
"Hahahaha, Akhirnya kau Nona menerima Lamaran ku. Bahagianya aku" Ujar Ghani lantang dari tangga menuju ke meja Jannah. dan semua pandangan mata terfokus ke cowok tampan yang seorang CEO yang sedang viral.
Ghani menarik bangku lalu duduk berhadapan dengan Jannah, sementara Nadia tampak terkekeh geli diam-diam dia memvideokan drama di hadapannya, dan Putri melongo takjub akan pemandangan indah di hadapannya. jangan di tanya bagaimana dengan Jannah, Gadis itu terus menggurutu dan ber gumam dalam hati dengan mulut yang sedang komat kamit yang membuat seorang Ghani menjadi gemas.
"Ya Allah indah nya ciptaanmu, Benarkah ucapannya, Apa? Kamu ngomong apa Jannah Bodoh " Gumam nya
"Ya Nona aku memang Tampan, dan aku serius akan ucapan ku barusan" ujar Ghani, Jannah Kaget membulatkan manik bola matanya mendengar ucapan Ghani yang seolah -olah tau ia sedang bergumam.
"Ya Tuhan apa dia seorang anak indigo dia bisa tau akan ucapan ku barusan dan kenapa cowok ini selalu saja mengganggu apa dia tidak punya Kerjaan selain membuat ku kesal, Rasanya ingin kujambak rambutmu yang klimis itu, Jannah Bodoh kenapa kamu tidak mendengarkan feeling mu tadi, kejadiankan" Jannah meruntuki nasibnya.
Saat Jannah sedang kesal-kesalnya dengan Ghani, dan seorang pria tampan yang seorang Asisten Ghani mendekat membisikan ketelinga Ghani bahwa ada dua orang temannya sedang menunggu di Area Luar, dan Adhan berjalan mengahampiri kedua temannya.
dan tampak dari pintu masuk seorang Gadis manis tampak celingak - celinguk memandangi keseluruh area warkop mencari sahabatnya
"Benarkan ini warkop nya yang dibilang kak Nadia, tapi kemana mereka ya? " Gumam nya sambil berjalan yang tidak melihat jalan karena sibuk mencari sahabat baru nya. saat Gadis itu melihat Nadia dia tampak berlari menghampiri dan tidak sengaja menabrak Seorang Asisten Ghani. Nadia yang sedang terkekeh menahan tawanya akibat drama Jannah dan Ghani lalu disuguhkan lagi drama Adhan dan Dea Tambah lah kekehan nya dengan sigap memindahkan Kamera ponsel ke arah drama Adhan dan Dea.
"Brugh.. "
"Aws... Maaf Tuan saya tidak sengaja" Dea bangkit berdiri dan mencoba membantu berdiri Adhan Tampa melihat wajahnya. karena ukuran badan mereka yang tak seimbang jadi mereka kembali jatuh
"Brugh" lalu manik mata mereka beradu saling pandangan
Deg
"Tampan nya ciptaanMu Tuhan" Dea Tampa sadar berdecit lirih
"Cantik" hanya itu yang diucap Adhan
Deg.. Deg...
"Jantungku" gumam Dea "Sial Jantung gua" Gumam Adhan
"Ekhem" Ghani berdehem agar mereka berdua tersadar, perlahan kesadaran mereka buyar lalu Adhan mendorong tubuh Dea kesamping lalu berdiri
"KAU" ucap mereka kompak, Lalu mereka menghirup nafas panjang guna menetralkan degug Jantung mereka masing-masing
"Tuan Bisakah barang sehari saja tidak hadir di hadapan saya, tidak punya Kerjaan kah anda? " ujar Dea sambil menetralkan Jantung nya yang masih berdetak kencang.
"Apa Kau bilang? Sungguh sial nasib ku selalu saja bertemu dengan Gadis mesum seeprtimu, Lihat lah tatapan mu seakan-akan menggoda ku" jawab Adhan dan Dea kelagapan yang ketahuan mencuri pandangan wajah Tampan Adhan.
"Mana... Mana... Mana ada kau yang mesum Tuan, bahkan tadi kau menyentuh asetku yang montok dan berharga ini" ketus Dea
"Montok Katamu, Dadamu saja rata gitu dan yang kupegang hanya busa tebal kamu bilang montok, cih dasar Gadis rata" balas Adhan tak mau kalah ketus nya
"DASAR COWO MESUM" umpat Dea
"KAU!!! " Adhan yang sudah kesal sampai keubun-ubun tiba-tiba mengecup bibir Dea dan ********** dalam
"cup"
*Blush* merah wajah Dea dicium tiba-tiba oleh Adhan, Dea diam mematung.
Semua mata yang tadi nya terfokus drama Jannah dan Ghani kini teralihkan ke drama Adhan dan Dea.
