Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
mengungkap kebenaran dibalik rahasia ruangan club study



"sensei, apakah ada kegiatan club hari ini. " tanya Yuki.


"untuk sekarang mungkin belum ada. " jawab Mira sensei.


"lalu kenapa sensei menyuruh kami semua berkumpul. " tanya Nia dengan heran.


"walaupun tidak ada kegiatan, club ini masih terus berjalan seperti biasa, kalian tahu maksud ku. " kata Mira sensei.


"apakah itu les tambahan. " ucap Lina.


"*t*epat sekali. " ucap Mira sensei.


"sudah kuduga. " ucap nega sambil merunduk kebawah.


setelah itu mereka semua memulai les tambahan selama 1 jam, tiba-tiba saja ada murid yang masuk ke club study.


"permisi, apakah aku bisa berkeliling sebentar di ruangan club study untuk mencari buku. " ucap murid yang tiba-tiba saja datang dengan muka ditutup.


"sepertinya murid itu sedang menyembunyikan sesuatu. " kata seka di dalam hatinya dengan curiga.


"oh, tentu saja. " ucap Mira sensei.


"tunggu, dia hanya berpura pura. " ucap murid yang lain tiba-tiba muncul di belakang.


"kau, selalu saja menggagalkan rencana ku, tunggu saja pembalasan ku. " kata murid yang mukanya ditutup sampai berlari pergi.


"untung saja masih sempat. " ucap murid lain yang mengusir murid yang mukanya ditutup.


"sebenarnya apa yang terjadi ?. " tanya zane dengan heran.


"masuklah dan ceritakan semuanya di sini. " ucap Mira sensei dengan serius.


murid itu pun masuk keruangan club study sambil duduk dan menceritakannya.


"sebelum itu aku perkenalkan, namaku adalah macori, kita satu kelas kan. " kata macori sambil mengulurkan tangannya kepada zane.


"ya, namaku zane, ini seka, nega, dema, Yuki, Nia, Lena dan kina. " kata zane sambil menjabat tangan macori.


"salam kenal. " ucap macori.


"lalu apa yang terjadi tadi ?. " tanya zane.


"dia adalah salah satu mata mata anak nakal di kelas kita, mereka suka menganiaya orang dan membuat onar, mereka berencana ingin mengambil buku yang mereka sembunyikan di club study ini sebelum club ini aktif. " kata macori.


"buku, memangnya itu buku apa sampai sampai mereka menyembunyikannya di club study. " tanya Yuki.


"aku tidak tahu, besok aku ingin mencari tahu lebih banyak informasi tentang buku itu, kalian bisa mengamankan club ini kan. " kata macori.


"tidak perlu menunggu besok, kita akan menjebak mereka sekarang, aku punya ide yang bagus. " kata zane.


mereka semua pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti ide zane dengan bersembunyi di suatu tempat yang agak gelap di club study.


"kenapa kita harus bersembunyi di tempat sempit seperti ini. " kata nega sambil mengeluh.


"kenapa aku. " ucap dema dengan pelan.


"zane, apakah kau yakin mereka akan kesini, kita sudah 20 menit di sini. " tanya seka.


"aku tidak tahu, kita tunggu saja dulu. " ucap zane.


"semuanya diam, ada yang datang. " ucap Mira sensei.


tiba-tiba saja ada murid yang menutup mukanya tadi datang ke ruangan club study bersama kedua temannya.


"sepertinya tidak ada orang, tapi kenapa ruangannya belum dikunci. " kata murid yang menutup wajahnya menggunakan kain dengan heran.


"bos, sepertinya aman, ayo cepat kita ambil buku itu. " kata salah satu murid, teman dari orang yang menutup wajahnya menggunakan kain.


mereka bertiga akhirnya mendapatkan buku itu di dalam sebuah kardus yang bertumpukan di pojok ruangan club study.


"sepertinya sudah saatnya kita beraksi. " ucap macori dengan bersemangat.


mereka semua pun akhirnya keluar dari tempat persembunyian dan menangkap basah ketiga murid nakal itu.


"sejak kapan kalian ada disini. " tanya murid yang mukanya ditutup dengan kain.


"bos, bagaimana ini. " tanya salah satu dari ketiga murid nakal.


"sudah cukup, tunjukkan buku apa yang sebenarnya kalian sembunyikan di club study ini. " kata zane.


"sebenarnya ini... " ucap murid yang mukanya ditutup dengan kain sambil ragu ragu menunjukkan buku tersebut.


ternyata buku itu adalah buku porno yang mereka sembunyikan di club study.


"kalian ini, ikut sensei ke kantor. " ucap Mira sensei dengan marah sambil merampas buku itu.


"ternyata bukunya... " ucap seka dengan gemetar.


"jangan di bahas. " ucap Nia dengan cepat.


"waktunya pulang, terimakasih macori. " kata zane sambil berjalan keluar dari club study.


"tunggu zane. " ucap Yuki sambil berlari mengejar zane.


"mereka selalu bersama*, kalau begitu, aku juga ingin pulang*. " ucap macori sambil tersenyum dan berjalan keluar ruangan club study.


"sepertinya aku yang harus mengunci ruangannya. " kata seka.


"aku akan menemanimu. " ucap Nia.


"benarkah, terimakasih Nia. " ucap seka.


mereka berdua pun akhirnya pulang dari sekolah saat sudah sepi.


BERSAMBUNG.......