
Masih berlanjut nih kisah Jannah tunggu terus ya update selanjutnya
happy reading guy's....
......................
"Ini banyak banget DM Aku nanyain open endorsment tidak, Aku harus bagaimana ya Nad?, aku tidak mengerti masalah seperti ini"
"Ya sudah buka aja, lumayan loh hasilnya.dan sama aku juga, lebih baik kita tanya si Selebgram aja" ujar nadia
"Bener juga kita sampai melupakan dia, padahal kan Putri itu kan Selebgram ya"
mereka berdua tertawa karena merasa melupakan Putri sahabat mereka, dan Egi diam-diam terus menguping dan memfoto Jannah,
"Lumayan buat tambahan jajan dari bos, setelah aku berhasil mendapatkan hasil menguping ini" Egi bermonolog dalam hati
"Nah, lo tadi dipanggil bapak kenapa?" tanya Nadia
"Oh itu, Jadi begini.... " Jannah menceritakan saat diruangan bapak kepsek
~Flashback On~
Tok.. tok.. tok.. Jannah mengetuk pintu ruangan bapak kepsek
"Masuk bu"
"Assalamualaikum pak, Ada apa ya pak kemaren Minta saya menghadap bapak? "
"Walaikumsalam wah tambah cantik saja ibu ini, pantas mas Ghani sampai tergila-gila begitu" ujar bapak kepsek dan entah kenapa tiba-tiba wajah Jannah memerah saat bapak kepsek menyebut nama Ghani
*Blush*
"Tuh lihat sampai memerah gitu wajah nya"
"Ish bapak mah, kalo cuman mau ledek saya begitu mending saya keluar aja kalau begitu" Jannah Menyungging kan bibirnya karena sebal dengan bapak kepsek yang Meledeknya
"Hahahaha, maaf maaf gitu aja ngambek" tawa bapak kepsek, yang sebenarnya bapak kepsek sudah tahu permasalahan yang dihadapinya saat ini atas laporan Ghani kemarin sore atas Fitnah yang dilayangkan kepada Jannah.Tapi bagi bapak kepsek mendengarkan Keterangan langsung dari Jannah penting atas kejadian yang sebenarnya, bukan berarti tidak mempercayai begitu saja ucapan Ghani tapi bapak kepsek kepingin tau dalang penyebar Fitnah tersebut.
"Jadi Begini bu Jannah, saya dapat laporan dari orang tua murid, kemarin katanya ibu meminta bingkisan kenang-kenangan dari para wali murid, apa benar bu? "
"Astagfirullah Fitnah dari mana itu pak!?" jawab Jannah dengan mata berkaca-kaca tidak paham atas Fitnah yang dia terima.
"Iya saya percaya, tapi kalau ibu Jannah tidak menceritakan kejadian awalnya saya tidak tahu"
"Demi ALLAH saya tidak melakukan itu.
"kejadian awal seperti apa sih pak?" katanya sambil menangis sesenggukan, Jannah kemudian meLap air matanya dengan tisu
"Tidak Ada awalnya pak, kejadian yang sebenarnya para wali murid datang ke kelas bawa kue Tar dan anak-anak menyanyikan lagu ulang tahun dan kita tiup lilin dan makan kue tersebut, Dan untuk bingkisan itu mereka bilang ini hasil patungan mereka orang tua murid, dan mereka bilang pure murni ide dan inisiatif mereka saya tidak menyuruh mereka, Demi Allah pak saya tidak seperti itu" ujar Jannah sendu dan bapak kepsek tampak tersenyum muncul ide licik dalam dirinya agar membuat Jannah dekat dengan Ghani
"Owh Jadi begitu ceritanya"
"Iya pak, DEMI ALLAH PAK SAYA TIDAK MELAKUKAN ATAS TUDUHAN TERSEBUT"
"Lantas ini apa??" bapak kepsek memperlihatkan video yang sedang viral ke Jannah, tiba-tiba Jannah membulatkan matanya kaget ternyata bapak kepsek tau video viral nya.
"Ish bapak, itu cuman iseng pak lagian bapak kaya anak ABG punya aplikasi itu. itu kan aplikasi buat anak muda seperti saya" Jannah terkekeh geli bisanya bapak kepsek punya akun TikTok.
"Kamu ya, emang ada disitu keterangan aplikasi untuk ABG orang tua dilarang install hah?"
"Tidak ada sih pak, cuman kaget saja saya"
"Ya sudah sana keluar buat saya malu saja"
"Jadi bagaimana pak saya tidak bersalah kan pak? " tanya Jannah lagi memastikan
"Ya kamu tidak salah atas kasus Fitnah, kamu salah atas video ini dan kamu harus klarifikasi berdua dengan mas Ghani"
"Ih ngapain juga saya harus klarifikasi, orang ga ada apa-apa juga" Jannah segera meninggalkan ruangan bapak kepsek, sebelum keluar Jannah dipanggil lagi bapak kepsek
"Hey mau kemana? "
"Tadi katanya suruh keluar, ada apa sih pak lama-lama bapak sama saja dengan pria menyebalkan itu, ups " Jawab Jannah Keceplosan
"Tuh kan ada apa-apanya, ya sudah sana keluar buatin saya kopi seeprti biasa" ujar bapak kepsek
"Siap bos"
~Flashback Off~
...ini penampakan Warkop Egi
...
Untuk lokasinya, Onado Cafe berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, No. 21, RT 001/RW 017, Parung Serab, Ciledug, Kota Tangerang. Buka mulai pukul 12.00 – 23.00 WIB, informasinya lebih lengkap melalui laman Instagram resminya, @onado.cafe.
"Tega banget sih yang fitnah lo, dan lo tau ga orangnya yang Fitnah?"
