MAIRA

MAIRA
15. tugas



Hari sudah semakin siang, maira juga sudah merasa jauh lebih baik dari sebelum. Tak lama bel berbunyi menandakan pelajaran pertama di mulai. Seluruh siswa sudah duduk di bangku masing masing.


Hari ini pelajaran b. Inggris, b.Indonesia, seni dan prakarya.pelajaran pertama di mulai dengan b. Inggris, dan sekarang ini adalah tes memorize, dan berbicara bahasa Inggris. Semua siswa hari ini mengambil nilai tak ada yang terkecuali.


" Njel ginama nih gue gugup nih takut salah nanti ngomongnya" ucap Zane


" Sama Zane gue juga ini hati serasa mau loncat" ucap anggel memegang dadanya


" Papa lo kan di Amerika masa lo gak bisa sih" ucap Zane


" Lah lo anak orang kaya masa gak bisa bahasa Inggris" ucap anggel berbisik.


Sebenernya mereka pandai dalam berbicara bahasa Inggris, namun karena gugup dan ini adalah sekolah baru membuat mereka sedikit tak percaya diri. Apalagi pelajaran ini di hapalkan, pelajaran Indonesia saja jika menghapal sering melenceng dari teks apalagi ini bahasa asing dan berpidato pula.


Juga mereka yang hanya di beri waktu beberapa jam saja untuk menghapal. Pidato bahasa Inggris yang di hapalkan langsung dari guru itu. Membuat yang tidak terlalu lancar bahasa Inggris kalang kabut.


" Oke sekarang pengambilan nilai jadi ibu absen dari yang paling belakang, yang ujung itu silahkan maju" ucap Bu guru itu menunjuk aries. Aries maju ke depan


aries mengucapkan kata kata itu dengan tepat, ya seperti anak supel pada umumnya. Yang ingin mendapatkan pujian dan nilai terbaik dari gurunya. Nilai yang baik adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi siswa siswa.


" Bagus kata kata kamu sudah benar" ucap guru itu. " Ayo lanjut" ucap nya lagi, sekarang giliran maira yang maju ke depan. Maira maju dengan degupan jantung yang sangat kencang.


Karena maira siswi baru jadi banyak sekali orang orang yang membicarakan nya. Pembicaraan siswa banyak yang menghina maira juga ada beberapa yang membela maira.


' lah bukannya itu anak baru ya'


' heeh mana bisa dia, baru 2 hari juga'


' heeh caper banget sih, kalo gak bisa ya bilang aja kali gak usah bikin malu diri sendiri'


' hahaha anak kampung mana bisa'


' eh jangan hina gitu, bisa jadi dia lebih jago dari kita'


Itulah ucap siswa siswi di sana. Maira tidak mendengarkannya. Maira mengenalkan diri lalu mulai berbicara. Semua orang melongo menatap maira tak percaya, termasuk guru, aries ,Zane dan anggel. Entah karena terpesona dengan maira yang sedang berpidato atau entah karena vibe maira yang berbeda saat berbicara bahasa Inggris.


" Wih gila si maira pinter banget bahasa Inggrisnya, ris ada saingan nih" ucap Zane menatap aries ke belakang


" Hahah bener ada saingan nih ya" goda anggel


" Kalian harap fokus ke depan, nanti giliran kalian berdua!" Ucap aries menatap mereka berdua, Meraka hanya mendengus saja lalu berbalik menatap kedepan lagi.


Maira sudah menyelesaikan pidato nya sekarang dengan sangat baik juga lancar. Lalu guru itu bertanya


"Yes, Mom, I am a new student. I just spent 2 days here( iya bu, saya murid baru, saya baru 2 hari sekolah disini)" jawab maira dengan bahasa Inggris pula


"Wow, you can memorize the lessons I gave and you are very good at speaking English"


(Wow, kamu bisa menghafal pelajaran yang aku berikan dan kamu sangat pandai berbicara bahasa Inggris) ucap guru tersebut memuji maira


"It's just a lesson I've learned in my old school, and thanks for the compliment ma'am"(Itu hanya pelajaran yang saya pelajari di sekolah lama saya, dan terima kasih atas pujiannya Bu)ucap maira lancar dengan ucapannya, ah sekarang maira terlihat seperti orang asing dengan bentuk wajahnya yang ke barat baratan. Apa karena maira lahir di luar negeri jadi wajahnya tak lokal? Ah itu hanya rahasia bunda dan ayah maira yang membuat nya.


"Wow, really? Your old school must be good, because this is grade 11 lesson"


(Wah benarkah? Sekolah lamamu pasti bagus, karena ini pelajaran kelas 11) ucap lagi guru itu.


Ternyata maira hanya berbohong saja, karena itu belum di pelajari oleh anak kelas 10. Maira ketahuan menipu.


"Thank you for the compliment ma'am, I permit to sit back down"(Terima kasih atas pujiannya Bu, saya izin untuk duduk kembali) ucap maira lagi sambil melangkahkan kakinya ke belakang


"Yes, please sit back"( Ya, silakan duduk) ucapnya lagi


Maira duduk kembali di kursi nya . 2 teman perempuan nya itu langsung ribut di sana. Tes pun terus berjalan sesuai urutan tempat. Ada yang bisa berbicara dengan baik, ada yang terbata bata dan ada juga yang berbicara dengan aneh, berbeda dengan bahasa Inggris pada umumnya. Membuat gelak tawa terdengar di ruangan kelas itu.


Jam pun berputar dengan cepat hingga tiba saatnya pergantian pelajaran. Pelajaran sekarang ini adalah bahasa Indonesia. Namun di tengah pelajaran di potong dengan bel istirahat. Lalu setelah itu di lanjut lagi sampai 30 menit sebelum istirahat ke 2, setelah pelajaran Indonesia di sambung dengan pelajaran seni dan prakarya.


Sekarang ini baru memasuki mata pelajaran ke 2 yaitu Indonesia, pelajaran Indonesia hanya merangkum bab 2 saja, namun itu sangatlah banyak. Pak guru juga menagih tugas tugas yang belum.


" Di sini ada siswa baru ya? Coba angkat tangan! Terus sebutin siapa nama kamu?" Ucap pak guru


" Saya pak, nama saya maira putri vels" ucap maira berdiri sambil mengangkat tangan


"Oke tugas kamu masih kosong jadi, tolong nanti buat karangan minimal 2 kaca kertas volio ya, sama nanti pinjem catatan temen kamu, kalo udah kasih ke saya, nanti saya kasih kamu ulangan susulan" ucap guru berkumis itu


" Pak catatan saya sudah selesai" ucap maira


" Oh bagus, sini biar saya nilai, nanti setelah istirahat kamu ulangan ya" ucap guru itu. Maira maju ke depan dan memberikan catatannya kepada guru berkumis itu


" Bagus baru 2 hari udah selesai bab 1 bab 2nya juga hampir selesai, singkat tapi jelas dan semua poin pentingnya ada " puji pak guru itu, sambil membuka buku maira


" Makasih pak" ucap maira


" Iya, kamu selesai kan sekarang rangkuman nya nanti istirahat langsung ulangan, kamu boleh duduk sekarang " ucap pak guru itu. Maira mengangguk dan kembali duduk dan merangkum lagi.