LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Jatuh Cinta



Happy Reading guys


......................


...Malam...


...Irama nyanyian rinduku...


...Di sepertiga malam ini aku tak dapat pejamkan mata...


...Syahdu...


...Nyanyian alam bertasbih memuji Tuhannya...


...Rindu...


...Aku rindu...


...Sendunya malam ini karena Rindu......


...Nafas Nadi...


...****************...


Malam semakin Larut tampak mobil Honda Jazz berwarna merah melaju dengan kecepatan sedang membelah Jalan Tol Tangerang - Merak, suasana canggung terasa didalam mobil. Hanya suara mesin mobil yang terdengar. Putri Nampak duduk diam pandangannya lurus ke depan melihat suasana jalan Tol yang nampak sepi hanya ada beberapa kendaraan besar sesekali melintas. sesekali Putri memalingkan wajah menengok ke sebelah kanan memperhatikan pria tampan yang fokus mengemudi, saat pandangannya memandang wajah tampan Dimas, Dimas mulai membuka suaranya guna mencairkan kecanggungan.


"Saya memang tampan, janganlah terus memandangi saya begitu Non, nanti bisa jatuh cinta"


"Kenapa kau begitu pede sekali?, siapa juga yang memandangi mu. Aku hanya melihat kecepatan laju kendaraan yang kau bawa di spedometer. Ternyata kau mengemudi sangat lamban" ujar Putri mencari alasan setelah ketahuan mencuri pandang ke arah Dimas


"Maaf Non, spedometer ada di sini" ujar Dimas sambil menunjukan arah spedometer "tetapi ang nona pandang itu di sini" Dimas menunjukan wajah nya


"Kau.. Selain menyebalkan, kau juga seorang yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Aku heran sama Om Firman kenapa bisa menjadikan mu Ajudannya"


"Hahaha, Selain karena aku Tampan, aku ini seorang yang genius. Atau bisa jadi mungkin saat Ayah nona melihat kinerja diriku, beliau mungkin tertarik menjadikan ku ajudan beliau"


"Terserah kau saja, aku lelah harus berdebat dengan mu" Ujar Putri lelah berdebat dengan Dimas akhirnya tertidur. Dimas yang melihat posisi tidur Putri yang kurang nyaman di menepikan kendaraan di bahu jalan tol guna membenarkan posisi tidur Putri.


"Saat diam tidur seperti ini, kau sangat cantik dan mengapa saat matamu terbuka ada saja kelakuan mu yang membuat aku jatuh cinta padamu" ujar Dimas pelan, Tanpa disadari Dimas Putri belum terlelap


"Apa dia bilang? kak Dimas jatuh cinta denganku, Oh tuhan jantungku ini rasanya tak karuan. mengapa aroma tubuh dan nafasnya membuat ku mabuk kepayang" Putri bermonolog dalam hati. dan mobil kembali melaju membelah jalan TOL.


Sementara di tempat lain tepatnya didalam mobil Jeep Rubicon berwarna Jingga seorang gadis Tampak sedang bersenandung lagu dangdut koplo yang sedang Hitz


Awak dewe tau duwe bayangan


Besok yen wes wayah omah-omahan


Aku moco koran sarungan


Kowe belonjo dasteran


Nanging saiki wes dadi kenangan


Aku karo koe wes pisahan


Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan


Awak dewe tau duwe bayangan


Besok yen wes wayah omah-omahan


Aku moco koran sarungan


Kowe belonjo dasteran


.....


"Dug" kening Dea terbentur Dashboard mobil. Dea menoleh ke arah kanan sambil memicingkan manik matanya


"Pak, Kalau bawa mobil bisa ga sih hati-hati, lihat nih kening ku terpentok, Apa bapak sengaja, Hah!!! " ketus Dea


"Kau, bisa-bisanya marah. Apa kau tidak lihat ada seekor kucing tiba-tiba melintas" Adhan menunjuk ke arah kucing tepat di samping.


"Maaf pak saya ga tahu" ujar Dea sambil mengerucutkan bibirnya. Dea mematikan Tape dan duduk dengan memalingkan wajah ke arah jendela.


"Ekhem, kenapa sekarang kau Diam?, Apa karena terpentok tadi mengakibatkan otakmu jadi berfungsi bahwa suaramu itu sangat mengerikan! " ujar Adhan, merasa dipancing emosinya Dea mengalihkan pandangan nya ke arah Adhan dan menatapnya dengan tajam


"Apa kau bilang? Suaraku mengerikan?? justru suaraku ini merdu, tak kalah dengan Happy Asmara"


"Apa nya yang merdu, suaramu bikin gendang telingaku terkoyak. dan kenapa dengan matamu? kau sedang terpesona atas ketampanan ku ini? atau kau sedang menggoda ku. dasar kau Gadis Mesum" Ujar Adhan


