LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Selalu Ada Di Sampingmu



"Emang AA sengaja kan, biar bisa lama-lama denganku? selidik Jannah melihat gelagat Ghani yang licik. Jannah paham Kalo sebenarnya Ghani punya berbagai Cara agar bisa selalu bersama dengannya. Ghani hanya cengengesan karena ketahuan. Ghani memarkirkan motor Egi sambil memanaskan motor. dan berdiri di depan Jannah


" Benarkan?, Emang ya AA tuh menyebalkan " ucap Jannah


( Loh kok manggilnya udh AA aja kita ga tau Thor)


( AA : panggilan kakak dalam bahasa sunda)


-- Flashback on --


"Gi motor maneh bisa teu paeh tiba-tiba? (gi motor lo bisa ga kalo tiba-tiba mati) tanya Ghani


"Bisa A bos, tinggal matiin kontaknya, hi hi hi" jawab Egi


"Bego kalo itu gua juga tau, cara halusnya gimana? gua pengen jalan berasa lama aja sama bini gua" ucapnya menerangkan maksud liciknya


"Hahaha, A bos tinggal kendorin spion kanan nanti juga paeh sorangan, coba geura " (Hahaha, A bos tinggal kendorin spion kanan nanti juga mati sendiri) jawab Egi, Lalu Ghani mencoba nya lebih dulu dan berhasil. setelah berhasil Ghani menghampiri Jannah yang sedang bersama Nadia.


"Nah, nanti kau pulang sama siapa? tanya Nadia sedikit khawatir karena Jannah belum juga pulang.


"Aku mah gampang Nad, jalan kaki juga bisa orang kontrakan ku kan deket" ucapnya


"Bener Nah kamu ga apa-apa kalo aku tinggal, atau aku mau minta tolong Tuan Ghani buat antar kamu? " tanya Nadia sambil tengak - tengok mencari Ghani.


"JANGAN, dah kamu pulang aja. tuh pak Arya dah nungguin" ucap Jannah mengusir Nadia, kebetulan mobil Arya sudah di pinggir jalan


"Hahahaha, Kenapa wajahmu Nah jadi Pais gitu?, yasudah aku duluan ya, jangan sampai telat besok" kemudian Nadia masuk ke dalam mobil Honda Civic milik Arya. Saat Jannah hendak melangkah tiba-tiba Ghani memepet jalan Jannah.


"Kau naik, aku antar kamu pulang! " ucap Ghani yang berhenti tepat di depan langkah kaki Jannah


"Ga mau, terimakasih!! " ucapnya singkat


"Ayo naik, tidak ada penolakan" Ghani sedikit memaksa


"Ga mau" jannah tetap kekeh tidak mau naik motor


"Hai memangnya kamu berani lewat sana, bukan kah gang masuk kontrakan mu melewati makam. Dan bukan kah belum lama ini, di makam sana baru saja ada yang dimakamkan, yang aku tahu yang meninggal itu karena habis melahirkan" ucap Ghani bergidik menakut-nakuti Jannah. Jannah tampak berfikir bener juga apa yang Ghani bilang.


"Bener katamu, Tapi kenapa kau bisa tau Hah?, Atau jangan - jangan kau membuntuti ku" ucap Jannah menyelidik.


"Makanya naik ke motor ku, kau ga usah takut, aku tidak menggigit" ucap Ghani, dan Jannah naik ke motor


"Pegangan, kalau perlu peluk saja aku kalo kamu merasa takut" ucap Ghani


"Enak saja, kau jangan mencari kesempatan ya, Tuan Mesum" ucap Jannah, mereka berdua mengendarai motor matic milik Egi, saat Hendak memasuki gang makam Ghani dengan liciknya mematikan motornya dengan cara mengendorkan spionnya.


"Lah.. lah.. lah... motornya kenapa, A" tanya Jannah ke Ghani dengan sebutan baru A berarti AA . Ghani yang mendengar panggilan baru tampak tersenyum.


"Ga tau yank, kayanya bensinnya habis" ucapnya, Ghani lalu membuka tanki bensin motornya. "Bensinnya masih full tapi kok mati " ucapnya berbohong. Jannah yang sadar dimana motornya mati secara reflek memeluk Ghani.


"Sreet" Jannah memeluk lengan kekar milik Ghani dan menekuk wajahnya di ketiak Ghani.


