
Disebuah sekolah
Sore hari pukul 4 Sore bus rombongan anak-anak karya wisata sampai dengan selamat disekolah mereka,dan sebagai pembimbing karya wisata Jannah dan Nadia meng absen kembali anak-anak didiknya satu persatu, dan di rasa anak-anak sesuai jumlah yang ikut baru Jannah dan Nadia masuk ke dalam ruang guru ditemani Dea yang tadi ikut barsama dalam satu bus.
"Jannah , Dea gw duluan ya ke ruangan, gw lupa kalau hari ini mau buat laporan" Nadia berlalu masuk ke ruangan guru dan sementara Jannah dan Dea masih ngobrol dan menuju kantin. Sebelum ke Kantin Pak Herman salah satu wali muridnya memanggil dan mendekat dan mereka tampak mengobrol serius. Setelah dirasa obrolan itu selesai Jannah menghampiri Dea kembali
"Kak jadi ini sekolah tempat kak Annah ngajar?aku senang banget akhirnya bisa ketemu kakak lagi kalau seandainya kakak tidak resign pasti jabatan kakak sudah tinggi di kantor,ditambah lagi kakak calon istri CEO" Dea masih saja meledek sahabat rasa kakaknya itu.
"DEAAAA..dari tadi ngomongnya ngelantur mulu istra-istri...istra-istri ,siapa juga mau jadi istri orang nyebelin gitu hah?? Gerutu Jannah
"ya kakak lah siapa lagi?"jawab Dea asal
"Jangan ngomong asal Dee.. ini lagi azhan kalau ada malaikat lewat dan mampir lalu langsung di aamini sama malaikat itu bagaimana hah? tamatlah hidup aku ini..hidup bersamanya seumur hidup sama orang nyebelin kaya dia?" Ucap Jannah bersungut-sungut.
"AAMIIN YA ALLAH, ya ALLAH kirimkanlah Malaikat-Malaikatmu ke sekolah ini untuk mengamini perkataan bu Guru Jomblo ini" suara Dea dengan lantang dan diaamini oleh seorang pemuda yang sedari tadi memperhatikan 2 orang gadis sedang mengobrol.
"Aamiiin, makasih loh do'anya " ucap Ghani yang kebetulan mampir untuk sholat Ashar di mushola Sekolah
"hey APA??" Jannah kaget mendengar suara seseorang yang tidak asing, bagaimana tidak asing dalam pikiran Jannah sedari tadi hanya seorang Ghani yang di pikirkan.
"Aduh TUAN kenapa anda selalu menggangu saya hah?,kenapa sedari tadi kita bertemu tidak adakah niatan anda untuk tidak menggangu saya hah??, Dan kau Menguntit ya! "
"Mengganggu bagaimana? memangnya kamu itu saya apakan? saya berbuat cabul hah? saya kemari hanya mau numpang sholat aja? kamu aja yang kepedean, atau jangan-jangan kamu sudah mulai suka dan sayang sama saya hem??"
"Terlalu Pede anda tuan muda,ayo Dea lama-lama deket orang nyebelin ini bisa makan hati"Jannah menarik tangan Dea pergi meninggalkan Ghani dengan wajah kesal
"Dasar orang menyebalkan" gumam Jannah dan Dea hanya mampu menahan ketawa sedari tadi melihat perdebatan sepasang suami istri, eh belom deng masih calon
"Kak, mau tau ga cara balas dendam sama orang yang paling menyebalkan, mau tau ga? " Ucap Dea, Jannah menengok dengen mengerutkan dahinya. Dan mulai tertarik dengan ide Dea. Dalam benaknya dia akan mulai membalas keusilan dan sikap menyebalkan pria itu.
"Gimana?, kasih tau aku caranya.. " Jannah antusias
"Nikahin orangnya, kelar deh urusan.. Hahhahahahha" Jannah terbelalak akan ucapan Dea dan tawa Dea pecah melihat raut wajah Jannah kesal
"DEA....!!! "
"Jangan marah kak, kan kalo kakak nikah sama tuh orang kan kakak bisa membalasnya. Memarahinya semisal nih ya kalo Tuan Ghani habis mandi handuknya dia taruh di atas kasur langsung aja maki-maki" Ucap Dea sambil menyengir . Jannah mengetuk-ngetuk jarinya di dagunya sedang berfikir.
