
Maira melangkah masuk ke caffe tersebut, di sana lumayan cukup ramai pengunjung. Ya mungkin tempatnya yang strategis juga nyaman. Maira duduk di pojokan dekat dengan Pohan yang tak terlalu tinggi. Maira memesan terlebih dahulu jus strawberry, tak lama ada suara yang sangat familiar
" Rara" ucapnya sambil memegang pundak maira
" Mrs" ucapnya sambil berdiri dan memeluknya. " Rara rindu" ucap maira lagi
" Jangan rindu, rindu itu berat biar aku saja" guraunya
" Heheh emangnya dilan" ucap maira sambil duduk
" Mrs juga kangen kamu udah hampir 5 tahun kita gak ketemu ya" ucap Mrs Sandra itu, maira mengangguk sambil menyeruput jus strawberry itu
"Kamu pindah kok gak bilang? Mrs taunya dari Miss Selena" ucap Mrs Sandra
" Hehehe sebenernya si aku gak mau pindah, masa baru sekolah 1 bulan udah pindah. Tapi, ya ayah sama bunda maksa" eluh maira
" Iya Mrs tau semua" ucapnya sambil menatap maira lekat
" Mrs aku gak gitu Mrs. Dia cuman jebak aku aja sama drama aja biar semua orang benci aku" ucap maira penuh dengan emosi
" Mrs tau kamu gak gitu kok Mrs percaya sama kamu, buat apa kamu gitu" ucap Mrs Sandra beralih tempat duduk dan mengelus kepala maira lembut.
Jika di lihat sekilas mereka seperti seorang anak dan orang tua. Sebab hubungan dan kasih sayang yang mereka berikan satu sama lain sangat besar dan erat.
Di saat mereka sedang bercanda gurau dan curhat, datang lagi sesosok wanita dengan kira kira usia 26 sampai 28 tahunan.
" Ya ampun ra, Miss cariin kamu ke mana mana ternyata ada di sini! Miss telponin kamu gak di angkat angkat " ucap wanita yang berdiri di samping maira
" Hehehe Mrs Selena,ngapain ke sini?" Tanya maira sambil memandang wanita itu.
Mrs. Sandra adalah guru les menggambar maira, saat maira berumur 3thn Mrs. Sandra yng menemani maira di masa kecil maira. Maira tinggal bersama kakek dan neneknya pada saat umur 3 thn. pada saat itulah kakenya menyadari bakat maira dan memberikan guru les private padanya,seiring berjalannya waktu Sandra Bukan lagi guru private nya namun malah menjadi managernya.
karna maira yang ingin tau dan punya bakat lainnya Mrs Sandra mencarikan guru guru lainnya ,karna sayang nya kepada Mrs Sandra kakeknya tidak memecatnya dan malah men jadikan maneger maira, namun pada usia maira baru mau menginjak 11 tahun Mrs. Sandra hamil dan melahirkan membuat ia harus berhenti karena di larang oleh suaminya. mrs Sandra juga pindah ke Jakarta pada saat itu.
Kakek maira memberikan lagi guru les private& manager untuk maira, ia adalah Miss Selena yang saat itu berusia 22 maira dan Selena begitu dekat seperti hanya dengan Mrs Sandra. Miss Selena adalah adik sepupu dari Mrs. Sandra. Miss Selena mendidik maira dengan baik, ia menjadi maneger sama halnya dengan Mrs. Sandra. Miss Selena aktif dalam mengembangkan bakat bakat maira hingga maira bisa membuat galery seni, menjual beberapa hasil lukisnya, menjual beberapa desain baju kepada orang lain dan juga maira sering sekali pulang pergi ke luar negeri untuk melalukan perlombaan atau hanyak sekedar pendidikan saja.
" Yey dasar gak tau diri, ya Miss nyari kamu lah ada undangan nih dari high school yang kamu mau mau itu" ucap Miss Selena sambil duduk di depan maira dan memberikan hpnya kepada maira
"Ini beneran Miss?" Tanya maira antusias
" Masa boong itukan email dari sekolah nya langsung, sama itu ada stempel an, kalo kamu setuju nanti seminggu lagi kamu berangkat" ucap Miss Selena
" Miss.... Mrs... Bantuin aku dong bujuk bunda supaya bisa berangkat ya ya ya" bujuknya pada 2 orang yang ada di sana dengan mata memelas khas untuk mengambil hati orang orang
" Kok jadi kita sih gak ya kamu aja yang bujuk, aku lemah sama mba itvi mah. takut dia ngamuk" ucap Mrs Sandra
" Kok gitu sih aku kan udah nanti in banget mau masuk ke sana" ucap maira sambil memainkan bibir juga tangannya lesu
" Apa lagi kamu bisa sekolah menetap di sana, sama dapet beasiswa dari mulai masuk sampe nanti kuliah. Terus kamu bisa masuk jadi pelukis, desainer, dancer, aktris, penyanyi, balerina,pianis dll udah langsung nentu itumah. Sama temen temen kamu banyak yg ikut lo" ucap Miss selena sambil memanas manasi maira supaya ikut, ya agar Miss Selena bisa keluar negeri lagi, dan dapat money.
