
Sesampainya di kantin, mereka sudah di suguhkan dengan aroma dari makanan di sana dan juga sudah banyak kerumunan manusia manusia. padahal ini jam istirahat ke 2,tapi masih banyak yang mengantre untuk makan.
" Kita duduk di mana? " Tanya maira bingung, semua meja di sana sudah di penuhi dengan para manusia yang sedang menyantap makanan.
" Tenang udah kita booking, bentar kita cari dulu" ucap anggel. Anggel melihat ke sekeliling, lalu tertuju pada 3 orang pria di sana. 2 orang maira mengenali wajahnya dan satu lagi entahlah maira tak tau tapi yang ada di sana sangat menawan.
3 orang lelaki itu melambaikan tangannya menadakan mereka ada di sana dan menyuruh maira dkk duduk di sana. Maira hanya berjalan mengikuti anggel dan zane. Maira duduk di samping, Zane di tengah tengah dan di sisi yang lain di isi oleh anggel, maira berhadapan dengan 3 pria tampan itu sekarang.
" Mai pesen apa ? Biar aku yang pesenin" ucap anggel. Jika ada yang bertanya Zane dari tadi tidak bersuara dia sedang sibuk makan
" Mie ayam aja , tapi jangan terlalu banyak mie nya " ujar maira
" Kalo aku mie ayam, bakso, sama minumnya jus mangga ya " ucap Zane yang masih sibuk makan, anggel hanya memutar bola mata malas, bagaimana temannya ini sangat rakus.
"Lo itu lagi makan masa mau nambah lagi, dasar perut gentong" ucap lelaki tampan dengan gigi kelinci itu. sedangkan Anggel langsung pergi memesan
" Yey biarin enak tau ini makanan gak boleh di sia siain, dari chef ternama kalo mau makan harus ngantre dulu baru bisa makan" ucap Zane dengan sombongnya dan makanan itu sudah hampir habis.
" Emang dari siapa sih" ucap lelaki itu lagi penasaran
" Tante itvi" ucapnya singkat sembari menghabiskan sisa sisa makanan itu
" Yey kok gak bilang mau dong gue juga, minta lah dikit" ucapnya memelas,. Namun Zane memberikan tempat makan itu kosong
" Makasih" ucap Zane lalu memberikan tempat itu kepada maira
" Pelit! ,Kok bisa Tante itvi masak buat lo?" Ucapnya sambil mencibir Zane
" Itu anaknya" jawab anggel yang baru saja datang menunjuk maira " makanannya nanti mang ujang yang bawa" jelasnya kepada Maira, anggel seperti tahu isi kepala maira. dan Maira hanya mengangguk.
" Oh yang seminggu lalu pindah dari Bandung? Udah sekolah aja, btw kelas kamu di mana? Sama namanya siapa?" Cerocos laki laki itu
" Hehe iya,. Nama aku maira, kelas 10 IPA-1" ujar maira sambil tersenyum
"Cantiknya! Wih jarang jarang loh ada yang masuk IPA 1, apalagi pindah gak ada tuh dalam kamus sekolah ini, aku aja seminggu yg lalu baru di pindahin dari kelas IPA 5 ke ips 3. Oh iya kenalin aku rafaelo Samuel zunt , orang ter imut,Termanis, terganteng di sekolah ini, kamu bisa panggil aku Samuel atau kaya mahkluk yang ada di sini panggil gue sam" cerocos Samuel itu.
" Jangan kegoda Mai dia playboy cap kaki gajah" ucap zane, tak lama makanan yg di pesan pun sampai.
Mereka memakan dengan khidmat. Juga ada sedikit celetuk an dari anggel,Zane dan juga Samuel. Sedangkan 2 orang sisanya makan dengan tenang dan tak ada sepatah kata pun yang di keluarkan. Namun..
Prank...
Seseorang menumpahkan air jus ke roknya maira dkk, untungnya maira bisa menghindar, entah itu di sengaja atau tidak namun wanita itu hanya menatap dan tersenyum kecut
" Eh maaf gak sengaja tadi gelasnya licin" ucapnya ' yah gak kena ' batin wanita itu
" Ihk Sam kamu kok jahat sih apa jangan jangan gara gara cewek ini jadi kamu lupa sama aku?" Ucap tanya merengek
" Ihk jijik tau gue mau sama lo,lo itu cocoknya jadi Tante gue bukan pacar gue!" Ucap Samuel sambil menghina Tasya
" Cewek ini tuh yang tadi pagi ngajak ribut tau gak kak Daniel, kak daniel kan yang tadi misahin aku" ucap Tasya sambil mengerjapkan matanya polos
" Iya! Tapi kamu yang cari masalah" ucap Daniel yang baru saja mengeluarkan suara nya sambil meminum minuman kaleng. ah rasanya maira ingin bersorak karena di bela oleh lelaki ini,juga Tasya yang kehabisan kata kata.
" Maaf ya soal keributan tadi, sama ini juga gak papa kok gak kena juga. Jadi kamu bisa pergi sekarang" ucap maira sambil tersenyum manis, tentunya mengusir secara halus Tasya.
" Kamu ngusir aku?" Tanya Tasya dan hanya mendapat tatapan tajam dari 5 orang yang ada di meja maira " ya udah aku pergi deh" jawabnya lagi. Lalu Tasya pergi ke mejanya dan dengan raut wajah yang di tekuk
" Caper banget tu orang" dengus Samuel
" Biasalah" ucap Zane
" Sam ntar pulang nebeng ya, Oma sama opa gue pergi,terus gue nginep di rumah kamu boleh lah kan ada si billa ya ya ya" ucap anggel memelas sambil mengedipkan matanya berkali kali
" Gue ikut" sahut Zane
" Ya elah udah nampung 2 anak sekarang tambah 2 lagi besok besok mau gue buat panti lah tu rumah. Lama lama beras gue abis" ucanya
" Kamu gak ikhlas ?" Tanya daneil. Lalu Daniel melangkah pergi
Daniel tersinggung karena yang di maksud dalam 2 orang itu adalah dirinya dan adiknya.
" Bu bukan gitu bang , jangan bapeur dulu Napa !" Ucap samuel sambil sedikit berteriak "kalo gue ribut sama tu manusia es lu ber2nya tanggung jawab, Napa kagak di rumah zane atau gak di rumah si aries ini aja sih" ujarnya lagi sambil sedikit mengancam, ia tak mau kena marah atau apalah dari orang dingin itu.
" Lu tau di rumah gue kan, lagi panas hawanya tau, kalo di rumah si aries takut gue! bapaknya kaku bener, kalo di rumah si maira masa baru kenal langsung nginep. sopan santun dong bang sama malu lagi gue" ucap Zane
" Nanti gue kerjain pr Lo deh" tawar anggel
"Oke" ucap Samuel cepat sambil berjalan mengejar Daniel dan di susul oleh aries
" Kalian udah makannya?" Tanya maira sambil menyedot susu putih tawar itu, dan mendapati gelengan dari anggel dan Zane yang sudah mulai memakan mie ayam nya lagi.
" Itu masih banyak mie nya Mai , buat gue aja ya" ucap Zane dan hanya di angguki oleh maira , anggel yang melihat hanya menggelengkan kepalanya
" Lu di kasih makan gak sih di rumah" ucap anggel jengah
" Kagak" singkatnya