MAIRA

MAIRA
21. nebeng



" oke aku jawab" ucap maira menarik nafas, Bu tari hanya mengangguk. " Iya aku buka galery di sini tapi belum buka, sekitar 3 Minggu an lagi bukanya, dan ya aku masuk ke sana tapi gak sekolah di sana, Bunda gk izinin kalo sampe sekolah di sana, bunda cuman ngizinin aku lomba sama belajar dikit dikit paling cuman 1 sampai 2 Minggu di sana, berangkat nya mungkin seminggu lagi" ucap lagi maira


"Yah, padahal guru guru lain udah rekomendasi in kamu buat lomba matematika, terus b.indo, b.inggris juga" ucap Bu tari


" Emang kapan? Kok bisa di rekomendasi in padahal aku baru beberapa hari sekolah" ucap maira


" 2 Minggu lagi, yang waktu ulangan sama tes tes itu buat seleksi" ucap Bu tari, maira hanya mengangguk juga mengingat tes tes yang di ikutinya.


" Kamu kenapa tadi nari jaipong terus dance sama main musik biasa aja, biasanya kan suka wow gitu! Terus kenapa kamu rahasia in identitas kamu saat lomba? Semua orang cuman tau orang indo yang bisa ngeborong habis kejuaraan di luar negeri" ucap Bu tari dengan cerocosan nya.


"Nanti kalo aku publish pasti aku di undang sana sini, males tau. Kalo soal yang tadi semuanya muji aku loh, masa biasa aja" canda maira


" Heh teteh tau ya power kamu gimana! Gak segitu harusnya lebih lagi dong" ucap Bu tari lagi


" Nanti aku ketahuan dong" ucap maira.


Mereka terus berbincang sampai lupa waktu, lalu ada laki laki yang datang ke ruangan Bu tari dan maira


" Permisi Bu!" Ucap laki laki itu


" Ada apa Daniel" ucap Bu tari ramah, ya itu adalah Daniel sang ketua OSIS.


" Ini Bu tas anak yang katanya lagi ada di ruangan ibu, saya mau kunci pintunya Bu" ucap Daniel, ya Daniel adalah orang yang sering mengunci pintu kelas dan memeriksa barang barang yang tertinggal mungkin karena dia ketua OSIS di sini.


" Oh tas aku, makasih kak" ucap maira mengambil tasnya, Daniel berlalu tanpa sepatah kata pun


" Sombongnya" ucap maira


" Emang gitu Ra. oh iya teteh mau pulang ada urusan, kamu mau pulang ? Atau udah di jemput" ucap Bu tari sambil berdiri. Sekolah sekarang sudah sepi.


Maira juga lupa sudah janji dengan seseorang waktu itu, maira pun ikut berjalan ke luar bersama Bu tari.


Mereka keluar bersama di sana, maira menolak ikut dengan Bu tari karena berbeda arah, Bu tari langsung pulang begitu saja. Namun, di satu sisi maira menyesal tak ikut dengan Bu tari, karena sekarang supirnya belum juga datang, ia tak melihat hpnya. Dan saat melihat hpnya alangkah terkejut maira.


Mang one ( Wawan)


Non, maaf saya gak bisa jemput non, soalnya mobilnya non di pake den mirzha, mobil den mirzha ban nya kempes, mobil cadangan lagi di servis, mobil tuan dan nyonya juga gak ada. Den mirzha lagi pergi sama temennya, pulang nya nanti malem.¹²'³⁴


' nyesel aku gak ikut teh tartar tadi, jadi aku harus jalan ke depan, mana jauh dan gak ada orang lagi. Nasib nasib.' gerutu maira dalam hati.


Tid...


Tid....


Suara tlakson motor sport berbunyi di belakang maira, maira menoleh dan menatap orang yang berhenti di depannya itu. Dia adalah kak Daniel, tetangga nya itu.


" Ayo naik" ucap Daniel membuka helmnya


" Mau culik gue ya" ucap maira waspada


" Untuk ?. lagian kamu kan perempuan, dan jalan sendiri saya gak tega. oh ya satu lagi, kamu anak Tante itvi kan? nah mama mu tadi telpon suruh bawa anaknya pulang. itu pasti kamu kan? cuma kamu yang belum dan di jemput " ucapnya. Maira hanya diam saja di sana, ia lupa bahwa Daniel adalah tetangga nya


" Mau modus ya" ucap maira lagi


" Enak aja, kalo gak mau ya udah aku pergi, aku cuman jalanin perintah sama kasian aja anak gadis jalan sendiri di sini, di sini tuh banyak kriminal" ucapnya lagi, maira yang tadi mendengar kata kriminal langsung naik begitu saja.


" Eh langsung naik, belum juga di idup in ni mesin, untung gak jatuh" gerutu Daniel pada maira, maira hanya tertawa


" Pegangan" ucap Daniel lagi, maira memegang sisi baju Daniel. Daniel mulai melajukan motornya itu, namun baru beberapa detik Daniel sudah memberhentikan lagi laju motor nya. Maira yang terkejut langsung memeluk Daniel erat.


" Bisa gak, gak usah peluk peluk!" Ucap daniel, Daniel melepaskan tangan maira dari pinggangnya itu.


" Abis ngerem mendadak si, terus tadi bilangnya harus pegangan " ucap maira mundur beberapa centimeter dari sana


" Paha kamu keliatan, di dalem tas saya ada jaket, jadi kamu pakai itu buat nutupin" ucap Daniel, maira mengangguk dan menggeledah tas daniel, ya walaupun gak sopan sih tapi apa boleh buat. Maira menutupi pahanya dengan jaket berwarna merah milik Daniel.


Setelah menutup pahanya Daniel melajukan lagi motor menuju rumah. Maira tidak memeluk Daniel seperti orang orang pada umumnya, ya karena pas tadi berhenti saja sudah marah, apalagi sepanjang jalan,bisa bisa ia tak jadi membawa maira pulang. akhirnya maira berpegang di besi motor belakang. Seperti kakek kakek dan nenek nenek.


Motor Daniel sudah memasuki halaman rumah maira. Maira turun dari motor besar Daniel.


" Makasih kak, ini jaket aku cuci dulu ya! Nanti baru aku kasih ke kakak kalo udah di cuci" ucap maira memegang jaket Daniel, Daniel hanya mengangguk dan melajukan lagi motornya menuju halaman rumah miliknya.


" Judes amat" ucap maira sedikit kencang. Daniel yang sedang menuruni motornya menatap maira tajam, ia masih bisa mendengar ucapan maira karena jarak mereka yang tidak terlalu jauh. Maira hanya mengangguk anggukan kepala nya, sambil tersenyum menampakan gigi putihnya. maira mundur ke belakang lalu berlari sekuat tenaga menuju pintu rumahnya. Bagaimana bisa maira lupa kalau Daniel adalah tetangga depan rumahnya, sekarang ini maira hanya menggerutu tidak jelas. ah ia sangat malu sekarang, bagaimana bisa seseorang tidak tau terima kasih .