" Bunda udah larang aku Miss, apa aku kabur aja ya? Terus sokolah di sana" ucap maira tersenyum aneh
" No no no Miss sama Mrs bisa di gorok sama bunda dan ayah kamu nanti" ucap Miss Selena
" Ya udah kalo gitu Miss bantu aku,, kalo nanti aku menang perlombaan kan nanti juga Miss dapet duit banyak tuh" goda maira
" Oke" jawab Miss Selena
" Haha kamu mata duitan ya Lena" ucap Mrs Sandra
" Buat masa depan mba" elak Miss Selena
" Buat masa depan apaan setiap aku pergi ke luar negeri, kalo pembimbingnya gak boleh ikut Miss mah sering tuh jalan jalan memanfaatkan keadaan tau" ucap maira
"Itukan harus di manfaatkan dengan baik bisa jalan jalan ke luar negeri tanpa harus bayar tiket pesawatnya" elaknya lagi
" Sama kapan ya Miss nikah, udah jadi perawan tua tuh" sindir maira
" Terserah Miss aja kasian tau akutuh, kalo di Bandung udah di nyinyirin di sepanjang komplek hahaha, untung pindah. Oh iya satu lagi aku udah bisa mandiri ya Miss cuman bunda aja yang over banget" ucap maira
" Kamu bilang kalo maira udah mandiri kamu mau nikah sama siapa? Pohon pisang ? Pohon jambu? Atau pohon kelapa?. Setau aku kamu belum punya pacar deh, yang Deket aja gak ada" ucap Mrs Sandra
" Eh mrs jangan salah, kan sir Ridwan ada, terus Mr. James juga ada sama bang Andra juga masih oke" ucap maira
" Masa yang masih berondong sih" ucap Miss Selena
Jika di bilang berondong sih gak kayak nya. Karena sir Ridwan cuman beda satu tahun dengan miss selena, lalu jika Mr James itu lebih tua dari Miss Selena dan bang Andra lebih muda 5 tahun dengan miss selena.
Miss Selena itu tak mau dengan yang lokal, katanya dia ingin menikah dengan para bule bule di luar negeri sana.
" Udah bulak balik ke luar negeri tapi masih gak dapet tuh bule nya, yang lokal juga gak ada apalagi yang bule" ucap Mrs Sandra.
Tawa ketiganya pecah. Bahkan yang ada di caffe itu semua nya melihat ke arah maira. Maira langsung menunduk malu dengan tingkahnya, sedangkan 2 ibu ibu itu hanya mengangguk angguk kan kepalanya saja.
" Oh iya itu siapa Mrs dari tadi duduk di pojok sambil nunduk lagi" tanya maira pada Mrs Sandra sambil menunjuk anak laki-laki yang usianya kira kira 5 tahunan
" Anak Mrs lah, ganteng kan? , Dia sedikit pemalu tau, apalagi Deket monster kaya kamu" ledek Mrs Sandra
" Za sini dong,,, gak kangen apa sama bibimu yang cantik jelita ini" ucap Miss Selena
" Idihh PD bangen ya Miss, eh aku bukan monster ya" ucap maira, sedangkan Miss Selena hanya memutar bola matanya, sambil merangkul anak itu
" Terus apa?" tanya Miss Selena
" Dedemit akutu" ucap maira nyeleneh
tawa merekapun pecah lagi. Memang jika sudah berkumpul dengan yang sehati pasti akan sangat seru bukan?.
" Ha hallo bibi sama kakak, kenalin kak nama aku heiza " ucap anak dengan suara khas anak kecil itu sambil mendongakkan kepalanya
Degg....
Nyutt...
Maira menatap anak itu, di dalam dada maira seperti ada yang menyetrum jantungnya. maira teringat kenangan masa lalunya dengan seorang anak laki laki. Tak terasa air mata jatuh di pelupuk mata maira, maira hanya melamun menatap anak itu sendu. Tersimpan rasa rindu dan kesedihan di dalamnya.
"Ra kamu kenapa" tanya Mrs Sandra panik
" Mba kenapa bawa heiza si!" Bisik Miss Selena
" Kenapa" tanyanya lagi
" Dia kan mirip sama alm kei mba,, masa mba gak tau masa kecilnya" ucap Miss Selena sambil memeluk maira
" Ya ampun mba lupa gimana ini" ucapnya panik sambil menatap maira sendu
" Mrs kenapa gak ke Bandung waktu itu?" Tanya maira serak
" Mrs lagi ada di belanda, sama heiza sakit jadi gak bisa pulang" ucap Mrs Sandra." Tapi Minggu lalu Mrs udah ke Bandung" ucapnya lagi
" Terus papi sama mami?" Tanya maira
" papi sama mami pindah ke Kalimantan, katanya gak mau inget inget lagi kei " ucap Mrs Sandra.
Papi dan mami yang di maksud adalah orang tua Mrs Sandra. Maira sengaja memangilnya mami dan papi karena, mereka yang menginginkan maira memanggil nya demikian.
" Ini salah aku, andai aja aku gak egois dan suruh kei berobat ke luar negeri, gak ikutin aku terus. pasti sekarang kita masih bisa sama sama" ucap maira sambil menyeka air matanya
" Itu udah takdir Ra, papi dan mami juga udah relain kei, sama itu juga bukan salah kamu. Kei udah berusaha buat sembuh,tapi..." Ucap Mrs Sandra.
Mrs Sandra dan laki laki yang di sebutkan maira itu adalah adik kakak. Kei adalah laki laki yang selalu menemani maira saat menjalani masa kecilnya. Kei dan maira tumbuh bersama, mereka terpaut usia 3 tahun. sampai pada saat 5 bulan yang lalu kei meninggal dunia, kei menyembunyikan penyakitnya selama beberapa tahun kebelakang. kei sangat menyayangi maira begitupun sebaliknya.