
waktu istirahat pun berakhir, zane yang sedang membaca novel langsung menutup nya, seketika itu murid murid datang ke kelas bersama Mira sensei di belakang mereka, waktu pelajaran pun dimulai, Mira sensei memberikan soal matematika yang sulit sehingga tidak ada murid yang bisa menjawabnya.
"zane, kau bisa menjawabnya kan ?. " ucap Mira sensei sambil menatap zane dengan serius.
"eh, aku, tentu saja aku bisa. " jawab zane dengan percaya diri.
"kalau begitu kenapa kau tidak maju dari tadi. " ucap Mira sensei dengan heran.
"maaf, aku hanya ingin tidak ingin terlalu mengandalkan diri ku saja, tetapi aku juga ingin memberikan kesempatan untuk teman-teman ku menjawab. " kata zane.
"hey zane, memangnya siapa lagi yang bisa menjawab soal yang sulit begitu selain kau. " tanya nega sambil membisiki zane.
"pasti ada kok, itu tidak terlalu Sulit, kenapa kau tidak coba berusaha. " ucap zane dengan agak keras sampai sampai Yuki mendengarnya.
lalu tiba-tiba saja Yuki mengangkat tangannya dan berjalan maju ke depan lalu menjawab soal yang tertulis di papan tulis, setelah selesai menulis di papan tulis, Yuki berbalik dan menatap zane.
"apa jawaban ku ini benar ?. " tanya Yuki sambil menatap zane dengan tersenyum.
"oh, ya, benar sekali. " jawab zane dengan mengacungkan jempolnya ke arah Yuki.
tiba-tiba saja Yuki teringat dirinya di waktu kecil, zane suka memberikan jempol kepada dirinya jika melakukan hal yang benar atau menilainya dengan tepat.
"kau hebat Yuki, jika kamu terus mengasah kemampuan belajar mu itu, kamu bisa seperti zane, silahkan kembali ke tempat duduk mu. " kata Mira sensei dengan senang.
"oh, terimakasih Mira sensei. " ucap Yuki sambil kembali ke tempat duduknya.
setelah itu lonceng yang menunjukkan waktu pulang pun berbunyi, zane sudah didepan sekolah sendirian, tiba-tiba saja Yuki memanggilnya dari belakang.
"Yuki, tumben, biasanya kau kan sudah pulang duluan, " ucap zane dengan heran.
"aku ingin menunggu mu, kita pulang sama-sama. " ucap Yuki dengan tersenyum.
"tapi kau bilang, malu jika kita pulang bersama. " ucap zane.
"bukannya itu sudah biasa aku mengacungkan jempol kepada mu. " ucap zane.
meeeka terus melanjutkan perjalanannya ke rumah, tetapi tiba-tiba saja, mereka melihat ada orang yang berduaan di taman meson.
"mereka sedang apa. " tanya zane dengan heran.
"biasanya kalau mereka berduaan begini.... " ucap Yuki dengan tidak yakin.
tiba-tiba saja zane menyadari sesuatu.
"Yuki, sebaiknya kita pergi, jika kita mengganggu mereka berdua, kita akan kena masalah. " kata zane dengan khawatir.
"memangnya kau mengerti apa yang dilakukan oleh mereka berdua ?. " tanya Yuki.
"sudahlah, ayo kita pergi. " ucap zane dengan memegang tangan Yuki dan menggeret nya pergi.
ketika sudah jauh dari taman...
"zane, genggamanmu terlalu kuat, tanganku jadi sakit. " ucap Yuki sambil berhenti lari.
"oh, maaf, aku terlalu panik tadi, (tangan Yuki sangat halus, sepertinya sejak dulu aku tidak pernah menyentuh tangannya karena dia selalu menghindar saat aku akan menyentuh nya). " ucap zane didalam hati.
"memangnya apa yang kau tahu dari kejadian tadi. " tanya Yuki dengan murung.
"sudah jelas kan mereka akan berdekat dekatan dan melakukan kontak fisik. " ucap zane dengan pelan.
"begitu ya, ngomong ngomong ini baru pertama kali kau menyentuh tanganku kan**. " kata Yuki dengan murung.
"kita bicarakan itu nanti dirumah. " ucap zane dengan tersenyum.
BERSAMBUNG........