"Ide yang bagus" Ucap Jannah
"Huuu, tadi aja ngambek-ngambek sekarang bilangnya ide yang bagus" Sekarang gantian Dea yang merajuk.
...
"Wajahnya yang sedang kesal aja bikin aku gemas,duh GUSTI NU AGUNG tidak bisa membanyangkan setiap hari hidup bersamanya,pasti menyenangkan" batin Ghani bermonolog.
"Loh lo kenapa Nah muka lo kaya habis ketemu setan? hey Dea dia kenapa?
"DIEM BISA GA?,iya gw ketemu habis setan tadi dikantin" gerutu Jannah
"Dia abis berantem sama calon sua...." Dea tidak bisa melanjutkan ucapannya karena mulutnya di bekap Jannah dan Nadia tertawa terbahak-bahak setelah melihat seseorang keluar dari kantin menuju mushola.
"Itu yang namanya JODOH NAH,bener ga De, yaudah De ngobrol di taman aja yuk biarin siJomblo akut itu sibuk ngedumel minding kita ngibah"
"Yuk kak"
"NADIAAAAA AWAS YA KALAU GHIBAHIN AKU"
Jannah masuk keruang guru kebetulan didalam ruangan hanya 2 orang guru saja yang masih belum pulang,
"Aduuh ini mak lampir kok belum pulang,bisa jadi bahan Ghibahan besok nih sepertinya, dia sempet denger ga ya tadi? bodo amat lah bagaimana besok aja " gumam Jannah
"Hai bu belum pulang" sapa Jannah ramah
"hmm,Kalau masih disini ya berarti belom pulang" jawab guru tersebut dengan sarkas
"Udah nah jangan diambil hati,dia lagi bete soalnya suaminya belom jemput dan dia tadi abis dipanggil sama bapak kepsek,hihihi" ujar bu Leli menenangkan Jannah
"Oh ya Nah,tadi saya ke rumah bu Reni ih itu ya anaknya bu Reni ganteng banget apalagi calon mantunya cantik tapi masih cantikan kamu sih,lagian kamu sih segala nolak "
"Ih bu Leli ini ngomong apa sih?ya emang anaknya bu Reni emang Ganteng, emaknya aja Cantik gitu,bukan nolak tapi ga jodoh bu, yaudah bu saya mau buat laporan ADM dulu"
"Bu Jaaanaaaaaaah,buuuuuuu......" dua orang gadis teman seprofesi dengan Jannah berlari menuju ruang guru setelah melihat Jannah ngobrol
"HEY INI RUANG GURU BUKAN TEMPAT BERMAIN JAGA SIKAP YA?" Ujar salah seorang guru yang sedari tadi menunggu suaminya jemput
"Ups",dua orang gadis itu melotot dan menutup mulutnya
Jannah terkekeh melihat kepanikan dua orang temannya
"Kalian kenapa sih heboh bener?"
"Kita abis liat cowo ganteng tadi" ujar mereka berdua
"Siapa?? pak ARYA?"
"BUKAN"
"Terus siapa? kalian lihat dimana?"
"Tadi pas dia keluar dari Mushola"
"hmmm, belom pulang juga dia maunya apa sih dia? gumam Jannah
"Mukanya ga Asing kaya pernah ada diTV,aduuuuuh siapa ya gw jadi lupa,coba bantu gw Put inget siapa?ujar Rere
"itu CEO ArRahman bu yang gantengnya kelewatan"
"Idih orang kaya gitu aja dibilang ganteng,sakit mata kalian berdua" Ucap Jannah sarkas
"Bu Jannah yang Cantik sepertinya bu Jannah ini yang matanya bermasalah jelas-jelas dia itu Gantengnya kelewatan seandainya saja saya belum bertunangan sudah saya gaet dia" ujar Putri
"Enak aja maen gaet-gaet,Calon suami saya tuh" mereka tertawa, seperti biasa jika Jannah sedang gugup maka mulut dan hati selalu singkron, apa yang difikirkan dan di rasakan akan terucap dengan sendirinya.