"Kalau orangnya aku tidak tahu Nad, kemarin pak Herman ngomong ke aku katanya dia bakal bantu kelarifikasi juga ke bapak Kepsek biar masalah ini cepat selesai"Ujar Jannah dengan wajah sendu
"Pak Herman bapaknya Nada?" tanya Nadia
"Iya bapaknya Nada,tadi juga aku liat dia habis keluar dari ruangan bapak kepsek sebelum kita ke sini"
"Kapan dia masuk ke ruangan bapak,Nah?" tanya Nadia lagi
"Tadi sehabis aku dari ruangan bapak, tidak lama pak Herman datang sama pak Yadi bawa bebrapa berkas" jawab Jannah lagi
"Lama juga mereka diruangan bapak, kira-kira ngomongin apa saja ya mereka?"
"Entahlah, aku masih kepikiran saja sih kalau masalah ini belum jelas apalagi aku liat tadi bu Robiah sama bu Tini senyum-senyum sinis melihat aku, jadi aku makin kepikiran" ujar Jannah sambil mukanya di sandarkan di meja dengan menahan air mata
"Nad bagaimana kalau hadiah yang dari wali murid ini aku kembalikan saja ya? tanya Jannah lagi
"Jangan jika kamu mengembalikannya sama saja kamu membenarkan tuduhan itu, Emang apa sih hadiahnya? Tanya Nadia dan Jannah memberika Jari manisnya ke Nadia
" Cincin Emas, berapa gram itu?
"Entahlah aku tidak dapat surat-suratnya"
"itu artinya biar cincin itu tidak kamu jual Nah, biar kamu selalu ingat anak-anak mereka kali" ujar Nadia lagi
"Walau ada surat-suratnya juga tidak bakal aku jual juga kali Nad, Emang aku gila apa kenang-kenangan dijual" kata Jannah sambil memukul paha Nadia
"Hehehe kali aja "
Tak beberapa lama kemudian Pak Herman dan pak Yadi tiba di warkop Egi
"Eh ada bu Guru Cantik di sini, Maaf ya bu kalau kita wali murid buat gaduh" ujar pak Herman
"Hai pak, Ga apa-apa pak santai saja" ujar Jannah lagi
"Oh ya pak, bapak tadi berdua ke ruangan bapak kepsek untuk klarifikasi atau apa pak? " Tanya Nadia sementara Jannah sedang menikmati Melon Smoothies nya
"Iya bu, kita udah klarifikasi ke bapak kepsek dan bapak sudah percaya dan kita juga klarifikasi menyertakan bukti berupa data-data siapa saja yang ngasih" ujar bapak Herman sambil menyerahkan berkas ke Nadia dan Jannah ikut melihat bersama
"Jadi yang tidak ngasih dan dia juga yang buat fitnah begitu pak? " Tanya Nadia lagi
"iya begitulah, tapi yang bikin saya geram ada oknum guru yang ikut mengompori beliau, secarakan beliau sefrekuensi Hobi Ghibah" ujar nya pak Herman dan diangguki pak Yadi
"Sudah biarkan saja pak, yang terpenting bapak sudah buat klarifikasi saya sedikit lega, dan ini pak saya mau mengembalikan Cincin yang kemarin di kasih " ujar Jannah sambil memberikan cincin yang sudah dia masukan ke dalam kotaknya
"Jangan bu, kita ikhlas kok bu ngasihnya. ini juga saya mau ngasih ibu surat pembelian nya ke ibu karena kemarin saya lupa kasih semoga saja dengan ada nya surat ini bisa bermanfaat buat ibu sewaktu-waktu ibu butuh uang" ujar pak Yadi menyerahkan surat pembelian cincin Emas.
"Wah bapak saya tidak bisa nerima ini, cincin ini saja sudah buat saya di fitnah" ujar Jannah sambil menolak cincin beserta surat nya
"Tidak apa-apa bu, sumpah demi ALLAH kita Ikhlas dan lagi pula bapak kepsek juga sudah tau beliau tidak apa-apa" ujar pak Yadi lagi sambil menyerahkan kembali
"Ya sudah saya terima ya pak dengan senang hati, dan saya juga tidak berniat menjualnya juga kok pak dan sampai kan terima kasih sama orang tua murid yang lain ya pak" ujar Jannah lagi sambil menerima kembali cincin tersebut
Tring tring tring
suara notifikasi pesan WA di smart phone Jannah dan Nadia bunyi, ternyata pesan WA group sekolah yang memberitahukan bahwa sebentar lagi ada rapat dadakan.
"Pak kita duluan ya pak sudah ada pesan dari bapak kepsek kita ada rapat, dan anak-anak nanti saya pulangkan cepat bapak bisa jemput Nada sama Shinta ya pak" ujar Jannah ke pak Herman dan pak Yadi sementara Nadia tengah berdebat dengan Egi masalah pesanan take Way buat teman-temannya.
"Iya bu" jawab pak Herman dan pak Yadi
"Lama banget sih ngambil barang doang" ujar Jannah
"Biasa si Egi cari ribut, masa kita cuman di kasih minuman doang, ga maulah gw ambil aja jajanan lo gw bungkus semua lumayan buat teman rapat, dan lo tau ga Nah video colab lo itu viewer nya 2M" ketus Nadia
"Yah dagangan aku ga laku dong kalau begitu, Sumpah demi apa? "
"Serius dan Tenang Beb, dagangan kamu tetap di hitung habis sama si Egi gw udah bilang gitu ke dia" ujar Nadia
"Terus mana barang nya?"
"Si Egi nanti yang antar kita tinggal lenggang kangkung" Jannah dan Nadia lalu pergi meninggalkan warkop Egi dan di ikuti anak buah Egi dari belakang
...Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...