
Happy Reading guy's
...****************...
Di Lobby Balai kota Ghani sedang ngobrol dengan pak Firmansyah sambil menunggu motor nya di ambil dari parkiran oleh staf Balaikota.
"Tuh laki lo di depan Nah, mau bareng gua apa sama dia? " ucap Nadia, Jannah yang melihat Ghani jantungnya berdegup kencang wajahnya bersemu merah
"Deileh baru ngeliat punggungnya aja muka lo kaya tomat, Nah" ucap Reni, Jannah yang malu-malu hanya menunduk
"Ayaaaaah" teriak Nadia memanggil Pak Firmansyah, Ghani dan Pak Firmansyah menengok berbarengan.
"Kebiasan kamu tuh teriak-teriak" Nadia menggambil punggung tangan sang ayah diikuti Jannah dan bu Reni hanya bersalaman, pak Firmansyah mengelus rambut dua anak gadisnya.
"Duh yang lagi seneng sampai merona gitu" goda pak Firmansyah
"ih, ayah mah " Jannah menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah menjadi merah digoda pak Firmansyah.
"Sok imut lo Nah" , "iya sok cantik banget ga ada pantes-pantesnya kaya gitu" ucap Nadia dan Reni
"Bu Ren, Nanti aku bareng sama bu Ren aja ya pulangnya. Bu Ren di jemput pak Tikno kan?" ucap Jannah kikuk, Jannah yang malu harus pulang bareng Ghani. Ghani yang mendengar ucapan Jannah memincingkan matanya tidak terima
"Gak, kamu pulang bareng aku. pagi kan kita berangkat bareng masa pulang sendiri" ucap Ghani
"Betul tuh Nah, kamu lebih aman sama Nak Ghani" ucap pak Firmansyah
"Iya, bener emang lo mau jadi obat nyamuk gua?, gua mau kencan berdua sama laki gua" ucap Reni
"Dih, bu Ren udah tua ga tau malu pake acara kencan" ucap Jannah, Reni mencubit lengan Janah kesal dibilang tua. semua hanya tertawa mendengar ucapan polos Jannah. "Iya aku pulang sama AA, tapi nanti kita mampir dulu ya ke Pasar Lama aku mau kulineran malam" ucap Jannah dengan mata puppy eyes nya.
"Duh kamu ngegemisin banget sih. ya sayang, nanti kita mampir kesana" Ghani sambil mencubit gemas pipi Jannah
"Ih sakit A, kenapa sih sekarang suka banget KDRT"
"sakit ya sayang?, maafin Aa ya abisnya kamu gemesin" ucap Ghani, Jannah yang malu memeluk Ghani menyembunyikan wajahnya di lengan kekar Ghani.
"Dih males banget gua liatnya" Nadia memalingkan muka melihat sepasang Kekasih yang tidak tahu tempat mengumbar kemesraan didepan umum.
"Jadi inget, waktu masih muda dulu. Duh lo gemesin banget sih Nah" gumam Reni
"Bu Ren, tuh pak Tikno udah sampe" Jannah membuyarkan lamunan Reni, pak Tikno keluar dari Mobil nya dan berjalan menghampiri pak Firmansyah dan Ghani dan bersalaman
"Selamat Sore pak Wali, Maaf saya mau jemput istri saya"
"Duh saya kira siapa, ternyata kamu toh Tikno, Jangan formal gitu lah kaya sama siapa aja" ucap pak Firmansyah
"Lah tidak enaklah pak Wali, walau kita ini sahabatan kan saat ini bapak masih balaikota" ucap pak Tikno
"Terserah kamu saja lah" ucap pak Firmansyah
"Yuk semua kita duluan" pamit Reni dan semua hanya mengangguk
"Nad, Aku tadi tidak lihat pak Arya kemana dia? " Tanya Jannah, Ghani menoleh saat Jannah menanyakan cowok lain lalu menatapnya tajam, Nadia menjitak kening Jannah
"TOk"
"Aws, sakit Nad kenapa kasar banget sih kamu" "Yah Nadia tuh nakal" adu Jannah
"Hei, lo ga lihat singa disebelah lo apa?, tadi lo nanyain cowo gua dia kaya mau makan lo tau! " ucap Nadia, Jannah mendongakan wajahnya melihat wajah singa jantan yang sedang lapar siap menerkam. jannah hanya nyengir dan mengangkat tangannya membentuk jarinya berhuruf V.
