
Matahari sudah menampakan diri dan deruman suara kendara di ibukota sudah sangat terdengar di kala matahari belum menampakan diri. Di suatu kediaman yang terdapat 2 orang tua dan 2 anak yang sibuk dengan pekerjaan masih masih. sang ayah sedang menemani sang bunda memasak sambil meminum kopi hangat. sedangkan 1 anaknya sedang mandi pagi dan satu lagi sedang membaca buku di menja makan.
"kakak ayo turun sarapan pagi !!" teriak sang bunda dari lantai bawah
"samperin aja Bun gak usah teriak teriak masih pagi juga, ini tu bukan di pasar" perintah sang ayah
"iya" jawab sang anak dari lantai atas, anak tersebut sekarang sedang jalan di tangga sambil melipat dasi tersebut
"tuh dah nongol si kakak" tunjuk sang ibu
" kak! kalau turun tangga jangan lari lari sama gak liat jalan nanti jatuh ihk. ngeri ayah!" perintah sang ayah yang melihatnya sang anak berlari menuju tempat berkumpulnya keluarga itu.
"pagi ayah bunda. ah iya iya,jatuh juga ke bawah kan? kalau ke atas baru ngeri"ucap sang anak tersebut sedikit menggoda sang ayah.
" kalau ke atas bukan jatuh, tapi terbang! masa gitu aja gak tau!" ucap sang adik yang ikut angkat bicara. sang kakak yang mendengar hanya mendengus lalu duduk di kursi kosong dekat sang ayah.
"pagi juga sayang, wih hari pertama sekolah ni ya" ucap sang ayah yang balik menggoda nya,lalu mendapat helaan nafas saja dari sang anak
"kamu kenapa?" tanya sang ibu kepada sang anak sambil memberikan mangkuk sereal dan susu
"gak papa" jawabnya singkat sembari menerima maungkuk tersebut dan memakannya.
"maira sayang! bunda tau... kamu bete gara gara pindah sekolah kan ?" ucap sang bunda, dengan penuh kasih sayang, juga memdudukkan dirinya di samping sang anak.
ya hari pertama sekolah di sekolah terfavorit katanya, tapi sang anak sangat tak antusias dengan hal itu. ia masih sangat ingin tinggal di pinggiran kota kecil yang sangat damai, berbeda dengan hidup di ibukota yang tak ada damai damainya, keributan dari suara kendaraan pasti selalu terdengar oleh telinganya.
"gimana gak bete coba baru juga sebulan sekolah udah pindah lagi" ucap sang anak yang tak lain adalah maira.
"kamu kan tau kondisinya sayang... ayah gak mau kamu di Bandung sendiri jadi ayah ajak aja pindah ke sini" jelas sang ayah
"terus kenapa nenek di suruh tinggal sama paman dan bibi ,,,kan dari dulu ayah dan bunda tau aku tinggal sama kakek dan nenek" ucapnya lagi sambil memasukan makanannya.
"nenek kamu udah tua masa mau ngerepotin terus si" ucap sang bunda
"iya..iya aku tau... aku udah kenyang aku tunggu di mobil ya" ucapnya lalu pergi melangkah ke luar
"masa cuman sedik si makannya ini bawa bekel ya??.... bunda siapin dulu" ucap sang bunda, sambil membuat bekal untuk sang anak
"terserah" teriaknya lagi
...----------------...
Tak beberapa lama kemudian sang ayah dan adiknya maira yaitu Mirzha masuk ke dalam mobil. Sang ayah juga memberikan bekal yang tadi sudah di buat oleh bunda maira.
Mobil yang di tumpangi oleh maira sudah melaju meninggalkan garasi dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Keadaan jalan sudah lumayan ramai dengan berbagi kendaraan juga suara suara kendaraan.
"kak"
"kak"
"kak"
"kakak... ihk budek dasar" ucap sang adik jengkel
"judes banget sih lagi pms ya?" goda sang adik namun tidak mendapat jawaban dari sang kakak. maira hanya menatap ke luar kaca jendela mobil, melihat gedung gedung yang menjulang tinggi.
"kakak kenapa? masih bete?hmm?" tanya sang ayah lembut
"gak kok" jawab sang maira singkat
"yang benar? " selidik sang ayah
"kenapa sih kakak harus pindah segala. nenek juga belum tua tua amat, lagian di sini banyak polusi tau!!!" jawab maira
"tap-"jawab lagi sang ayah namun di potong oleh maira
"tapi apa?? aku gak ngelakuin itu kok! kenapa aku yang harus pindah?harusnya dia aja kan yang pindah" ucap maira sambil menahan amarah dan tangisannya
"tapi kenapa dia pulang nangis nangis gitu? kamu apain dia sampe luka luka lagi hemm?" tanya sang ayah lembut
"dia aja yang lebay nangis nangis segala aku cuman ngomong fakta nya aja. lagian kalo yang luka itu salah sendiri kenapa tarik rambut aku ya udah aku cakar!! lagian gak terlalu dalam kok aku nyakar nya. kalo yang biru biru di kakinya itu aku gak tau, mungkin aja dia cuman drama... !!" jelas sang anak panjang lebar
"tetep aja kamu yang salah ken-" ucap sang ayah namun lagi lagi di potong
"terus aja salahin aku sebenernya anak ayah itu aku apa dia si?" tanyanya geram
"kakak tenang kak .... yah udah yah gak usah di lanjutin lagi cape tau aku dengernya setiap saat selalu aja bahas itu gak ada henti hentinya" lerai sang adik. maira hanya menatap sekilas adiknya itu lalu kembali melihat jalan raya.
Suasana di dalam kendaraan kembali hening, tak ada yang bersuara sepatah katapun. Juga suasana yang sudah tak enak dengan terpaan hawa panas.
"kita udah sampe di depan sekolah kamu kak... mau ayah anter ke dalam?" tanya sang ayah
"kakak udah gede gak usah" ucap maira sambil keluar dari mobil
"bye kakak jangan bikin masalah kayak di sekolah yg dulu ya" ucap sang adik melambaikan tangan. namun hanya mendapat tatapan tajam jadi sang kakak
......................
SMA NEGERI 1 JAKARTA
tulisan besar bertengger di gerbang masuk. Maira melangkah masuk ke dalam bangunan besar itu, ia menatap sekelilingnya dengan mata yang berbinar.
' gara gara bete jadi lupa kelasnya di mana lagi. sama... ruang gurunya di mana ya lupa lagi aduh gimana ini?' ucapnya dalam hati bingung.
tak lama kemudian...
Dukkkkk......
bruk......
aduk....
Ya maira terjatuh ke tanah karna ada yang menabraknya.
"eh kalo jalantuh pake mata-"?