"Itu balasan karena kau berani mengumpatku" ujar Adhan sambil melap bibir Dea sisa ciumannya
"Ciuman pertama ku" Gumam Dea dengan wajah menunduk malu rasanya ia ingin terbang menghilang antara senang, malu, dan kesal jadi satu. Adhan berlalu meninggalkan Dea. "Sadar Dea, Cowok itu sudah memerawani bibirmu, Kenapa kau tidak marah hey... DEA" Dea meruntuki nasibnya.
"Cowok Judes dan Mesum tunggu pembalasanku" umpat Dea sambil meninju udara kesal karena Adhan berlalu meninggalkan nya begitu saja.
"Hai Kau" panggil Ghani ke Dea, Dea yang merasa dipanggil menghampiri BOSnya
"Namanya Dea bukan Hai" ketus Jannah spontan dan Ghani langsung memalingkan muka kembali ke arah Jannah
"Apa kau sudah tidak bisu lagi sayang?, merdu sekali suaramu didengar olehku" ujar Ghani, Jannah yang sadar akan ucapannya memerah wajah nya bak kepiting rebus.
"Daebak, Dua drama jadi satu" Ujar Putri spontan dan Nadia yang merasa sudah tidak tahan akhirnya melepaskan tawanya.
"Hahahaha hahaha..., Daebak bener bener drama CEO dan asistennya paling keren dah, Aduh perut gua aduh" Jannah, Dea dan Ghani menghujani tatapan membunuh Ke arah Nadia
"Nadia... ", " Kak Nadiaaa..." ujar Jannah dan Dea, sementara Putri yang terus memandangi Ghani Tampa berkedip. Jannah menoleh kesamping Putri melihat putri terus memandangi Ghani dengan kagum ada rasa kesal didadanya.
"HEY put... put..put.." Jannah yang memanggil Putri sambil melambaikan tangan tepat diwajahnya, tetapi orang yang di panggil tidak menggubris sama sekali lalu Jannah berteriak tepat di telinga Putri
"Putriiiii" Teriak nya
"APA!!!" Putri tersadar akan pekikan suara Jannah
"Kau berisik sekali Nah, mengganggu saja"
"Kau, kenapa terus menerus memandangi nya" ujar Jannah ketus
"Kenapa memangnya, ada yang salah?. Apa kau sedang cemburu kalau gua mandangi calon suami lo, hah? " jawab Putri, mendengar jawaban Putri Jannah merasa malu karena sudah tidak ada muka lagi di hadapan Ghani.
"Hahahaha, lucu sekali wajah mu Nona jika sedang cemburu bikin tambah sayang" Ghani terus menggoda Jannah, yang digoda terus menunduk malu karena muka nya sudah memerah antara malu dan senang.
"Hai kau, kemari dari tadi aku memanggil mu kenapa diam mematung saja kau"
"Saya pak?" jawab Dea
"Iya kamu siapa lagi memangnya"
"Dea pak nama saya"
"Ya terserahlah siapa nama mu, gimana rasanya dicium tiba-tiba sama cowok Judes itu? "
"Hah" Jannah melotot Kaget atas pertanyaan memalukan cowok mesum di hadapannya
"Manis pak, kenapa memangnya? apa bapak belom pernah ciuman?, makanya bapak bertanya seperti itu? " jawab Dea tapi tatapan matanya melihat Jannah.
"Belum" jawab Ghani
"Sama Aku juga belum pernah, Ups" Jannah menutup mulut nya dengan kedua tangannya karena ketelepasan sikap polosnya,
"hai kak yang ku tanya pak Ghani, bukan kakak kenapa kakak ikut jawab"
*Blush* tambah memerah lagi wajah Jannah dan Nadia tambah terbahak-bahak akan tawanya
"Hei kau anak Walikota, Apa anak seorang Walikota pantas bersikap barbar seperti itu" Ghani geram akan sikap Nadia yang sedari tadi hanya tertawa
"Dan kau, bukankah kau anak pak Gubernur? jangan terlalu lama memandangi ku, karena kau membuat calon istri ku dan juga sahabatmu itu cemburu.
"Dan kau sayang apa mau mencoba berciuman seperti Gadis ini dengan kekasihnya yang Judes itu? " tanya Ghani menggoda Jannah, Jannah mengangguk tanda mengiyakan karena belom tersadar akan ucapan Ghani.
"Jadi kau mau aku cium?" ujar Ghani, Jannah lalu tersadar menggelengkan Kepala sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Pergi sana pria MESUM" usir Jannah karena sudah lelah dan juga sudah tidak ada muka lagi di hadapan Ghani
"Baiklah baiklah aku akan pergi. Kalau kamu merindukanku, aku ada di meja sudut sana ya sayang"
jawab Ghani, lalu Ghani menepuk ubun-ubun Jannah yang ditutupi hijab.
...--bersambung--...
...****************...
jangan lupa like, koment, vote dan tambahkan jadi favorite ya biar saat aku update akan muncul dinotifikasi kalian...