"Kau kenapa hemm?"


"Cepetan hidupkan motornya, apa AA ga lihat kita Ada dimana? " ucap Jannah dengan wajah pais berkeringat dingin. Ghani berbunga-bunga di peluk Jannah. Jannah yang sadar sedang memeluk Ghani bergumam


"kekar nya lengan ini, nyaman sekali aku Ada di samping nya, wangi ini kenapa bikin aku melayang" gumam Jannah darah dalam tubuhnya mendesir dan Jannah otaknya bertraveling


"Hai kamu berfikir Mesum kah? " ucap Ghani


"Mana ada, aku hanya takut, sudah buru hidupkan saja motornya, kalau tidak aku pipis di celana karena takut" Jannah merekatkan pelukannya semakin kencang. keisengan Ghani muncul, Ghani melihat tong sampah deket makam dia coba meraih batu besar dan melempar batu tersebut.


"Mamak....., aku mau pulang" Jannah berteriak dan manik Mata nya mengeluarkan cairan bening, Melihat Janah yang menangis ada rasa sesal dan rasa sakit yang menyayat hatinya


"Maaf kan aku, gara-gara aku kamu sampai menangis" ucap Ghani dalam batin "Sudah kau jangan menangis, ada aku disini dan nanti setelah Sah aku akan selalu ada di sampingmu" ucap Ghani, Jannah mendongakkan wajahnya menatap Ghani, Jannah mencoba mencari kebohongan atas ucapannya, dia tidak menemukan sebuah kebohongan. yang ada hanya kebenaran dan ketulusan yang terlihat di Mata seorang Ghani Abdul Rahman.


"Benarkah itu?, AA akan selalu ada untuk ku? tanya Jannah menatap lekat wajah tampan yang beberapa hari ini selalu saja mengganggu nya.


" Benar, mulai detik ini, Aku Ghani Abdul Rahman tulus selalu ada untuk mu Ratuku.


Blush


merona pipi Jannah, dan Ghani tersenyum.


"Mukamu seperti tomat"


"Mana ada, sudah kau jangan menggoda ku Tuan Ghani Abdul Rahman" ucap Jannah dengan memanyunkan bibir dan menghentakkan kaki nya.


"Kau lucu, dan kau apa mau disini terus " ucap Ghani


sambil mencubit hidung mungil Jannah


"Ish, sakit tau. yasudah kalo motornya ga hidup dituntun aja motornya A, biar aku meluk AA di samping" ucap Jannah, sepanjang Jalan memeluk, sampai melewati makam terus memeluk Ghani.


"Malam bu Guru, baru pulang. sama siapa nih? " ucap sekelompok ibu-ibu yang sedang berkumpul ngobrol sambil mengawasi anak-anak mereka yang sedang bermain. Jannah tersentak kaget dan salah tingkah


"Kenapa motornya kok dituntun" tanya salah satu ibu


"Malam ibu-ibu, iya bu motornya mogok" ucap Jannah sambil memegangi tengkuknya


"Malam ibu-ibu, saya Calon suami bu Guru" ucap Ghani, "Kami permisi dulu ya ibu-ibu"


"Wah ganteng bu guru calonnya" ucap ibu yang lain


"Ah bisa aja, kami permisi dulu ya ibu-ibu" ucap Jannah pamit permisi, dan Jannah masih saja memeluk Ghani


"Loh AA kenapa ga bilang udah lewatin makam" tanya Jannah


"Lah kita udah ngelewatin makam aja kamu masih meluk AA kaya gini, buat apa AA bilang, hi hi hi" ucap Ghani sambil terkekeh, Jannah yang gemes mencubit perut Ghani, saat mencubit perut Ghani Jannah otaknya Bertraveling


"Ya Allah ya tuhanku pasti di dalam sana ada roti sobeknya, semoga roti sobek ini hanya untuk ku" gumam Jannah


"Tuh Mesum lagi kan" ucap Ghani, Jannah yang bete melepas pelukan dan berjalan terlebih dulu.


"Dih ngambek" ucap Ghani


"BODO" Jannah melengos dan memeletkan lidahnya.


~flashback off~


...bersambung...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa tinggal kan jejak ya


like, komen, Vote dan jadikan favorit ya guys