LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Tidak bersalah



Happy reading guys


...****************...


"Lo mau kemana blay?, Gw mesti ikut. gw ga mau lo kenapa-kenapa" ujar Adhan


"Gua mau ke markas, Lo di sini dulu setelah itu kalian bisa susul gw ke markas" ujar Ghani dangan tegas Adhan hanya bisa mengangguk.


Wajah Ghani yang kusut keluar dari ruangan nya


Ceklek


Ririn mendongakkan kepala nya melihat siapa yang keluar dari ruangan bosnya, dan ternyata Ghani yang keluar dari ruangan nya


"Oppa lo yang sabar ya, gua yakin lo mampu melewati ini semua dan gua percaya teman-teman itu berhasil menemukan dalang nya, yang sabar ya oppa" cerocos Ririn, Ghani hanya Tersenyum membalas cerocosan Ririn


Ghani memasang wajah dingin dan datar saat melangkah, membuat semua Karyawan bertanya-tanya. mereka bicara sambil berbisik


"Ada apa sama Tuan Muda, tumben ga ceria gitu mukanya?"


"Ga tau, mungkin pengaruh meeting tadi kali"


"Apalagi tadi aku sempat mendengar teriakan Tuan Muda saat meeting, serem juga ya kalau marah"


"Iya serem, Jangan sampai kita buat Tuan Muda itu marah kalau marah, hih mengerikan"


mereka terus berbisik sepanjang obrolan dan Adhan yang melihat nya menatap tajam ke arah kedua karyawati dangan tatapan tajam Dan mereka langsung terdiam. Adhan terus mengekor Ghani sampai lobi terhenti saat Ghani hendak memasuki mobilnya.


"Bos lo ga mau gua supiri? " Tanya Adhan sambil membukakan pintu.


"Ga usah, gua mau sendiri dulu nanti kalau kerjaan kantor Sudah selesai lo sama yang lain gua tunggu di markas" ujar Ghani lagi dan melangkah pergi mengendarai mobilnya. mobil melesat dengan kecepatan sedang membelah jalan yang sedang padat.


................


Sementara ditempat lain disebuah sekolah siang ini Tampak berbeda terasa lengang, karena semua murid telah dipulangkan karena dewan guru siang ini sedang ada rapat dadakan yang Akan dibahas


"Assalamualaikum, maaf bapak-bapak Ibu-ibu kami berdua terlambat" ujar Jannah sambil memasuki ruang rapat dan ikuti Nadia dan dua orang anak buah egi yang membawa makanan dan minuman


"Walaikumslaam" jawab mereka kompak.


"Belum mulai kok rapat nya juga, bawa apa nih Bu Jannah?" Ujar putri melangkah mendekati Jannah yang tampak sibuk menaruh kresek dan membukanya.


"Lo put ada makanan aja Gece banget" ujar Nadia sambil cekikikan.


"Ini tadi, dikasih sama Mas Egi yang di warkop depan" Jannah sambil membagikan minuman ke semua rekan-rekannya dibantu Nadia dan Putri


"Baik banget si Egi itu, udah nikah belom ya si Egi itu" ujar bu Leli ditanggapi bu Hajah Rahmah dengan tertawa


"Emangnya kalau belom nikah, mau kamu nikahi dia bu? " ujar bu Hajah Rahmah sambil tertawa sambil menepuk pundak bu Leli yang seumuran


"Bu Hajah ini, saya Sudah tua mana mau dia sama saya. Kalau jadi menantu sih bisa aja" jawab bu Leli dengan tanggapi tertawa semua yang ada di ruangan rapat.


Jannah masih sibuk membagikan makan minum, dan tepat membagikan minuman ke Robiah dan Tini jannah mendapat cibiran


"Gratis nih? Ada sianida nya tidak? " ujar Robiah


"Astagfirullah, Bu Biah kenapa suudzon sama saya? ini gratis dan aman" ujar Jannah yang kaget hanya dapat menggelengkan kepalanya


"Bisa-bisanya minuman sama makanan segini banyak dikasih gratisan,hah?,ngemis ya? cih bisa-bisanya ngemis.Memalukan" cibirnya lagi


"Saya ga ngemis bu, ini hasil endorse pertama saya" ujar Jannah bergetar dengan muka memerah menahan buliran air mata agar tidak keluar membuatnya sakit hati.


"Sama aja ngemis itu, segala pengayaan endorse. Kalau udah jiwa ngemis susah hilangin nya. kemaren ngemis - ngemis ke orang tua murid minta bingkisan sekarang ngemis minta minuman, Cih" Robiah terus mencibir Tampa henti, Tini yang duduk disampingnya buru-buru menginjak kaki Robiah karena keceplosan. yang membuat semua yang hadir kaget.


"Kenapa semua nya kaget? Jangan kaget dibalik topeng muka nya yang polos itu terdapat jiwa pengemis" cibirnya lagi


Jannah kaget Akan ucapan Robiah dan berlari keluar ruangan sambil terisak menuju toilet untuk menenangkan diri


"Bu Biah jaga ucapan ibu Jannah tidak seperti itu, " Ketus Nadia mengejar Jannah


Saat keluar Ruangan Nadia berpapasan dengan bapak kepsek Nadia hanya mengangguk dan berlari mengejar Jannah.