"Ekheem... belum pulang ibu-ibu " Pak Edi berdehem membuat mereka kikuk dan menghentikan tertawa
"Heh bapak ngagetin aja, belom pulang pak" jawab mereka kompak
"Yasudah ibu-ibu saya pulang dulu,dan bu Jannah besok pagi keruangan saya ya"
"Baik pak" jawab Jannah dan diujung ruangan tampak senyum senang mendengar Jannah besok dipanggil keruangan bapak kepsek.
"Rasain kamu Jannah emang enak, sok LUGU dan POLOS ternyata kamu itu busuk,cih" ujarnya sinis
"Ada apa sih bu? kok ibu di panggil bapak ? ujar Rere
"Iya bu ada apasih,gara-gara kita tadi berisik ya? tanya Putri meresa tidak enak kepada Jannah
"Tidak tahu,gak mungkinlah gara-gara beriksik doang,bukannya kita tiap hari selalu berisik ya?, heheheh"
"Bener juga sih,hehehee"
Di parkiran pak Edi tidak sengaja bertemu Ghani
"Hai pak Ghani, loh kok bapak ada disini?"
"Hai pak Edi, aduh jangan panggil bapak dong pak panggil aja Ghani"
"Yasudah saya panggil Mas aja"
"Begitu lebih baik, tadi saya numpang sholat dimushola. Bapak mau pulang atau bapak ada waktu saya mau ngobrol nih sama bapak"
"Tadinya sih mau pulang,tapi sepertinya ada yang penting nih mas ?"
"Ayok pak kita Ngopi dulu di Warkop depan atau di Caffe sebelah?" Gani dan bapak Kepsek
"Kayanya enakan di warkop bisa sambil ngebul,udah asem banget ini mulut" Lalu mereka berjalan ke warkop
diwarkop
"Egi kopi dua, nu urang biasa enya sareng cemilan Gi ( Egi Kopi dua punya saya seperti biasa sama cemilan Gi )
"Mas Egi punya saya yang seperti biasa ya?" ujar pak Edi
"Loh Mas Ghani kenal sama Egi?"
'iya pak, dulu ini warkop saya sebelum resmi ke ArRahman,terus sekarang Egi yang urus"
"Oh pantes Mas Ghani bisa kenal, saya kagum loh sama Mas Ghani masih muda sukses dan Humble"
"Bapak terlalu berlebihan"
tidak menunggu lama Egi tampak gesit melayani Ghani dan bapak kepsek
"Ini pak Kopinya spesial 1 sendok gula rendah kalori dan ini punya Aa, dan ini cemilan khusus buatan calon istri Aa"
"Terima kasih Mas Egi, tadi Mas Egi bilang calon istri? siapa mas?"
"Itu pak bu Guru Cantik, masa bapak gak kenal dia calon istri Aa BOS"
"Kalau dari rasa kue ini sih saya hapal dan kenal, tidak salah ini kuenya bu Jannah, hmm anak ini main rahasia-rahasian sama saya" gumam pak Edi " Kalau dari rasanya kue ini saya hapal,serius mas Ghani bu Jannah calon istri mas Ghani?"
"Insya Allah pak,mohon do'anya"
"AAMIIN" jawab mereka kompak
"Jadi ada masalah apa nih mas sepertinya penting?"
"Begini pak jadi saya,..." Ghani menceritakan masalah yang dihadapi Jannah dari hasil cerita Herman
"Baiklah besok saya akan selesaikan permasalahan ini, yasudah sudah sore saya pamit dulu mas terima kasih jamuannya"
"Saya yang mengucapkan terima kasih pak sama bapak"
Senja semakin menampakan dirinya bersama siluet dan mereka kembali ke rumah masing-masing
...****************...
...Bersambung...