
Happy Reading guy's
......................
"Nah, lo nanti malam ke rumah si Putri?" tanya Nadia sambil berjalan di koridor Balaikota menuju lobby, Reni sedari tadi masih menatap Jannah sambil melamun.
"Insya Allah Nad, udah lama juga aku ga main ke rumah Nyai" Jawab Jannah "Bu Ren kok dari ngeliatin aku terus? " Reni tersadar
"Eh gak, gua masih ga percaya aja lo tadi dilamar secara mendadak, tapi kayanya gua pernah liat laki lo selain di TV tapi dimana ya?"
"Kalo gua sih ga asing bu Ren, soalnya sering banget gua ketemu Tuan Ghani di kantor bokap atau ke rumah" ucap Nadia, Jannah yang mendengar ucapan Nadia menatap dengan memicingkan mata penuh selidik?
"Kalem, Biasa aja tuh mata ketemu bokap gua cuman urusan Bisnis" ucap Jannah
"Alhamdulillah" Jannah mengelus dadanya dan ditertawakan Renu
"Hahahaha, Ada yang cemburu, Oh ya gua baru ingat sekarang kalau tidak salah keluarga nya Besan Bu Hajah Nur? " ucap Reni "Lo ingat ga Nah ada cowok yang lo bilang Amit-amit ya bu Ren, Aku Cinta sama cowok Rakus nyebelin itu, Hahaha"
~Flashback On~
"Bu Ren, lihat ga cowok tinggi yang sok kegantengan itu? " Tanya Jannah ke Reni sambil menunjuk ke arah Ghani, Reni yang mendongak kepala sambil melihat pemuda yang di tunjuk Jannah, Reni menatapnya Tampa berkedip "Bu....bu...bu Ren, eling bu, ingat laki di rumah" Jannah sambil melambai -lambaikan tangannya di wajah Reni
"Astagfirullah, Nah Ganteng banget itu" ucap Reni Kagum
"Apa nya yang ganteng sih Bu Ren, B ajah kali" ucap Jannah santai
"Kalau ga ganteng kenapa lo kasih tau gua, Lo tau kan gua ga bisa liat berondong ganteng, keluar deh jiwa Sugar Mommy gua" Canda Reni yang memuat Jannah kesal
"Oh Boy come to Mommy" ucap Reni yang akan mendekati Ghani, sebelum beranjak Jannah memegang tangan Reni
"Jangan mulai deh bu Ren, janga bikin malu"
"Lah terus gunanya lo kasih tau gua apa?, kan sayang ada berondong manis di anggurin " ucap Reni asal
"Ish, nyesel ngasih taunya ke Bu Ren"
"Lah terus, tapi ya Nah sayang banget ganteng-ganteng di anggurin" ucap Reni
"Ganteng sih ganteng kalo sifatnya tengil bin Ngeselin buat apa? " ucap Jannah
"Kok bisa lo bilang tengil?, emang ada masalah apa sih calon mantu Mommy yang cantik ini sama berondong nya mommy? "
"Ogah aku punya mertua kaya bu Ren yang ganjen dan bawel" sarkas Jannah " Oh ya bu Ren ya tadi kan tuh cowok dari ..... "
- 10 menit yang lalu Jannah berdiri di stand khusus kue untuk kerabat keluarga Besan"
Ghani mendekati stand kue yang dijaga Jannah, Jannah menatap Ghani penuh kagum ganteng cool.
"Ya Allah terbuat dari apa ciptaan mu ini " Dalam hati Jannah
"Ehm, Sudah selesai mengagumi ciptaan tuhan yang indah ini? " Ucap Ghani sambil memainkan ke dua alisnya
"iiya.. Eh apa?? Pede sekali anda tuan" Ucap Jannah sambil meruntuki kebodohannya yang ketahuan menatap kagum manusia menyebalkan itu,
"Tidak usah bohong nona, mata mu berkata nikahi aku ganteng.. nikahi aku" Ghani menggoda Jannah
"Cih, pede sekali anda Tuan"
"Benarkah?" tanya Ghani lalu mencomot 1 kue bugis yang dibungkus daun pisang isi unti kelapa dan memakannya, lalu mengambil lagi dan lagi Sudah 6 kue bugis yang dimakan Ghani, Jannah yang sadar stand kue nya dikuasi Ghani menepak tangan saat mengambil kue nya yang ke 7.
