Memory In Love Season 1

Memory In Love Season 1
tinggal di satu rumah



di sore hari zane yang sedang istirahat dikamar tiba-tiba saja didatangi oleh ibunya dan mengajak zane berbicara.


"zane, apakah ibu bisa bicara sebentar denganmu. " kata ibunya zane sambil mengetuk pintu kamar zane.


"ibu, ada apa, " ucap zane sambil membuka pintu kamarnya.


"begini zane, ayah dan ibu akan pergi mengunjungi adikmu di asrama, sekaligus kami akan berlibur disana. " kata ibunya zane.


"ya, tidak masalah kalau ayah dan ibu pergi, aku bisa jaga rumah sendirian. " kata zane memotong perkataan ibunya yang belum selesai.


"dengarkan ibu dulu zane, kami juga akan berlibur bersama orang tuanya Yuki, karena dia kan yang mempunyai mobil dan mereka juga yang mengajak ayah dan ibu untuk mengunjungi adikmu, asrama adikmu itukan dekat dengan tempat yang akan kami tuju, maka dari itu mereka mengajak kami. " kata ibunya zane panjang lebar.


"apa !!, orang tua Yuki yang mengajak ayah dan ibu pergi, lalu bagaimana dengan Yuki sendiri. " kata zane dengan khawatir.


"nanti kamu juga tahu, baiklah ayah dan ibu akan pergi sekarang, jika kau menghawatirkan temanmu itu, kau bisa melihatnya di depan rumah. " kata ibunya zane sambil tersenyum.


"apa ?, sekarang, " ucap zane dengan terkejut.


setelah mendengar perkataan ibunya, zane langsung keluar dari rumah dan benar saja, Yuki ada di depan rumah bersama orang tuanya, zane yang melihatnya langsung kaget.


"Yuki, " ucap zane dengan terkejut.


"halo zane, ayah dan ibuku akan pergi berlibur bersama orang tua mu, apakah kau sudah diberi tahu. " kata Yuki dengan tersenyum.


"ya, aku sudah diberi tahu itu, tapi bagaimana denganmu nanti. " kata zane dengan khawatir.


"apakah kau bisa menjaga Yuki selagi pergi, " kata ayahnya Yuki.


"apa, " ucap zane dengan sangat terkejut.


"kami mempercayakan Yuki kepadamu, tolong jaga dia selagi kami pergi. " kata ibunya Yuki.


"tapi, berapa lama kalian akan pergi. " ucap zane.


"jika begitu, baiklah, tapi bagaimana aku akan mengawasi Yuki, apakah aku harus datang kerumahnya setiap hari. " kata zane.


"hahahahaha, pemikiran mu itu sama seperti ayahmu, ya. " ucap ayahnya Yuki sambil tertawa.


"sudahlah, tidak perlu dipertegas, zane saat kami pergi, Yuki akan tinggal dirumah kita sampai kami kembali, bukankah kau tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, kalau tidak ada Yuki, siapa lagi yang akan melakukan pekerjaan rumah tangga, benar begitu Beno. " kata ayahnya zane.


"benar sekali, baiklah kami akan pergi sekarang, aku mempercayakan Yuki padamu, nak. " kata ayahnya Yuki.


"baiklah, aku akan menjaganya. " kata zane dengan serius.


saat itu dimalam hari, orang tua mereka pun pergi membawa mobil, setelah itu zane mengajak Yuki masuk kerumahnya.


"ini sudah gelap, Yuki, ayo kita kedalam. " ucap zane sambil membuka pintu rumahnya.


"eh, ya, aku akan kedalam. " ucap Yuki dengan gugup.


"anggap saja rumahmu sendiri, biar aku bawakan tasmu sekalian ku antar ke kamar mu. " kata zane.


"ya, terimakasih. " ucap Yuki gemetar.


"ini kamarmu, maaf jika aku akan satu kamar denganmu karena tidak ada kamar lain, tetapi aku tidak akan macam-macam kok, aku akan tidur di kasur yang ada di atas, kau tidur di kasur yang ada di bawah saja, ya. " kata zane tidak percaya diri.


"ya, lagipula aku takut dengan ketinggian, (tapi kenapa aku harus satu kamar dengannya, sejujurnya aku tidak percaya diri jika harus tidur di kamar laki-laki dan aku tidak bisa menolaknya karena zane sangat baik.) " ucap Yuki dalam hati.


"syukurlah kalau begitu, Yuki aku ingin bertanya, lalu bagaimana dengan rumahmu. " kata zane.


"rumahku baik-baik saja kok, aku hanya takut tinggal sendirian jika tidak ada ayah atau ibuku dirumah, maka dari itu mereka meminta ku untuk tinggal denganmu sampai mereka kembali. " kata Yuki.


"jadi begitu ya, kau masih saja seperti dulu. " ucap zane dengan tersenyum.


(sepertinya tinggal berdua dengan zane tidak terlalu buruk juga.) kata terakhir Yuki dalam hati.