
" Kakak gak makan nih" ucap Nabila heran, Zane hanya menggeleng dan fokus pada lukisan nya
" Tumben, kamu kenapa? Mata kamu bengkak Lo!" Ucap anggel, maira memegang bahu Zane. "Kamu lagi ada masalah?" Tanya maira,ah maira sudah menganggap Zane seperti saudara nya sendiri. Tak ada tembok penghalang dia antara pertemanan mereka Semua. Dan Zane hanya menggeleng dan tersenyum cerah.
" Ya ampun si Zane tiba tiba senyum secerah itu ada apa? Biasanya senyum kayak ke paksa! Nyokap,bokap Lo baikan?" Tanya anggel pada Zane yang sedari tadi bertingkah seperti Zane yang dulu.
" Gak mungkin kak" timpal Billa, mana mungkin keluarga Zane baikan, bukan mendoakan yang aneh aneh tapi orang tua Zane sudah bertengkar dari Zane berumur 9 tahun. Zane hanya mendengus pada ke 2 teman yang berbicara seperti itu
" Iya, papa mama gue baikan! Puas!" ucap Zane tersenyum dan duduk di depan teman temannya di ikuti maira
" What?! Kok bisa" ucap anggel dan Bella, keretakan yang sudah bertahun tahun tiba tiba kembali rukun? Itu harus di pertanyakan.
" Ck, kalian ini kalo bicara yang bener dong" protes Zane maira yang tak tau akar masalah hanya diam saja. Anggel dan Billa hanya terkikik.
"Di sini doang tuan rumah yang gak di ajak gibah, parahnya lagi malah di cuekin" ucap maira
" Ini lebih seru Mai" ucap anggel, maira yang jiwa kepo nya sudah keluar pun bertanya
" Emang apa?" Tanya maira pada ke 3nya
Zane mulai menceritakan masalah keluarganya yang berantakan,namun biasa di susun kembali dalam waktu yang sekejap yang di bantu oleh orang lain.
Jadi keluarga Zane memang sering cekcok walaupun itu masalah kecil. Karena seringnya cekcok dan ke egois an Meraka masalahnya jadi semakin melebar dan panjang , puncaknya pada saat Zane umur 9 tahun. Papa dan mama Zane adalah teman sekolah di bangku SMA, dulu papa Zane suka pada bunda maira, namun bunda maira tau bahwa mamanya Zane juga suka pada papanya, membuat bunda mengalah karena tidak ingin merusak pertemanan Meraka.
Namun, pada saat bunda maira ke luar negeri untuk menghindar, pertemanan Meraka malah bubar dan hancur, merak juga ada yang pindah sekolah, ada yang pindah rumah dan lain sebagainya. Papa dan mama Zane di jodohkan saat masih duduk di bangku kuliah, lalu menikah muda saat mereka sudah lulus.
Karena di dasari perjodohan membuat pernikahan mereka sedikit berantakan di tambah papa Zane tahu bawa bunda maira dulu menghindari nya karena mama Zane yang suka padanya.
beberapa tahun kemudian bunda maira berkumpul lagi dengan teman teman lamanya, bunda juga sudah memiliki suami di kala itu. Bunda maira tahu bahwa masalah keluarga yang di derita teman teman nya adalah perbuatannya. Juga Bunda maira datang kembali pada teman temannya bukan sekedar untuk saling melepas rindu saja, tapi juga untuk meluruskan masalah masalah yang di tinggal kan bunda maira.
Bunda maira akhirnya menyelesaikan masalah mereka satu persatu, namun nasi sudah menjadi bubur. Papa dan mamanya sering bertengkar walau bisa di hitung jari dalam 1 tahun itu.
Semuanya kembali berteman dan bekerja sama dengan baik. Tapi entah kenapa seiring berjalannya waktu keluarga Zane jadi sedikit renggang kembali. Mama yang jarang mengurus anak dan suami, juga papa yang jarang pulang ke rumah. Mereka tidak berselingkuh tapi hanya gila kerja dan harta, juga egois.
Tapi keluarga Zane kembali membaik karena adanya maira. maira membuat sadar ke 2 orang tuanya bagaimana memperlakukan orang di sekelilingnya, memberikan kehangatan di dalamnya.
Maira yang mendengar itu menggeleng tak percaya, ia bisa menyatukan kembali keluarga Zane. Memang hal remeh bagi kita, bisa jadi suatu hal yang sangat luar biasa bagi seseorang.
" Ceritanya bagus, bisa di buat novel tuh" ucap Billa yang sedari tadi mendengar kan
" Yok kita terbitin yok. Mak nya si Sam kan kerja di industri hiburan jadi bisa tuh" ucap anggel mendukung. Bisa bisanya ke 2orang ini mendukung hal yang tentu saja ibunya Samuel juga tau, dan apakah itu akan di izinkan? Hahaha sangat di luar nalar.