"pletak"
"Hei tuan Jangan seperti ini, pakai piring ini ambil beberapa lalu pergi dari sini kasian tamu yang lain tidak kebagian kalau kue ini kau kuasai"
"Kau cerewet sekali Nona, seperti Umi ku saja. dan bukankah kue ini khusus buat tamu Keluarga Besan? " Goda Ghani lagi sengaja memancing emosi gadis manis itu.
"Kau anak kurang ajar beraninya kau mengatai ibumu sendiri cerewet di depan ku" ucap Jannah kesal
"iya memang kue ini khusus untuk keluarga Besan, dan keluarga Besan bukan dirimu saja tuan sok ganteng"
"Kenapa hanya 3, kau pelit sekali Nona? " protes Ghani
"Masih banyak tamu, takutnya mereka tidak kebagian, sudah sana pergi" usir Jannah, Ghani dengan kecewa meninggalkan stand kue menuju Mertua Abang nya.
"Mak Haji, Ghani boleh tanya? " tanya Ghani ke Mertua sang Abang
"Ya ganteng boleh dong, mau nanya apa? " ucap bu Hajah
"Kue ini beli dimana? kok rasanya enak kaya kue buatan umi sama nenekku" tanya Ghani
"Oh itu kue beli dari teman, kamu liat gadis yang jaga stand kue itu, dia yang buat" bu Hajah menunjuk Jannah
"Benarkah??" kaget Ghani
"Kenapa kaget gitu, nak? " tanya bu Hajah
"pinter juga gadis judes itu buat kue kesukaanku" gumam Ghani
"Nak, kenapa memang nya? " tanya bu Hajah Ghani menatap Jannah kagum
"Cantik, Mak Haji.. eh bu bukan kue nya enak banget" gugup Jannah " ya udah Mak Haji aku ke sana lagi mau nambah" Ghani kembali ke stand tempat Jannah
"Hai nona aku mau lagi" Jannah yang sedang merapikan piring sambil menunduk kaget mendengar bariton suara Pemuda tampan dan slengean itu.
"Hai tuan, kau lapar atau Rakus sih. kau sudah memakan 10 biji kue ini dan kau kembali lagi" ketus Jannah yang sudah kadung emosi
"Pelit nya kau nona, apa ini kue buatan mu? " Ghani pura-pura bertanya dan Jannah memberikan 3 kue lagi
"Iya ini kue buatan ku, enak ya? sampai kau bolak balik memakannya" jawab Jannah ketus
"Tidak enak sama sekali"
"ish , Tidak enak tapi kau habis 10 biji dan ini yang ke 13" Jannah ber desis kesal
"Lah memang tidak enak, karena aku lapar jadi aku makan saja" bohong Ghani
"Hei tuan Rakus kau kalo lapar makan nasi sana bukan kue, Awas saja kau kembali lagi! " sarkas Jannah
"ya Nona Judes tapi cantik, aku tidak janji ya" ucap Ghani sambil mencubit Pipi chubby Jannah yang membuat Ghani gemas.
Blush.. wajah Jannah memerah
"Lihat wajah mu nona seperti tomat, kau lucu dan menggemaskan" Jannah yang ketahuan merona merasa malu dan kesal ulah Ghani mengusirnya
"sudah cepatlah pergi dari sini Tuan, kau pria Rakus dan menyebalkan" usir Jannah
"Aku pergi dulu ya Nona, oh jika kita bertemu lagi aku pastikan aku akan menikahi mu" ucap Ghani lagi
"Sudah hentikan omong kosong mu, cepat pergi dari sini" Jannah menatap punggung Ghani yang lebar menghilang dari hadapannya.
...
"Begitu bu Ren, ada ya cowok kaya gitu yang tingkat ke PD anya tinggi"
"Awas loh Nah, Lo benci dan sebal jadi cinta" ucap Reni
"ih Amit-amit ya bu Ren, Aku Cinta sama cowok Rakus nyebelin itu" ucap Jannah kesal
~Flashback off~
"Astagfirullah, kok aku baru ingat ya kalau cowok itu, Calon suami aku? . berarti aku kemakan omonganku sendiri ya bu Ren"
"Hahahaha, makanya Nah kalo ngomong jangan pakai hati jadi do'a yang terbalik kan"
...Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...