
" Ya ampun maira, kita dari tadi sekelompok tapi gak tau nama dia , kamu keterlaluan ish" ucap zane, maira hanya tersenyum kuda saja di sana sambil menggaruk kepalanya.
" Kenalin nama aku William Henry, panggil aku Wili aja" ucap wili. Maira mengangguk dan menyalami tangannya, maira tak mengucapkan namanya karena maira tahu bahwa Wili mengetahui namanya.
"Oh iya aku lupa tadi waktu istirahat pertama masih ada makanan sisa di kolang meja bentar aku bawa ya" ucap Zane pergi ke bangkunya mengambil makanan itu
" Hah aku kira dia lupa soal makan eh taunya masih saja" ucap anggel datar, orang yang mendengar nya hanya menggelengkan kepalanya.
" Kamu bawa alat musik apa?" Tanya aries pada anggel
" Hihi gak bawa apa apa, cuman bawa diri aja sih!, Kalo kalian bawa apa?" Ucap anggel
" Bawa gitar, tapi ada di gudang olahraga gak di bawa kesini ribet" ucap wili yang sudah duduk di bangku barisan pertama.
" Kalau saya bisa meminjam piano di ruang seni& musik" ucap aries yang juga ikut duduk
"Terus kita ber3 apa dong?" Ucap Zane yang muncul tiba tiba dan memberikan dan membagikan makanannya ke setiap manusia yang ada di hadapannya
" Kalian bisa apa?" Tanya aries pada ke 3 wanita di depannya itu, mereka bertiga serempak menggeleng
" Huh,,,, kita cari aja di ruang musik " ucap wili dan di setujui oleh semua anggota.
Mereka berjalan ke ruang musik. Ruang seni dan ruang musik itu beda ruangan, namun masih satu bangunan dan satu gedung, ruangannya menempel satu sama lain. di sana juga ada pintu besar yang terhubung antara ruang musik dan ruang seni.
Ternyata di sana sudah banyak siswa yang berebut alat musik, padahal mereka kaya tapi mereka tak mau ribet membawa alat musik dari rumah ke sekolah karena di sekolah juga sudah tersedia.
Mereka masuk beriringan,maira yang terakhir masuk. Maira sangat kagum dengan ruangan ini, karena semua alat musik di sini lengkap, dari mulai yang tradisional sampai yang sudah modern.
" Udah habis" eluh Zane
" Itu ada " ucap maira sambil menunjuk alat musik yang tergeletak di bawah
" Masa gendang emangnya kita mau dangdutan apa?" Ucap zane sedikit ngegas. maira hanya tersenyum saja di sana
" Tuh ada saksofon, harmonika, sama cello" ucap maira
" Itu biola maira" ucap Zane
" Bukan itu viola " ucap anggel
" Kalo biola itu semacam yang mencakupi suatu rumah tangga nya. nah double basa itu kayak ayahnya, yang paling besar tapi nadanya yang paling rendah, ukurannya bisa sama dengan manusia. Nah kalo cello itu ukuran lebih kecil dikit di banding double basa, nada nya juga rendah, memiliki karakter suara yang tenor, biasa di mainkan dengan di sandarkan di depan dada. Kalo violin itu kayak kakaknya, ukurannya lebih besar 4 inch di banding viola, senar yang dimiliki yaitu C-G-D-A. Karakter suaranya dianggap sebagian orang mempunyai nada yang lembut dan manis. Nah yang terakhir ini anak bungsu yang paling kecil dan terkenal, namanya viola, dengan karakter suara sopran atau memiliki pitch nada tertinggi, mempunyai 4 buah senar yaitu; G-D-A-E." Ucap maira panjang lebar sembari menunjuk satu satu alat musik itu.
" Lama lama kamu kayak jadi si aries, padahal baru 2 hari loh,tapi udah ketularan" ucap anggel
" Cuman ngasih tau aja, sama itu juga cuman buat musik aja" dengus maira
Di saat maira sedang mengobrol dengan mereka semua, selalu saja ada yang mengganggu atau mungkin dia iri.
" Berisik tau gak sih " ucap Tasya masih memainkan piano nya
" Maaf, lagian yang berisik itu kamu!, Yang kamu mainin itu salah, seharusnya_" ucap maira namun di potong oleh Tasya
" Sotay amat. Tau apa sih kamu?Terus yang aku lagi mainin di tangga nada apa?" Ucap Tasya meremehkan
" Tangga nada diantonis,yang memiliki 7 nada dan memiliki 2 tipe nada yakni 1 dan 1 ½. yang kamu mainin itu nada pop dengan tangga nada minor, tapi kamu mainin itu dengan tangga nada mayor yang jika dimainkan akan menimbulkan suasana khidmat, dalam, sedih atau gelap" jelas maira. Mereka semua menatap maira tak percaya, oh sungguh bangku barisan terakhir semua otaknya seperti Albert Einstein semua ya, otaknya sangat encer. sekarang tidak hanya Mr google saja, Miss google juga sudah lahir ternyata. kenapa di sebut Miss dan Mr google, ya karena mereka menjelaskan semuanya dengan sangat detail seperti bertanya pada google saja.
" Miss google sudah lahir gans! lihatlah dua orang ini ortaknya sama sama encer. sekarang Mr google tak sendiri lagi" teriak Zane, semua orang melihat keributan tersebut dan hanya menontonnya saja.
Tring....
Tring....
Tring.....
Bel masuk berbunyi lagi, semua murid di ruangan itu masuk ke ruang seni, di sana sudah ada Bu tari.
" Siang anak anak" ucap Bu tari
" Siang Bu" serentak seluruh siswa
"Kita mulai lagi ya belajar nya,nyanyi berkelompok nya sekarang di tunda saja ya, soalnya ibu baru dapat perintah dari kepala sekolah, katanya sekolah kita akan mengikuti perlombaan beberapa cabang mata pelajaran, termasuk seni. maka dari itu ibu akan mengelompokkan kalian dalam kelompok alat musik dan panduan suara. Nah kita mulai ya Zanetta, viona, Hastin, Julian, tivan masuk ke dalam kelompok suara saja. Aries, nazwa, bila, risa, dll masuk ke dalam alat musik saksofon. William, zuna, Zumi, Jesika dll masuk ke dalam alat musik gitar. Anggela, Eris, erica dll Masuk ke piano. Quile, Davin, Rahma dll masuk ke kelompok biola. Sedangkan maira, Tasya , Nathan, Noval ikut saya membimbing temen kalian yang gak bisa" ucap Bu tari panjang lebar
" Kok bisa Bu maira masuk ke guru pembimbing" ucap Tasya
" Tas yang tadi nyeramahin Lo itukan maira,kan? " ucap Noval. Lalu semua siswa mengangguk, dan di saat itu pula maira ingin tertawa keras, namun tahan saja lah daripada kena masalah lagi. dan menyebabkan pertengkaran.