"Hehhehe, maaf ya A. Posesif banget sih jadi cowok"
"Sudah-sudah, Nak Arya sedang Diklat hari ini" Pak Firmansyah menengahi
"kamu pulang sama siapa Nad? " Tanya pak Firmansyah
"Pulang sama ayah lah sama siapa lagi? " jawab Nadia
"Ya sudah, Ayah siap-siap dulu, Nak Ghani ,Jannah ayah tinggal dulu ya rapih-rapih"
"Silahkan pak, kita juga mau pulang" ucap Ghani lalu pak Firmansyah meninggalkan lobby berlalu menuju ruang kerjanya"
"Nad, kita pulang dulu ya. dadah bestie" ucap Jannah sok genit meninggalkan Nadia di lobby Balaikota.
"Gih dah sana, dasar Bucin" Jannah dan Ghani meninggalkan Balaikota masih menggunakan motor nya
"Yang kita ke warkop dulu ya" ucap Ghani
"Hah apa? tadi AA ngomong apa ga kedengaran" Ghani kesal karena Jannah tidak mendengar menepikan motor nya dan meRem mendadak otomatis tubuh Jannah menabrak punggung kekar Ghani
"Ish, kebiasaan rem dadakan mulu" omel Jannah sambil menepuk pundak Ghani, Ghani mengadu kesakitan
"Sakit yang"
"Lagian kebiasaan, tadi ngomong apa? " Tanya Jannah
"Kita ke warkop dulu"
"Mau ngapain? " Tanya Jannah
"Kamu gak mau bersih-bersih dan sholat maghrib dulu apa? terus mau pakai baju seragam ke sana? "
"Oh ya lupa, tapi aku ga ada baju ganti, gpp pakai seragam ini aja, masih wangi kan? "
"No, bau Asem sama matahari tuh baju"
"ish, Asem-asem juga kamu suka kan? "
"suka banget" mereka melanjutkan perjalanan menuju warkop, sepuluh menit kemudian mereka sampai di warkop, langsung naik ke lantai 3 tempat biasa Ghani gunakan saat kumpul dengan teman-temannya, karena di lantai 3 terdapat ruangan pribadi Ghani.
"tapi aku ga bawa baju ganti A" ucap Jannah
"sudah sana bersih-bersih dulu , di dalam Ada paper bag. itu baju ganti kamu" ucap Ghani sambil menunjuk paper bag merah di atas ranjang Ghani, Jannah memasuki ruangan pribadi Ghani sempat mematung dan tertegun
"Kenapa ada ruangan besar dan indah ini, apa ini kamar nya?, berapa banyak perempuan yang dia bawa Ke kamar ini, Ih merinding" Gumam Jannah
"Awas aja kalau sampai dia pernah dan akan membawa perempuan kedalam sini, Abis kau punya Sosis" umpat Jannah dalam hati.
"Kenapa masih belum bersih-bersih?, apa yang kau pikirkan? " suara bariton pemuda itu mengangetkan Jannah
"Eh apa?, iya ini mau masuk kamar mandi" Jannah langsung berlari ke kamar mandi dengan membawa handuk dan paper bag
"Aneh, bukannya mandi malah bengong" gumam ghani sambil menggelengkan kepala
Jannah bersih-bersih cukup 15 menit dan sudah selesai dan rapih dan menggunakan make up tipis natural.
"Hemm, cantiknya calon istriku" goda Ghani yang membuat Jannah bersemu merah.
setelah bersih-bersih dan melaksanakan kewajibannya. mereka siap kuliner malam.
"Kita naik motor aja A, lebih cepat"
Kuliner malam pasar lama Tangerang
foto : IG @Abouttng
"Ramai banget yang, apa tiap malam seperti ini? " tanya Ghani
"Ini belum seberapa ramai A, biasanya weekend lebih ramai sampai macet"
"pegang tanganku, aku takutnya kamu hilang"
"Aku mau nyoba Sipon cake Viral itu A, nanti sekaliam bawa ke rumah pak Gub ya A"
"A abis ini kita ke rumah Pak Gubernur mau kan?, aku udah lama ga kesana"
"Untuk calon nyonya Ghani kemanapun tujuannya akan turuti" ucap Ghani sambil membungkukkan badan
"Ish, lebay. kita makan di sana aja ya A, tadi putri Chat aku katanya kita disuruh makan di sana"
......................
......Bersambung......
...----------------...