"Apa kau bilang Terpesona dan Tampan? ya ku akui kau memang Tampan, tapi ketampanan mu tertutup oleh mulutmu yang seperti emak-emak tidak dapat uang belanja dari suaminya" Ketus Dea yang emosinya terpancing


"Kau selalu saja menjawab kata-kata ku, tidak ada Takut-takut nya kau kepada ku"


"Kenapa aku harus takut kepada mu? kita sama-sama makan nasi, oh ya Pak dengan sifat bapak yang Judes dan mulutmu yang pedas itu adakah Gadis yang sanggup bersama mu? "


"ADA"


"Siapa?, bahkan aku tak melihat seorang Gadis pun bersama mu selama ini"


"Hmm, Seperti nya kau tahu banyak tentang diriku, Apa kau salah satu Pengagum rahasia ku, atau mungkin kau Jatuh cinta dengan ku dan sedang mengorek-ngorek kehidupan pribadiku, Hah! " jawab Adhan santai, mendengar jawaban Adhan, Dea tampak kikuk dan Gugup


"Ma... mana Ada... mana ada aku Jatuh cinta denganmu, Cowok Judes mulutmu yang seperti perempuan itu"


"KAU!!!, Sudahlah Dea ngaku saja kalau kau itu sudah Jatuh cinta denganku. Kenapa kau Gugup seperti itu?"


"Pak, Selain Judes dan bermulut pedas ternyata bapak seorang yang sangat PD ya?, oh ya pak kenapa kau sangat berbeda dengan Pak Ghani dia yang seorang CEO saja tampak ramah dan baik? Atau kau punya obsesi menjadi seorang CEO? atau jiwamu itu tertukar kah? Dea terus mengoceh, Adhan yang semakin geram, menepikan mobil nya dipinggir Jalan dan menatapnya dengan tajam.


"Lah...lah...lah.. pak kenapa kita berhenti, ini masih jauh loh?" Dea Panik karena tiba-tiba Adhan mendekatkan wajah nya tepat di depan wajah nya, Dea menutup matanya dan membuka sedikit bibirnya seolah-oleh siap untuk menerima sebuah ciuman


*PLETAK* Adhan menyentil Kening Dea,


"Kenapa kau memejamkan mata? Apa yang sedang kau pikirkan, Hah? Dasar Gadis Mesum!! Ujar Adhan


Aws.. Sakit pak, Kenapa bapak menyentil Kening saya?" teriak Dea sambil mengelus Kening nya tampak memerah sambil mulutnya komat-kamit


"Kenapa kau memejamkan mata? Apa yang sedang kau pikirkan, Hah?, Dasar Gadis Mesum!!. Gumam Dea dalam hati menirukan ucapan Adhan dengan nada meledek "dasar cowok Judes, cowok resek, mulut cabe, gua sumpahin dapet jodoh cabe-cabean" Umpat Dea


" Apa Kau ingin aku cium kembali?, Hentikan umpatan mu" Bisik Adhan, Dea reflek menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya lalu menggelengkan kepalanya. tak berselang lama Dea yang lelah berdebat akhirnya tertidur


"Dea, kamu ada hubungan apa dengan Jaya?" tanya Adhan sambil fokus mengemudi tampa menengok ke arah Dea. "De.. De... Dea.. " Panggilnya lagi karena tidak ada jawaban Adhan menoleh ke arah Dea.


"Rupanya kau tertidur. Saat tidur seperti ini, seperti bukan dirimu. Cantik walau kau sedang tertidur. saat kau terbangun mengapa kau seperti burung beo. Kau tau Dea sikap ku seperti ini karena aku mulai Jatuh Cinta padamu" ujar Adhan,


Sementara disisi lain Arya baru sampai di kediaman keluarga Nadia.


"Pak Arya, kita sudah sampai, ga ada niatan buat mampir?" ucap Nadia menawarkan mampir


"Sudah malam bu Nadia, tidak enak sama pak Wali" ucap nya menolak


"Aduh bapak jangan panggil ibu atuh, kan sekarang kita bukan di sekolah. panggil aja Nadia atau ga panggil aja sayang " sifat Nadia yang barbar dengan gampangnya berujar seperti itu, membuat wajah Arya merah padam


"Pak Arya lucu banget sih, muka merah gitu. oh ya pak Arya kita mau sampai kapan kita di dalam mobil, coba deh bapak tengok ke arah sana. Ayah sudah berdiri di depan teras apa mau bapak di bilang tidak sopan?" oceh Nadia tampa henti


"Mulutmu ini apa remnya sudah blong, Ngoceh terus dari tadi. Baiklah kalau begitu saya mampir" jawab Arya, Arya keluar mobil lebih dulu lalu memutar untuk membukakan pintu untuk Nadia


"Terima kasih sayang eh Pak Arya, hi hi hi hi " ujar Nadia sambil terkekeh "oh ya pak tau ga?, bapak selain ganteng juga romantis ternyata" ucap Nadia pelan sambil masuk ke dalam rumah


...--bersambung--...


...****************...