
Maira berangkat ke sekolah pagi sekali, jam masih menunjukan 06.05, maira sudah berangkat dari tadi. Sekarang ini maira sudah berada di halaman sekolah, di sana masih terlihat sepi, hanya beberapa anak rajin dan yang sedang piket kelas saja yang sudah berada di ruangan kelas, termasuk para OSIS sudah siap di depan gerbang untuk memeriksa kelengkapan seragam siswa.
Maira berharap sudah ada orang di kelasnya, bukan karena takut, melainkan hanya ingin meminjam buku catatan.
" Pagi semua!?"ucap maira
" Pagi juga" jawab salah seorang siswa
" Ya ampun udah ada orang!" Ucap maira terlonjak kaget, siswa itu hanya menatap maira dan kembali pada bukunya. maira melangkah menuju meja paling belakang, ia menarik kursinya dari belakang, karena ia tahu aries tidak akan mudah memberikan jalan padanya.
" Aries boleh pinjam buka gak?" Tanya maira pada aries. Ya orang yang sudah ada di kelas pagi buta begini adalah Aries si anak supel juga kaku.
" Boleh, sebentar saya cari dulu" ucap aries sambil membuka tasnya. " Ini buku bukunya! Kamu mau menyalinnya?" Ucap lagi aries memberikan buku buku itu
" Makasih!" Ucap maira menerima buku tersebut, sambil mengangguk. Maira membuka buku itu dan ternyata tulisan nya sangat rapi dan masih tidak terlalu banyak tulisannya.
" Wih rapi, jarang jarang loh cowok nulis nya rapi gini! Untung masih dikit, jadi gak perlu lama lama ngejar materi yang ketinggalan" ucap maira memfoto isi buku aries
" Iya masih sedikit karena masih baru masuk, sekolah juga baru 1 bulan ini. jadi masih belum terlalu banyak tugas" ucap aries. Aries melihat maira sibuk memfoto buku itu bukan menulisnya lalu ia bertanya. "Kamu kenapa memfoto nya? Mengapa tidak di tulis di buku?" Tanya aries, maira hanya menatap dan masih fokus pada buku buku yang lainnya
" Nanti kalo udah di Poto baru di Catat. Biar nanti kalo gak keburu bisa liat di hp, jadi buku ini gak di bawa pulang. nanti kalau ada ulangan atau hal lain dan bukunya ada di aku, kamu mau gimana?" ucap maira. Aries tak menjawab lagi, ia hanya mengangguk setuju dan melanjutkan membaca buku tebal, entah buku apa itu, karna melihat covernya saja sudah tidak enek. Sedangkan maira sibuk menulis di bukunya, namun wajahnya sedikit pucat.
" Kamu tidak apa apa?" Tanya aries melihat maira yang pucat dan berkeringat
" Gak kok santai aja. Oh iya ini tugasnya ya? " Ucap maira sambil menunjuk soal di sana. Aries hanya mengangguk, ah di mata maira itu sangat lucu berbeda jika ia sudah berbicara.
Maira hanya melihat soalnya, tenang maira bukan orang yang suka mencontek, prinsip maira adalah biarlah nilai jelek asal usaha sendiri, dan tidak percaya dengan orang lain walaupun dia baik mungkin saja itu hanya jebakan.
25 sudah berlalu, para siswa mulai berdatangan namun masih sedikit. Mungkin karena sekolah mulai jam setengah 8. jadi para siswa masih bersiap di rumahnya, Salah satu siswa yang sudah datang adalah Zane dan anggel.
" Pagi semua" teriak Zane
" Berisik Zane masih pagi udah kayak di hutan aja" ucap anggel menyenggol tangan Zane, juga mengomelinya
" pagi pagi udah ngomel, cepet tua tau!!. ya ampun ris sekarang udah ada temennya ya" ucap zane sambil mendaratkan bokongnya di kursi di ikuti dengan anggel di sana. Aries hanya menatap Zane dengan alis yang terangkat
" Tuh si maira, dari kapan mai?udah dari tadi?" Ucapnya lagi
" Hehe iya ini lagi nyatet pelajaran yang ketinggalan, udah dari setengah jam yang lalu mungkin" ucap maira sambil menunjukan bukunya
"26 menit yang lalu"ucap aries membenarkan. Maira hanya menatap dengan mulut terbukanya bisa bisanya dia menghitung waktu datang maira sampai sekarang, apa jangan jangan dia juga sudah tahu tinggi badan maira yang mungil ini.
" Sakit perut" ringis maira
" Kok bisa? lagi ada tamu?" Tanya anggel terus menerus
" Gak kok " ucap maira
" Salah makan?" tanya Zane. Maira hanya mengangguk membenarkan ucapan Zane
" Makan apa?" Tanya anggel
" Makan nasi goreng " ucap maira masih menulis di bukunya
" Lah?!" Ucap Zane dan anggel serentak
" Aku alergi bawang putih sama pencernaan aku itu dari kecil udah gak baik, jadi kalo pagi pagi dan kebanyakan makan nasi atau makanan berat lainnya pasti sakit" ucap maira menjelaskan
" Emang ada alergi bawang? Dan gak bisa makan nasi! masih bertahan hidup pula" ucap Zane. Maira hanya tersenyum dan menggeleng tak tahu.
Anggel juga sudah berdiri mengajak maira untuk pergi ke UKS, namun maira menolaknya karena sedikit lagi catatan nya selesai.
Tak menghabiskan banyak waktu Maira menyelesaikan catatan nya dengan sangat cepat, sampai sampai Zane dan anggel menyandingkan maira dengan aries, ya karena sama sama anak yang sangat sangat tekun.
" Kamu alergi bawang putih?, bukankah hampir semua makanan di Indonesia memakai bawang ?" Ucap aries
" Iya si tapi bunda suka cari pengganti nya, atau gak pake bawang putih aja gitu" ucap maira
" Mai lu vampir ya"interogasi Zane dan anggel. Maira hanya memanyunkan bibirnya tak terima, bagaimana bisa di dunia yang sudah modern seperti ini ada yang namanya vampir, itu hanyalah dongen anak anak.
Maira membuka tas nya dan di sana sudah ada obat alergi maira, ya maira selalu membawa obat kemanapun ia pergi, untuk jaga jaga saja bila maira memakan bawang, atau pencernaan nya sedang tidak baik.
" Cie ada yang samaan nih" ucap anggel. Sedangkan maira hanya menatap bingung keduanya.
" Tuh si aries juga suka bawa kotak P3K" tunjuk Zane, mereka sudah tahu karena tumbuh besar bersama.
Iya aries membawa kotak P3K kemanapun dia pergi. Dan jika di tanya maka jawabannya hanya sedia payung sebelum hujan atau sedia obat obatan sebelum terluka, seperti itulah kira kira jawabannya. maira hanya melongo dengan itu.
Memang benar dia juga membawa obat, tapi itukan obat untuk alergi nya kambuh, lah ini membawa kemanapun kotak P3K tanpa tahu tujuan, ya walaupun bagus si ide brilian nya, tapi bisa bisanya ya seorang murid SMA berinisiatif seinisiatif ini. Maira menggeleng tak percaya.