu belajar sampai sampai kau masih bisa mempertahankan rangking mu ?. " tanya zane.
"aku hanya butuh ketenangan dan konsentrasi, itu saja. " kata dema dengan tenang.
"ternyata begitu ya, kau selalu ikut dalam kegiatan club study walaupun kau tidak banyak bicara dan hanya mengikuti kami, dari dulu aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu. " pinta zane.
"apa ?,. " tanya dema memandang ke arah zane.
"apa yang membuatmu sendirian ?. " tanya zane.
"kenapa kau sangat ingin tahu. " ucap dema.
"kita teman kan, kau bisa membicarakannya kepadaku masalah mu itu. " kata zane.
"masalahku, aku sebenarnya tidak mempunyai tujuan hidup, dari dulu sebelum bertemu dengan mu dan seka, aku selalu menyendiri, karena dulu aku hanya bocah ingusan yang bermimpi ingin mempunyai banyak teman, tetapi yang terjadi dalam hidup ku ini malah sebaliknya. " kata dema.
"kau sudah memiliki banyak teman kok, aku, seka dan yang lain, mereka satu club adalah teman kan, kau tidak harus berdiam diri seperti itu, jangan malu untuk bertanya. " kata zane
setelah berbicara panjang lebar, akhirnya mereka berdua pun kembali ke tempat papan informasi nilai semester.
BERSAMBUNG...........