MAIRA

MAIRA
16. mengerjakan



Bel istirahat pun sudah berbunyi, semua siswa langsung berhamburan ke luar dari kelasnya meninggalkan apa yang sedang mereka kerjakan.


" Oke anak anak sampai di sini pelajaran b. Indo nanti setelah istirahat di lanjut lagi" ucap pak guru itu berlalu meninggalkan muridnya di kelas.


" Mai ke kanti yuk" ajak Zane


" Gak dulu deh zane, aku mau ngerjain tugas biar cepet ke kejar" ucap maira mengeluarkan kertas volio bergaris dari dalam tasnya, ya maira memang sering membawa kertas volio, kertas HVS,pensil warna dan lain sebagainya.


" Ya udah mau nitip apa?" Tanya anggel yang sudah berdiri di sana


" Jus strawberry sama kue ringan aja, ini uangnya" ucap maira sembari memberikan uang berwarna merah 2 lembar dan uang berwarna biru satu lembar.


" Kebanyakan Mai" ucap anggel


" Gak papa, jajanin aja uangnya sama kalian kalo sisa, itung-itung traktiran dari aku" ucap maira yang sudah mulai menulis lagi


" Beneran?" Ucap Zane dan mendapat anggukan dari maira.


Mereka ber2 pergi ke kantin, sedangkan maira masih duduk di kursi kelasnya, hanya ada beberapa orang yang masih duduk, mungkin mereka membawa bekal dari rumah. Maira memang tak terlalu suka belajar. Namun, ia lebih tak suka menunda tugas tugas nya apalagi jika sudah menumpuk.


Sedangkan Zane dan anggel sudah ada di kantin, di sana sangat berisik dan sangat penuh, bagaimana tidak anak kelas 10 saja ada 13 kelas belum lagi kelas 11 dan kelas 12, makin sumpek saja kantin. Jika siswa sudah masuk maka Kanti itu terlihat sangat luas seperti lapangan, 2 kali lapangan basket. Tapi ya karena siswanya yang begitu banyak jadi tertutup oleh kerumunan.


" Njell kamu nyari minuman aku nyari makanan ya, kita bagi tugas kalo nunggu satu satu bisa keburu masuk" ucap Zane menatap kerumunan itu


" Oke kamu pesen minuman apa?"tanya anggel sambil melihat tempat para penjual minuman


" Pesen minuman pop ice nya satu sama jus mangga aja" ucap Zane


" Eh dasar rakus ini duit orang woy" dengus anggel


" Mayan masih gede nih uangnya kesempatan njell" ucap Zane sambil memamerkan uangnya


" Terserah kamu aja, aku pesen burger itu aja" ucap anggel sambil menunjukan kedai di sana, Zane hanya mengangguk dan memberikan satu lembar uang berwarna biru pada anggel


" Lah bukannya tadi yang merah ya" ucap anggel


"Minuman itu murah njell makanan yang mahal mah, jadi jangan protes cepet sana keburu bel masuk" ucap Zane pergi meninggalkan anggel, anggel hanya memutar bola mata malas. kenapa ia mendapat teman yang seperti itu sih batinnya.


Selang 10 menit maira sudah mengerjakan tugas karangan yang di berikan guru tersebut sebanyak 1 setengah kaca, tinggal setengah kaca lagi maira menyelesaikannya. Maira bisa di bilang anak yang sangat cerdas, tapi ia tak menunjukan kecerdasannya itu maira berlagak seperti anak pada umumnya saja.


Anggel dan Zane sekarang ini sudah berada di depan kelas dengan berbagai macam makanan, di tangan mereka sangat penuh dengan kantong keresek.


" Kalian abis malak di mana?" Tanya maira sambil menatap kedua orang di depannya itu


" Enak aja malak" ucap Zane tak terima


" Umpetin di belakang aja, sama masukin dalam tas, kolong meja juga ada. Biar nanti gak ke kantin lagi, ini juga kita dorong dorangan sama yang lain" ucap Zane lagi, anggel mengangguk setuju


" Ya udah mana pesenam aku?" Ucap maira membuka isi dari kantong keresek itu, ternyata di sana ada 4 burger ukuran sedang, ada nasi dan ayam, ada beberapa bungkus gorengan, ada juga beberapa helai roti panggang, tak lupa kue dan Chiki Chiki, juga ada beberapa batang coklat. Sedangkan minuman nya ada 2 buah susu coklat dan 2 buah susu strawberry, pop ice dan juga 1 jus strawberry dan 2 buah jus mangga


"udah makasih ya" ucap maira mengambil jus tomat, kue dan satu helai roti panggang


" Iya sama sama" ucap Zane yang sudah rakus makan sedari tadi


" Kalo jadi cewek jangan rakus rakus amat! Malu tau" nasehat anggel


" Kalo urusan perut nanti aja gengsinya" ucap zane, sedangkan anggel hanya menyeruput susu kotak rasa strawberry sambil memutar bola matanya lagi.


Akhirnya mereka memakan apa yang ada di meja maira, ah itu sangat penuh dengan makanan. Tapi tak lama meja itu sudah bersih, Mereka hampir menghabiskan nya. Ya tak semuanya habis bersih sih, karena mereka juga manusia yang pasti kenyang. dan akhirnya mereka menyimpan sebagian makanan itu di kolong meja.


Bel masuk pun berbunyi, semua siswa masuk ke dalam kelasnya lagi. Mereka semua mencatat pelajaran yang tadi sudah di perintahkan. Sedangkan maira ia memisahkan diri, sekarang ia sedang melakukan ulangan susulan, bersama siswa yang remedial.


1 jam berlalu sangat cepat, maira sudah menyelesaikan ulangan tersebut dengan baik, ia melanjutkan tugas yang ada dalam folio nya itu. Tak lama maira menyerahkan folio tersebut kepada guru yang berada di depan.


" Permisi pak, ini yang tadi bapak tugasin sudah selesai" ucap maira


" Oh bagus langsung di kerjain ya, anak rajin. Ya udah kamu langsung baca di depan anak anak lain" ucap lagi pak guru. Maira mengangguk dan melangkah kakinya ke depan. Maira membacakan tulisannya dengan menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai.


' gila murid baru kita rajin gais'


' suara itu loh yang bikin hati bergoyang'


' adem banget suaranya'


' jadi ngantuk weh'


Itulah bisikan para anak anak di sana. Maira menyelesaikan bacaannya dengan baik


" Bagus maira, kamu anak yang rajin jadi anak anak contohlah maira, dia rajin, pinter,sopan sama cantik lagi" puji pak guru


" Cantikan aku" ucap wanita di bangku tengah


" Itu menuru lo aja kali, gak usah ke pdan kali jadi cewek" ucap salah satu laki laki dari belakang sana,lalu semua berteriak menyorakinya


" Kalian yang belum tuntas harus malu sama maira, dia udah tuntas semua" ucap pak guru, murid murid hanya ricuh dengan ucapan pak guru tadi.


" Kamu bisa duduk" perintah pak guru, maira hanya mengangguk dan pergi begitu saja.