MAIRA

MAIRA
17. seni



Bel terdengar lagi menandakan jam pelajaran telah usai. Sekarang berganti dengan seni, semua siswa pindah ke ruangan lain. Di ruangan itu terdapat panggung yang tak terlalu besar, beberapa alat musik juga lukisan lukisan. Maira sangat suka dengan suasana ini dan tempat ini,ia pasti akan sangat betah sekolah di sini. karena semua fasilitas tentang segala yang menyangkut seni ada sini. ya memang maira pecinta seni.


Di sana juga sudah ada guru, ibu guru yang lumayan cantik lalu di mejanya tertera nama tari Anggraini s.pd, mungkin namanya Bu tari. Semua siswa duduk di kursi kayu yang melingkar menghadap panggung itu.


" Ada anak baru?" Tanya Bu tari


" Iya saya Bu ada apa?" Jawab maira sambil berdiri


" Nama kamu maira?" Tanyanya lagi, Maira hanya mengangguk an kepalanya membenarkan.


" Nanti kamu mencatat, lihat ke teman kamu, lalu kamu susulan untuk menari tari tarian tradisional dan tarian modern, dan satu lagi sekarang akan ada tes menyanyi dan bermain alat musik, jadi kamu ikut kelompok yang 4 orang ya" ucapnya pada maira


" Saya tinggal sedikit lagi Bu kalau mencatat, jika bisa sekarang saya bisa melakukan susulan tari Bu, oh iya kelompok bernyanyi saya siapa?" Ucap maira masih berdiri


"Oh bagus, saya boleh lihat catatan kamu?" Ucap Bu tari, maira maju ke depan, sedangkan yang lain sibuk berlatih memainkan alat musik dan bernyanyi


" Bagus tinggal beberapa halaman lagi selesai, oh iya kamu bilang mau susulan kan, coba sekarang pikirkan terlebih dahulu salah satu tarian tradisional,sama modern kamu bisa dance. Kalo soal kelompok kamu bisa bersama ketua kelas itu" ucap Bu tari sambil menunjuk aries


" Kalo jaipong bisa Bu?" Tanya maira


" Bisa, Karena teman kamu berkelompok jadi jika mau berkelompok bisa Minggu depan, ada anak yang belum susulan juga sekitar 2 orang, tapi kalau mau sekarang tidak apa apa, lebih cepat lebih baik" ucap guru tersebut


" Sendiri saja Bu, kebetulan saya dari Bandung jadi bisa, tapi kalo soal pakaian gimana Bu? apa harus pakai pakaian tradisional nya juga?" Ucap maira


" Gak perlu! pake seragam aja yang ini, gak papa kok" ucap Bu tari karena sudah tau bakat maira


" Sekalian sama dance nya ya Bu" ucap lagi maira. Bu taripun mengangguk menandakan persetujuan. Maira mulai bersiap siap di sana, sedangkan Bu tari berjalan menuju panggung itu.


Bu tari sedikit berbicara dengan anak anak di sana, dan tak lama memanggil maira ke depan.


Maira mulai menari dengan di iringi musik khas Jawa barat. Seperti gendang, suling, kecapi dll. Maira menari dengan sangat lincah dan gemulai sesuai dengan musik yang di mainkan. Semua orang menatap binar maira, tariannya sangat indah walaupun tarian tradisional dan sederhana, ahk jika maira memakai kebaya pasti sangat cantik dan anggun,tapi kerena pakaian maira yang terbatas, jadi tak apa. maira tetap cantik. seharusnya kita sebagai penerus bangsa bisa mendedikasikan budaya lokal, bukan hanya budaya luar saja.


Maira selesai menari dan di sambut tepukan tangan yang sangat meriah dari teman temannya. tak butuh waktu lama, atau istirahat maira langsung melanjutkan tarian modern nya. bu tari menghidupkan musiknya yang ke KPop KPop an.


Maira mulai menari kembali,Maira menari dengan sangat berkharisma, lincah, gemulai, dan energik . Maira meletakan jasnya di pinggang menutupi paha kalau kalau terlihat saat melakukan gerakan yang membuat rok yang terangkat, membuat ia semakin cantik, seksi dan juga mempesona. Seluruh siswa menatap maira dengan mata yang berbinar dan mulut yang menganga dan tidak rapat.


'gila cantik bener'


'incaran gue'


'the next most beauty'


'masuk M5 ini'


'kudu jadi idol Korea inimah'


'mirip artis Korea beuh'


'mamak calon mantumu, udah di depan mata!'


' boleh di karungin gak sih? mau di bungkus, terus di bawa pulang'


Itulah pujian para siswa bergemuruh di seluruh ruangan seni tersebut. Semua siswa memujinya, tak terkecuali para ciwi ciwi yang merasa sok kecakapan itu dan tersaingi.


Maira turun dari panggung dan mendapat tepuk tangan yang sangat amat meriah. Bagaimana tidak ia sangat keren tadi, apalagi di saat itu maira bisa menguasai tarian tradisional yang sudah hampir di lupakan dan punah. ya mungkin anak remaja sekarang lebih memilih dan menyukai tari tarian dari mancanegara, bukan lokal. dan dance yang sangat menakjubkan. 2 perpaduan yang sangat sempurna, cinta tanah air dan tidak ketinggalan jaman.


" Mai gila keren banget, kapan kapan ajarin kita ya" ucap Zane masih melongo melihat maira menari dan dancenya tadi


" Hahaha iya iya" ucap maira cengengesan sembari menggaruk tengkuknya, anggel memberikan 2 jempol di tangannya, ia tak bisa berkata kata lagi.


Tak lama bel istirahat ke 2 berbunyi lagi. Maira dan kawan kawan pulang kembali ke kelas, nanti jika sudah istirahat mereka akan kembali lagi ke ruang seni itu.


"Gais kita latihan lagi ya, soalnya ada member baru di sini, lupakan soal makan! , Kita harus dapat nilai yang sempurna" ucap Zane melupakan soal perutnya dan sangat ambisius


" Bentar" ucap maira memberhentikan pembicaraan itu


" Apa ?!" Tanya anggel


" Nama dia siapa?" Ucap maira di sana sambil menunjuk laki laki yang dari tadi ikut ngobrol


" Ya ampun maira, kita dari tadi sekelompok tapi gak tau nama dia! kamu keterlaluan ish" ucap zane menggeleng gelengkan kepalanya, sedangkan maira hanya tersenyum kuda saja di sana sambil menggaruk kepalanya tak gatal.