
Ke 4 remaja itu selesai berbicara. Mereka memilih untuk ke luar, ternyata di sana sudah ada sang bunda yang sedang memasak kue di temani oleh Mirzha sang adik.
" Kalian mau kemana?" Tanya sang bunda melihat para remaja itu
" Bosen Bun di kamar terus" ucap maira mendekati sang bunda yang sedang membuat kue. Maira menyomot kue itu, namun mendapat geplakan dari sang bunda
" Kamu jangan asal nyomot sana ambil pisau sama piring!" Ucap sang bunda, sedangkan 3 orang lainya sedang mengganggu adik maira
" Gak ahk, gak enak kalo gak pake tanganmah serasa ada yang kurang gitu" ucap maira. Maira mendekat kepada teman temannya, maira bergabung menjahili sang adik.
" Bun liat nih kakak kakak gak ada akhlak, malah rebutin kue aku, itu kan banyak kak" ucap mirzha merenggang minta bantuan pada sang bunda
" Abis gabut, jadinya gini nih. Mir kamu jangan pelit nanti idungnya panjang loh"ucap Zane pada Mirzha, ia juga masih memakan makanan Mirzha, sama seperti teman teman yang lainnya.
" Ya udah bantuin bunda aja, jangan ganggu in Mirzha nanti dia gigit kalian mau?" Ucap sang bunda.
Para remaja itu mulai mendekat dan membantu bunda maira membuat kue, para remaja yang mendekati bunda maira seperti anak TK yang di suruh kumpul oleh gurunya, mereka sangat patuh pada bunda maira.
" Eh yang hidung panjang itu Pinokio, yang sering boong kak. Lagian aku gak gigit kok aku bukan guguk tau" dengus adik maira tak terima di kata katai oleh sang bunda juga zane
" Oh berarti kalo mau idungy mancung harus bohong ya" ucap billa polos sambil memegang hidungnya, dan menarik narik hidungnya sampai memerah.
" Bukan gitu konsepnya bil bil" ucap anggel menepuk dahinya.
Para gadis membuat kue dengan di penuhi canda dan tawa, wajah anggel dan zane sudah di penuhi oleh tepung, sedangkan Billa dan maira sekarang bajunya sudah di penuhi dengan tepung juga cipratan bahan untuk membuat kue. Ah Meraka sangat kacau sekarang.
Bunda maira sudah dekat dengan anggel, Zane, juga Billa dari dulu, mungkin karena efek orang tua yang sudah berteman lama. Juga anak perempuan yang tidak ada di dekatnya membuat ia selalu rindu, dan mengundang ke3 remaja pubertas ini.
tak lama ada suara seorang laki laki yang mendekat ke arah dapur itu, ia adalah...
" Hola epribadeh" teriak laki laki itu. " Eh bujuk tu muka apa donat gula Alus" celetuknya lagi. Semua wanita yang ada di sana menatap laki laki itu, di susul oleh anak laki laki seusia Mirzha
" Ya ampun ada hantu yang tempramen tapi kok kayak kucing kecebur got ya?" Cibir anak laki laki itu.
" Enak aja, ngapain lu kesini cuman buat hina kita, udah balik sana! Mau minta kue doang gak modal amat lu!" ucap Billa pada kedua laki laki itu.
" Eh kakak Sam sama exal, kak jangan ladengin para betina, lagi betelor mereka! Exal ayo main sama aku aja yuk!" ucap mirzha. Ya itu adalah Samuel dan sang adik Rivan exal zunt.
" Bill balik, kakak lu udah nyariin" Ucap Samuel, dan sang adik hanya mengangguk membenarkan, adik Samuel sangat lucu sampai sampai maira gemas sendiri. Adik nya saja sudah lucu apalagi kakaknya aduh meletoy inimah.
Billa yang sedang sibuk menatap mereka ber2 ." Bodo gue gak peduli tuh"ucapnya lagi, bukannya takut ini malah bilang bodo, ahk semua orang yang ada di Jakarta emang aneh semua ya?
" Bil lu lupa apa? Dia marah noh gara gara laptop nya lu apain sih ? Tuh juga kucing lu buat kamarnya berantakan, kasian bil kucing lu mau mati noh!" Ucap Samuel pada Nabilla. Nabilla langsung melotot, ia lupa kemarin ia meminjam laptopnya untuk nonton, dan kemungkinan laptop nya sekarang sudah ngelag.
