
Tek lama terdengar teriakan dan suara air, mungkin itu dari arah kolam renang. Semua orang berlari ke arah kolam renang,ya sedari tadi mereka sudah siap mengintip, tapi nyali mereka menciut kerena yang di intip adalah Daniel si manusia es, yang sedari tadi di maki Billa. Mereka semua di kejutkan dengan Daniel yang sudah tercebur ke dalam air
"Daniel!?"
" Kak Daniel"
" Kakak!"
"Snow"ucap maira, semua menatap maira dan kucing nya yang sudah basah kuyup. meraka berpikir bahwa Daniel lah yang sudah melempar kucing ke kolam renang.
Daniel yang sudah naik kembali ke daratan terduduk lemas, seperti ada sesuatu yang mengganjal nya, rasa sedih, kecewa,takut juga trauma, itu terlihat jelas di mata maira. Tak lama Daniel melangkah pergi begitu saja, tak ada sepatah katapun yang terlontar dari mulut nya itu,karena tak berkata apa apa semua orang kecuali maira jadi menatapnya sinis.
Sekarang Daniel sudah ada di kamar tamu, karena kamarnya masih berantakan seperti kapal pecah dan snow sudah di keringkan. Karena merasa bersalah maira mendatangi kamar Daniel dengan membawa secangkir teh hangat dengan aroma mawar di padukan dengan sedikit perasan lemon. Awalnya teman temannya melarang namun, berkat bujukan maira mereka pasrah dengan keinginan maira.
" Permisi kak! Boleh masuk?"ucap maira, Daniel hanya menatap maira lalu mengangguk.
"Di minum kak" ucap maira menyodorkan cangkir teh tersebut. " Makasih udah nyelamatin kucing aku" ucap lagi maira.
" Kamu gak takut sama aku? Semua orang ngejauh, tapi kenapa kamu gak seperti mereka?sama bilang makasih? Bukan nyalahin aku?" Tanya Daniel berturut turut, maira yang melihatnya sedikit prihatin dengan keadaan Daniel. Pasti ada yang di sembunyikan dari diri Daniel yang tak bisa di ungkapkan dengan kata kata ataupun tindakannya.
" Kenapa takut? Kakak itu baik! Terlebih kakak kayaknya menyesal udah kasar sama adik kakak. Walaupun aku gak tau apa apa tapi aku liat kakak itu tulus . Dan satu lagi bukannya kita harus berterima kasih ya? Tadi kucing aku kecebur kan ? Terus kakak yang bantuin. dan satu lagi kalau kakak jahat kakak akan biarin aku jalan pulang sendiri dan gak akan menempati janji kakak ke bunda buat bawa aku pulang. toh itu bukan urusan kakak kan? dan gak ada sangkut pautnya sama kakak, bahkan kakak gak tau kan wajah aku gimana, tapi kakak nyari aku tuh" ucap maira duduk di kursi dekat meja bundar
" Enak juga" ucap Daniel meminum teh tersebut. " Tapi gimana kalo aku yang lempar kucing kamu ke kolam?karna aku benci misal" Tanya Daniel
" Hahaha gak mungkin" jawab maira
" Kenapa?" tanya lagi Daniel
" Hello aku gak sebodoh itu kak! Kalo kakak yang lempar kucing aku harusnya sedari awal, terus kalo kakak benci ngapain berenang buat nyelamatin kucing aku. Terlebih kakak kayaknya gak bisa berenang" ucap maira yang sedikit mengejek. Sejak kejadian maira di bonceng oleh Daniel urat malu maira juga mungkin sudah putus, ahk tuh kan di ingatkan kembali maira belum berterima kasih dengan benar juga saat maira yang mengata ngatai Daniel.
" Aku bisa berenang!" Ucapnya tegas
" Kakak bisa cerita ke aku pelan pelan! Aku emang gak bisa bantu apa apa, tapi aku siap jadi pendengar kakak kok" ucap maira lembut,Daniel hanya menatap maira intens.
" Sorry lancang" ucap maira pada Daniel ia tahu bahwa ini baru beberapa kali maira dan Daniel bertemu
" Hemm gak papa" jawab Daniel lembut
" Daripada curhat ke kucing mending ke pemiliknya aja! Kucing gak akan kasih solusi tau" ucap maira. Ada benarnya juga perkataan maira sih, tapi kok kayak sindiran ya?
Daniel pun perlahan mulai terbuka dan menceritakannya, dari mulai orang tuanya bercerai hingga ia tinggal di palu bersama ayah, namun terjadi hal naas menimpanya, yang mengakibatkan ia mengalami trauma. Terjadi tsunami di daerahnya yang dulu. yang mengakibatkan papi, kakek dan neneknya meninggal dunia.
Yang tersisa hanya ia seorang diri, lalu ia di bawa oleh ibunya ke Jakarta dan menetap di Jakarta, Beberapa orang menyalahkan Daniel termasuk adiknya sendiri atas kematian papi,kakek dan neneknya.
Tak lama Daniel di Jakarta momy nya juga meninggal dengan penyakit kanker stadium akhir, peristiwa naas itu terus menimpa anak yang baru berusia 15 tahun di kala itu.
Maira mendengar cerita Daniel sedikit terkoyak hatinya.
" Semua cobaan pasti ada jalan keluarnya, dan itu menjadi pelajaran agar kakak kuat dalam menghadapi apapun! seperti baru karang yang selalu di hantam ombak, tapi tetap masih tegae!" ucap maira menyemangati, Daniel mengangkat ujung bibir tipis.
" Kamu orang ke 2 yang dukung aku dan mendengarkan aku cerita, aku rindu momy" lirih Daniel menahan air mata, maira mengusap punggung Daniel lembut.
"Kalo kamu butuh temen curhat chat aku aja , nomer nya ada di grup atau kamu mau kucing aku?tadi aja curhat sama kucing" Ucap maira sambil menggoda Daniel. "Aku punya 2 kucing tentang aja" tambahnya lagi
" Kucing juga boleh! Tadi siapa namanya? Now now?" Ucap Daniel, ia sudah terbuka dengan maira, maira mengingatkan nya pada momy Daniel yang telah tiada. Kerena sikap maira yang sangat mirip dengan Momynya Daniel. Lembut, perhatian, juga penyayang.
" Snow" ucap maira sedikit berteriak karena di sebut now now
imut. kata itu terlintas lagi di benak Daniel
Sedangkan Billa,Zane,anggel,Samuel,dan aries hanya mengintip di balik pintu,ini pertama kalinya Daniel berbicara panjang lebar dan terbuka pada seseorang, juga sedikit candaan yang di lontarkannya. Ada sedikit rasa sakit di hati Billa saat mendengarnya curhatan hati sang kakak. Kenapa ia tak menyadari luka sang kakak yang di deritanya.