" Sungguh membangongkan" ucap maira sambil menggeleng gelengkan kepalanya
" Mai, lukisan kamu bagus deh jadi pengen deh aku. Kalo ini di pajang Deket tangga rumah pasti rumah aku hidup banget deh" ucap Zane melihat lihat lagi lukisan sambil menatap maira, seperti kode perempuan saja.
" Sebenernya itu buat di pajang di galery atau mau di lelang nanti. Tapi..." Ucap maira menundukkan kepala, Zane yang berharap mengerucut kan bibirnya kecewa.
"Itutuh udah ketumpahan air dan cat banyak banget! dan Inituh bukan konsep sebenarnya, lalu ini cuman sketsa kasarnya aja. jadi kalo kamu mau ambil aja! Aku udah lukis yang baru, nah ini nih" ucap maira juga mendekat kepada Zane dan mengambil kanvas yang berada di belakangnya.
Zane yang mendengar nya langsung melompat bahagia, jika di dilihat Zane seperti anak kecil yang baru saja di berikan mainan baru.
Sedangkan anggel dan Billa hanya menganga tak percaya, Zane yang dulunya sudah kembali. Ya Zane di bilang banyak bicara, namun ia tak pernah sebahagia ini, dan bercerita tentang keluarga. Zane adalah anak yang sangat tertutup.
Dan juga jika Zane stres dia akan makan makan sampai dia kekenyang atau lebih parahnya muntah.
" Kak kita gak di kasih gitu" protes Billa memajukan bibirnya
" Oh kalian mau apa?, pilih aja! Tapi jangan yang di ruang sebelah itu buat tambahan di galery sama buat lelang" ucap maira sambil menunjuk lukisan yang berada di ruang sebrang namun masih bisa di lihat karena hanya terhalang kaca besar
"Hore makasih kak" ucap Billa berjinggit. Bella mengambil 2 cangkir di sana dengan lukisan bunga juga jari kelingking yang seperti sedang melakukan janji kelingking.
Sedangkan anggel mengambil gambar hasil jepretan kamera, gambar tersebut berisi gedung gedung yang menjulang tinggi dan megah, jika di telisik Poto itu seperti keadaan malam kota Jakarta, dengan lampu lampu juga di padukan dengan taburan bintang di langit. Poto polaroid itu juga masih sedikit berserakan di meja dekat komputer.
" Mai lukisan kaya gini emang bisa di jual?" Tanya Zane penasaran
" Ya bisa lah, apalagi kalo udah masuk lelang beuh mantap" ucap maira antusias sambil mengacungkan jempol nya
" Lelang? Emang berapa sih kalo 1 lukisan gini?" Ucap anggel
" Yang paling murah 3,5 juta Itu dulu. Kalo sekarang ya lumayan bisa nyampe puluhan bahkan ratusan juta, kalo itu lagi beruntung dan lukisannya unik dan menarik" ucap maira menatap lukisan lukisan nya.
Memang benar lukisan maira ini di jual dengan harga yang di bilang cukup tinggi, karena maira sudah bisa di bilang masuk jajaran pelukis yang sudah di kenal dunia. Maira menjadi salah satu anggota pelukis elit termuda, jadi tidak heran jika lukisan maira sangat mahal.
" Gila 3,5 juta satu lukisan itupun dulu. Dan sekarang udah puluhan juta! ,Apa lagi lulusannya bejibun gini" ucap anggel tak percaya
" Aku mau jadi pelukis aja lah, pasti banyak duit ye kan. Tapi sayang terhalang oleh kenyataan " ucap Billa melow
" Emang kenapa bill" ucap maira pada Billa
" Aku gak bisa gambar, kalo di sekolah suruh gambar paling gunung aja" ucap Billa, ke 2 teman lucknutnya malah menertawakan billa, Billa hanya mendengus kesal.
" Kalo Poto ini?" Tanya anggel menunjukan gambar yang indah
" Kalo jepretannya bagus sih sama kayak lukisan, kalo beruntung aku bisa jadi fotografer, nah itu tuh salah satunya" ucap maira sambil menunjukan Poto seorang wanita yang sangat cantik
" Njirrr artis Mai" ucap zane, maira hanya tersenyum melihat teman temannya yang kaget. Sebenernya ia ingin merahasiakan bakatnya ini, tapi sudah ketahuan karena mereka semua membantu maira tadi beres beres, juga tak mungkin anak orang kaya bisa di bohongi begitu saja.
Maira ini bukan hanya pelukis terkenal saja. Dia adalah si genius itu, bukan hanya lukisan tapi juga Poto Poto yang di hasilkan kamera patut di acungi jempol. Maira adalah anak pecinta seni, jadi ia bisa menyanyi,menari, bermain alat musik, menggambar dan lain sebagainya. Otak kanan dan kiri maira sangat seimbang, kreativitas, imajinatif juga kecerdasan matematis dan logika maira menguasainya.
Tapi satu yang kurang, yaitu pengendalian emosi. Jika maira sedang tenang,tak ada yang mengusiknya maira akan diam seperti air, tapi jika ada yang mengusiknya seperti angin di laut maka maira akan menjadi ombak yang sangat besar dan menakutkan.