Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
mengenang masa lalu



di ruangan club study......


"akhirnya selesai juga ujian. " kata zane.


"pada akhirnya kita semua ada diperingkat sepuluh besar, ya kan. " kata nega.


"ya, sepertinya usaha kita belajar tidak sia-sia. " ucap dema.


"dema, kau akhirnya bicara juga. " kata seka sambil menatap dema.


"terserahlah. " ucap dema memalingkan wajahnya.


tiba-tiba saja Mira sensei datang ke ruangan club study.......


"oh, semuanya masih disini ya. " kata Mira sensei.


"Mira sensei, ada perlu apa ?. " tanya zane.


"tidak, aku hanya ingin melihat wajah kalian setelah melihat nilai prestasi kalian. " kata Mira sensei.


"begitu ya, sensei, kami akan segera pulang, ini kuncinya, ayo semuanya. " kata zane sambil memberikan kunci ruangan club study kepada Mira sensei lalu pergi bersama teman-temannya.


"dasar zane, ya sudahlah. " ucap Mira sensei sambil melihat zane dari kejauhan dan tersenyum.


lalu mereka semua pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


di rumah zane.......


"apa yang akan aku lakukan di liburan ini. " kata zane dengan raut wajah suram.


"kamu ingin liburan ?. " tanya Yuki yang sedang bersih bersih rumah.


"ya, setelah aku melakukan belajar ngebut, aku juga ingin reflesing kan. " jawab zane.


"oh, bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat. " ujar Yuki.


"tempat apa ?. " tanya zane.


"rahasia, jika kau penasaran aku akan mengajak mu nanti sore. " jawab Yuki sambil tersenyum.


"oh, baiklah kalau begitu. " ucap zane.


lalu di sore hari, mereka berdua pun pergi ke tempat yang dimaksud oleh Yuki.


"tunggu, bukankah ini dataran tinggi. " kata zane sambil berjalan.


"memang, kita akan menuju puncaknya, ngomong ngomong kita dulu pernah kesana kan. " kata Yuki dengan bersemangat.


"ya, aku jadi teringat dulu. " ucap zane mengingat masa lalunya saat zane dan Yuki pergi puncak dataran tinggi itu.


masa lalu...


"Yuki, cepatlah, kau lama sekali. " kata zane kecil.


"aku tidak kuat lagi, aku lelah. " kata Yuki kecil dengan kelelahan dan jatuh.


"apakah kau tidak kelelahan. " tanya Yuki kecil dengan khawatir.


"tentu saja, tapi aku ini laki-laki, tidak masalah bagiku, di puncak nanti kita bisa istirahat di pondok kecil itu, benarkan. " jawab zane kecil.


"ya, berjuanglah. " ucap Yuki kecil sambil tersenyum.


setelah sampai di puncak, mereka berdua beristirahat di pondok kecil.


"akhirnya sampai juga, apakah kau baik-baik saja, zane. " tanya Yuki kecil dengan khawatir.


"ya, aku baik-baik saja kok. " jawab zane kecil dengan kelelahan dan terbaring di pondok itu.


"ini, aku membawa botol air, ibuku bilang jika pergi ke puncak bukit ini akan sangat kelelahan, sepertinya kau lebih membutuhkannya daripada aku. " kata Yuki kecil sambil memberikan zane botol air minumnya.


"tidak, kau juga lelah kan, aku tidak enak jika seorang gadis yang juga kelelahan memberikan minumannya kepada ku, apa lagi kau sahabat ku kan. " kata zane kecil.


"kalau begitu, aku akan meminumnya setengah, dan kau juga setengahnya, bagaimana ?. " ujar Yuki kecil.


"ya, tapi itu nantikan bekasmu. " kata zane kecil.


"tidak apa-apa, zane, apakah kita akan selalu bersama seperti ini ?. " tanya Yuki kecil sambil menatap zane.


"ya, walaupun disekolah kita terpisah, kita bisa bertemu kapan saja setelah sekolah kan. " jawab zane kecil.


"zane, boleh tidak, aku menjadi istri mu. " kata Yuki kecil.


"eh, apa maksudmu. " ucap zane kecil pipinya memerah.


"tidak usah malu malu. " kata Yuki kecil sambil tertawa dan tersenyum.


"yaa, mungkin saja. " ucap zane kecil dengan pelan.


-----------------------------------------


akhirnya setelah beberapa saat zane dan Yuki sampai dipuncak dataran tinggi lalu melihat pondok yang mereka kenang.


"ternyata pondoknya belum berubah sama sekali ya. " kata Yuki melihat pondok yang dulu mereka berdua kenang.


"aku masih ingat. " ucap zane sambil mengingat masa lalunya.


"apakah boleh ?,. " tanya Yuki sambil menatap zane.


"eeh, aku belum memutuskannya sih. " jawab zane dengan pelan.


Yuki pun tertawa setelah mendengar perkataan zane.


"apa yang membuatmu tertawa ?. " tanya zane.


"tidak, hanya mengenang masa lalu yang indah. " jawab zane berhenti tertawa.


END SEASON..........