
Happy Reading guys...
......................
"Pergi sana pria MESUM" usir Jannah karena sudah lelah dan juga sudah tidak ada muka lagi di hadapan Ghani
"Baiklah baiklah aku akan pergi. Kalau kamu merindukanku, aku ada di meja sudut sana ya sayang"
jawab Ghani, lalu Ghani menepuk ubun-ubun Jannah yang ditutupi hijab.
*Blush* Tambah merah lagi muka Jannah
"Hay Tuan, Asal saja anda menepuk-nepuk Kepala seorang Gadis jomblo, Asal Anda tau Tuan pantangan bagi Gadis jomblo dipukpuk Kepala nya oleh seorang pria apalagi pria tampan sepertimu, dan efeknya secara reflek membuat wajah ku memerah dan yang paling parah membuat ku baper, jadi singkirkan lenganmu di kepalaku" cerocos Jannah karena Ghani sudah keterlaluan membuat nya semakin baper akan sikapnya yang konyol
"Jadi kau mulai baper hah?, dan tadi coba bilang lagi kalau aku ini tampan?" ujar Ghani tambah gemas sekarang mencubit kedua pipi Jannah dengan gemas.
"GHANI ABDUL RAHMAN, hentikan kekonyolan mu ini. jika tidak setalah aku jadi istri KAU, kau akan selalu mendengar ocehan ku setiap hari ingat itu!!, Ups " lagi-lagi Jannah bicara nyerocos Tampa jeda dengan polosnya dia telah mengakui siap dinikahi Ghani. tampak senyum manis dari pria tampan itu mendengar ocehan Gadis pujaan hatinya,
Cup
Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir Jannah, Lalu Ghani membisikan sesuatu di telinga Jannah
"Kau sungguh cerewat, belum jadi istri ku saja kau begitu cerewet. tapi itu yang membuat aku suka kepadamu, aku akan menunggu moment itu" bisiknya dan membuat Jannah diam sambil memegangi bibirnya yang basah. dan ekspresi 3 Gadis itu tampak melongo melihat adegan dewasa didapan kedua mata mereka. Egi yang kebetulan Melihat nya juga sengaja menjatuhkan panci untuk menyadarkan lamunan ke 3 Gadis sahabatnya Jannah.
*PRANK..... *
Mereka tersentak kaget
"Mata ku ternodai" gumam mereka bertiga kompak lalu tersadar,
"Sudah lah Tuan Muda, lebih baik anda pergi saja dari hadapan Sahabatku, apa anda tidak kasian terhadapnya, dengarlah Jantung nya yang berdetak kencang, apa anda ingin membuat sahabat saya ini mati saat ini juga? " ujar Nadia yang tersadar lebih dulu dibanding dari sahabatnya yang lain
"baiklah terima kasih atas ciuman pertama nya, dan jika kamu memang merindukanku, aku ada di sudut sana dengan ke tiga teman ku yang lain. kalian mungkin akan menyusul ke sana, kita akan melakukan Quartet date " ujar Ghani asal sambil menunjuk sudut tempat duduk sahabatnya dan mata para Gadis seperti terhipnotis megikuti arah jari telunjuk Ghani. Lalu Ghani meninggalkan para Gadis dengan bibir yang tersenyum cerah.
"Quartet Date" Ucap mereka kompak saling bertatap muka dan Nadia, Putri dan Dea Kaget setelah melihat siapa yang ditunjuk Ghani
"What!!! "
"Tuan Asisten" ucap Dea ,"Kak Dimas " ucap Putri , "Pak Arya" ucap Nadia berbarengan, Lalu mereka kompak menggelengkan kepalanya serentak
"Ekhem, sudah drama nya? ga haus atau lapar gitu? " ujar Egi menawarkan menu dan mata Gadis menatap tajam ke Egi dan membuat Egi kikuk, menelan saliva nya dengan susah
"Eh Bocah tengik, gua mau boba Milk tea extra large satu Sama Indomie kari Ayam dua jadi satu pakai telor dua jangan terlalu mateng telor nya pakai cabe rawit 6 sama air mineralnya 1. lo apa Put, Nah, De" ucap Nadia
"A Egi Aku Indomie ayam bawang Satu yang matang, telor nya dua sama jangan terlalu matang juga, minumnya melon smoothies 1 air mineralnya 1 yang 600ML" ucap Jannah
"gua Strawberry smoothies topping Jelly aja" ucap Dea
"Kamu ga makan De? " ucap Jannah
"Aku masih kenyang kak, tadi dikantor udah makan" jawab Dea
"Kenyang ******* lo mah De" Nadia mulai bekelar membuat Dea salah tingkah
"sudah-sudah kalian ini seneng banget ngegodain Dea" ujar Jannah
"cih, padahal sama tuh yang habis dicipok" ucap Putri berdecih, " oh ya kita belom kenalan gua Putri sahabat Jannah dan Nadia " Putri mengulurkan tangan inisiatif menawarkan persahabatan karena Putri menilai Dea satu frekuensi dengan mereka.
"Dea Kak, saya sahabatnya kak Jannah" Dea menerima uluran tangan Putri
"Gua bukan sahabat lo De emang nya, hah? " Nadia pura-pura kesel yang tidak dianggap Dea sebagai sahabatnya juga
"Oh ya maaf kak, sampai lupa sama kak Nadia. Kak Nadia sahabat aku juga kok" Dea yang sama polosnya dengan Jannah memasang wajah puppies eyes nya
"Duh gemes nya kamu" Jannah mencubit pipi Dea karena gemas, merekapun tertawa, dan makanan pesenan mereka pun sampai dan mereka makan sambil ngobrol santai.
"Kak Nad, jadi bener yang dikatakan sama pak Bos tadi kalau kamu anak pak Wali?" tanya Dea
"Iya, Tapi kamu harus rahasiain identitas aku ya De, aku ga mau orang-orang bertemen sama aku cuman karena aku anak pak Wali" jawab Nadia, Dea hanya manggut-manggut saja
"Sebenernya De bukan itu jawabannya, kamu tau kan sifat Nadia kaya apa?, bar bar gitu. yang ada pak wali justru malu ngakuin dia jadi anaknya, hi hi hi hi" ujar Jannah terkekeh yang mendapat tabokan dilengan oleh Putri sambil ketawa.
"Lo bener Nah, ayah Firman aja geleng-geleng kepala kalo liat Nadia lagi keluar jiwa barbarnya" Putri menambahkan, melihat Nadia terpojok dan memasang muka cemberutnya semua tertawa
"Daebak, circle ku yang sekarang dikelilingi sama orang yang hebat" ujar Dea, Putri Dan Nadia menggelengkan kepala tanda tidak menyetujui ucapan Dea
"Ga...ga.. Yang hebat orang tua kita, kita mah B aja kali De." ujar Putri merendah , "Buktinya gua De, gua aja ngajar sekarang masih honor bukan PNS, ayah tuh ga mau anaknya jadi ASN jalur KKN" tambah Nadia , Dea hanya manggut-manggut saja merasa kagum akan kerendahan hati sahabat barunya.
"Ga mau tau, kalo menerut aku kalian hebat semua. Ada anak pejabat dan ada calon istri pengusaha sukses" Ucap Dea
"Uhuk... uhuuk" Jannah tersedak reflek putri memberi air mineral ke Jannah
"Kamu tuh ya De seneng godain aku"
mereka semua tertawa melihat Tingkah polos Jannah
.
...--Bersambung--...
...****************...