
Mrs Sandra dan laki laki yang di sebutkan maira itu adalah adik kakak. Kei adalah laki laki yang selalu menemani maira saat menjalani masa kecilnya. Kei dan maira tumbuh bersama, mereka terpaut usia 3 tahun. sampai pada saat 5 bulan yang lalu kei meninggal dunia, kei menyembunyikan penyakitnya selama beberapa tahun kebelakang. Kei dan maira pernah menjalin hubungan, kei sangat menyayangi maira begitupun sebaliknya.
Pada saat kematian kei maira sangat hancur, maira jadi lebih sering menghabiskan waktunya di luar negeri untuk belajar dan mengikuti lomba lomba tertentu. Selang 3 bulan kemudian kakek kesayangan nya juga meninggal dunia, Yang membuat maira semakin hancur, maira jadi dingin dan jarang berbicara.
siapa yang tidak hancur di tinggalkan oleh 2 orang sekaligus dalam waktu kurang dari 1 tahun, luka yang belum sembuh, lalu di timpa lagi luka baru. Apalagi mereka yang selama ini menyayangi maira dengan penuh kasih sayang. jika maira menginginkan sesuatu pasti mereka akan berusaha mengabulkannya juga mendukungnya. Berbeda dengan yang lain. Mereka melarang apa keinginan maira dengan alasan wanita lebih baik di dapur saja. Dan itu juga adalah salah satu alasan ayah dan bundanya membawa maira ke Jakarta.
" Tapi apa Mrs" ucap maira
" Tapi kamu tau kei juga tau penyakit itu saat sudah parah" ucap Mrs Sandra sambil memeluk maira
" Itu salah aku,, karena aku yang terlalu sibuk ngejar cita cita aku. sampe lupa orang orang di sekitar aku, kei sama opa" ucap maira sambil menatap kosong ke depan
" Itu cita cita kamu sayang sekuat tenaga kamu harus kejar, bagaimana pun caranya" ucap Miss Selena
" Dengan mengorbankan 2 orang yang selama ini dukung aku? " Ucap maira dengan tangisan yang pecah. Mrs sandra dan Miss Selena membawa maira ke tempat yang agak tertutup, mereka menyewa ruangan VVIP.
"Bukan gitu sayang, di sini masih ada Mrs sama Miss yang juga selalu dukung kamu! Papi sama mami juga gak salahin kamu kok" ucap Mrs Sandra
" Tapi Oma salahin aku hiks" ucap maira yang mulai sesegukan
" Tapi kami enggak. itu udah jalan mereka, tuhan lebih sayang mereka, tuhan gak mau liat mereka sakit lama lama" ucap Miss Selena
" Kenapa gak bawa aku aja hiks.. hiks.. " ucap maira dengan tangisan yang masih menggebu
" Tuhan masih sayang kamu" ucap Mrs Sandra
" Terus kalo tuhan juga sayang mereka kenapa gak sembuhin aja penyakit mereka, katanya tuhan sayang sama aku tapi kok tuhan buat aku sedih" ucap maira
" Kakak kenapa? Kak kei bilang kakak cantik gak boleh nangis! Nanti cantiknya jadi ilang gara gara luntur sama air mata" ucap heiza sambil tersenyum manis dan mengedip ngedipkan matanya, sunguh lucu dan mirip dengan kei yang dirindukan maira
Preeff...
" Jangan ketawa Lena, orang sedih di ketawain" ucap Mrs Sandra sambil memukul lengan Miss Selena
Miss Selena ingin tertawa karena ucapan heiza yang sangat lucu. Bagaimana bisa wajah yang menempel bisa luntur, kalau bedak sih bisa luntur, tapi ini kan wajah.
" Heheh iya kakak gak akan nangis lagi" ucap maira menghapus air mata nya, sekarang matanya sudah bengkak
" Nah gitu kamu cantik tau" ucap Mrs Sandra sambil merapikan rambut maira
" Iya kakak cantik, momy aku mau aiscrim" ucap heiza
" Ya udah sama bibi aja gimana kita keluar ya" ucap Miss Selena, mereka berdua melangkah pergi dari ruang tersebut
" Kamu dapat surat dari kei kan? Kamu baca gak? Katanya kan kamu jangan sedih dan jangan nyalahin diri sendiri, ini tuh pilihan dia" ucap Mrs Sandra
" Iya aku dapat kok" ucap maira, ia membuka buku diary nya dan juga hpnya. Di sana ada tulisan tangan seseorang.