
Roselia Wilona Jalfer POV.
Aku melihat ke sekelilingku. Aneh, aku tidak mengenali tempat ini. Tempat ini di kelilingi banyak bunga dan sangat nyaman. Hanya saja aku tidak bisa melihat siapa pun disini. Hanya aku dan bunga.
Perlahan seperti ada cahaya yang menarikku maju ke depan. Aku mengikuti cahaya tersebut. Namun tak lama kemudian, aku masuk ke sebuah jurang curam.
"Aduh! Aku merasakan sakit di bagian kepalaku. Aku terbangun dengan posisi kepalaku terjedut lantai dan kaki masih di kasur.
"Hai anak gadis- baru bangun jam segini!" Teriak sebuah suara yang memenuhi hariku selama 27 tahun. Mommy ku.
"Hah? Jam segini? Bukannya ini baru jam 5? Aku melirik jam di atas meja riasku dan menunjukkan pukul 6. Shit! Aku telat ke kantor. Namun karena aku masih mengantuk aku memejamkan mataku lagi. Sudah telat, sekalian telat saja. Batinku. Namun, aku merasa bokongku di tepuk.
"Mandi, Rose!"
"Nanti aja, mom." Jawabku malas.
"Ok, mom. Aku nyerah. Aku mandi."
"Good. Sudah seharusnya." Balas mommynya dengan nafas terengah-engah. Aku memasuki kamar mandi sebelum akhirnya mengingat sesuatu.
"Mom." Teriakku.
"Ya?" Balasnya sewot.
"By the way, aku bukan gadis lagi." Teriakku dari kamar mandi sambil terkekeh. Aku mendengar mommy berteriak frustasi di luar sana. Sebelum akhirnya mommy melempar sesuatu ke pintu kamar mandiku.
Hey, aku benar.
Tidak seorang perempuan yang sudah lebih tepatnya pernah menikah masih gadis kan?