"mati! kok bisa? Gimana dong! Baju gue juga kotor nih, pasti dia marah deh. Kalo gue ngumpet si Agust gak bisa dikuburin " ucap billa. Sekarang ia panik sendiri. Ha tadi saja dia bilang bodo? Dan sekarang dia panik sungguh ekspresi manusia tak bisa di tebak ya!
"Mai kita boleh numpang bersih bersih gak" ucap anggel, maira mengangguk.
Tak usah di beri tahupun mereka sudah tahu di mana kamar mandi nya. Meraka ber3 juga sudah menyimpan baju di rumah maira. Karena bunda sering kesepian. jadi bunda, sering mengundang mereka untuk menginap.
Tiga orang itu sudah pergi meninggalkan maira,bunda , Samuel,exal, juga Mirzha. Maira hanya diam saja tak tau apa apa.
" Tunggu Agust teh Saha" ucap maira dengan logat Sundanya
" Kucingnya kak bill bill" ucap exal di sana. Maira mengangguk, tak lupa dengan maira yang masih gemas dengan exal, berbeda dengan adiknya mirzha, exal sangat imut di usia nya yang sudah berumur 7 tahun juga tubuh nya yang kecil.
berbeda sekali dengan adiknya yang sudah tumbuh tinggi, beda dengan maira yang kecil. Apa ini yang di namakan adik akan lebih tinggi daripada sang kakak? Hahaha itu pasti di benarkan oleh bunda maira.
Maira berlalu begitu saja menyusul para gadis itu.
Selang 30 menit kemudian, mereka selesai membersihkan diri. Meraka langsung pergi, meninggalkan maira di sana. Maira sengaja tidak ikut campur urusan orang lain.
" Kakak gak ikut mereka?" Tanya sang bunda juga sudah rapi. Sekarang ini mereka sudah berada di meja makan
" Buat apa?" Tanya maira sambil memasukan kue yang tadi di buat oleh Meira dan kawan kawan. Maira sedikit was was dengan kue itu, kue yang tepungnya saja sudah mendarat di muka Mereka, tapi tetap di makan oleh maira karena rasanya enak, sayang kan kalo di buang, kita kan harus hemat. Benar kan?
" Buat nonton pasti seru! Apalagi sambil makan kue kayak gini" ucap sang adik, maira hanya menatap tajam, sang bunda hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.
" ih males harus ngurusin orang, belum tentu orangnya mau kurus" ucap maira nyeleneh
"Apa sih gak jelas, bentar aku lagi mencerna perkataan kakak" ucap sang adik mengangkat ke dua tangannya, lalu memijat kepala, seperti orang yang sedang berfikir.
" Maksud kakak itu 'ngurusin' itu dalam artian kurus, bukan 'ngurusin' dalam artian ikut campur masalah orang! , Gitu aja ngeblank. Bunda aja yang udah tua tau " ucap sang bunda, maira hanya cekikikan dan mengacungkan ibu jarinya saja.
" Oh iya" ucap mirzha baru mengerti dengan ucapan sang kakak
" Gitu aja gak tau" dengus maira menyindir. "Bun snow sama Suga mana?" Ucap lagi maira sembari celingak celinguk
Yang di maksud maira adalah kucing, maira memelihara 2 kucing kucing lucu, keduanya berwarna putih. seputih salju dan gula, maka dari itu maira memberikan nama snow(salju) dan Suga(R)/ gula.
Yang membedakan keduanya adalah warna mata, snow memiliki warna mata biru laut. Tadinya maira ingin memberi nama Elsa namun kedua kucing itu jantan. Dari mana maira tahu kucing itu jantan? Jawabannya liat sendiri di dekat kedua kaki belakangnya ada yang bulat menonjol atau tidak.
Sedangkan warna mata Suga yang satu berwarna biru dan yang satunya lagi berwarna coklat kehijauan.
" Ada tuh" ucap sang bunda menunjuk sudut rumah, kedua kucing itu sedang bermain dengan karpet bulu. ah itu sangat menggemaskan.
Maira menatap lalu mendekat dan bermain dengan kedua kucing nya, ia lebih memilih bermain dengan kucingnya dari pada harus ikut campur masalah orang yang hampir tak di kenal. apalagi maira sangat sayang pada kucing kucing lucu itu.