"Memang betul kan Gosip itu?! " Tanya nya pura-pura polos menutupi kebenaran yang sebenarnya


"Mau kemana bu Nadia" ujar bapak kepsek


"Kasian Jannah gara-gara mulut mak Lampir ini" batin Putri


"Ekhm.. Bu.. bu... Bu Putri" panggil bapak kepsek tepat ditelinga Putri, lalu Putri tersadar menyebut


"Mak Lampir Jahat" dengan teriak tanpa sadar. semua tampak kaget atas ucapan Putri yang polos dan tertawa


"Siapa yang kau sebut mak Lampir? " tanya bapak kepsek heran, disambut gelak tawa yang lainnya seolah-olah lupa atas kejadian barusan. Putri hanya cengar-cengir dan menggaruk rambut yang ditutupi hijab


"Ya Sudah duduk, Semua Sudah lengkap? " tanya bapak kepsek lagi


"Tinggal Jannah dan Nadia pak" ucap Rere, tak berselang lama Jannah dan Nadia masuk ke dalam ruangan. Jannah Sudah tidak melihatkan bekas tangisnya, lalu duduk di kursi yang kosong


"Karena semua Sudah lengkap, hanya bu Reni yang belom bisa hadir karena sedang cuti besok beliau Sudah bisa hadir tolong nanti pak Denis dicatat poin-poin penting hasil rapat ini dan segera di share bisa jadi reminder bagi kita, sebelum rapat ini kita mulai alangkah lebih baiknya kita berdoa. berdoa di mulai " ucap bapak kepsek memimpin rapat.


Rapat kali ini membahas anggaran Dana Bos yang akan cair dan akan direalisasikan untuk apa saja Dana BOS kali ini.


Dan setelah para Dewan Guru mengusulkan tentang Anggaran apa saja yang akan direalisasikan dan dicatat yang nanti akan dibahas lagi dengan pihak komite sekolah yang terdiri dari perwakilan sekolah dan Orang tua murid.


"Satu lagi Terkait Hari Guru yang rencana nya akan dilaksanakan di balai kota bersama dinas terkait, untuk sekolah kita mengirimkan perwakilan Bu Nadia, Bu Jannah dan Bu Reni, mohon untuk rekan-rekan yang saya sebutkan tadi besok bisa hadir jam 8 di balai kota" ujar bapak kepsek


"Baik pak" jawab Nadia dan Jannah kompak


"Maaf pak kenapa mesti mereka berdua yang mewakili sedangkan mereka itu kan guru baru, masih Honorer lagi, kenapa ga kita-kita yang lebih senior" ujar Tini Interupsi


"Karena mereka Sudah ditunjuk dari Dinas bu Tini, saya hanya menyampaikannya saja" Bohong bapak kepsek


"Untuk agenda acaranya itu apa saja pak? " ujar bu latifa


"Besok akan ada informasi terkait pendataan ulang penerimaan pegawai PPPK, jadi saya harap Ibu-ibu besok fokus mendengarkan dan mencatat hasil pertemuan dan membagikannya ke rekan-rekan yang lain" ujar bapak kepsek dan diangguki peserta rapat paham.


"Selain itu apa lagi pak? " Tanya Nadia .padahal Nadia Sudah tau dari ayah nya bahwa besok akan ada penyerahan bantuan simbolis Dana CSR dari ArRahman Corp, tapi Nadia tidak memberi tahu Jannah biar jadi kejutan


"Besok juga akan ada acara penyerahan langsung secara simbolis bantuan Dana CSR dari ArRahman Corp, yang langsung di serahkan oleh CEO nya langsung"


"APA!!! " Jannah kaget sambil berteriak dan ditanggapi langsung dengan ledekan


"Cieeeeee, mendengar Nama CEO ArRahman langsung kaget gitu" ujar Rere dan di tanggapi tawa yang lain


Blush


wajah jannah memerah dan menunduk karena malu


"hai Nyonya Muda ArRahman jangan menunduk ga pantas seorang Nyonya Muda Menunduk, hi hi hi" Ujar Nadia sambil terkekeh dan Jannah tampak kesal dengan Nadia Yang menurutnya ikut andil penjebakan besok.


"Kau Pasti Sudah tau dari Ayah, kenapa kau tidak memberitahuku, Kau menjebak ku Nadia?! " cerocos Jannah sambil berbisik sambil memukul-mukul lengan Nadia. Nadia terus terkekeh.


"Sudah semua kembali Fokus, rekan-rekan semua Pasti Sudah mendengar Gosip-gosip tentang kalau Ibu Jannah meminta bingkisan ke orang tua murid itu kan?"


"Sudah pak" Jawab mereka


"Lalu apa itu benar dan dibenarkan?" Tanya Tini


"Ekhm, Benar memang Ibu Jannah menerima bingkisan itu" bapak kepsek belum melanjutkan ucapannya mereka tampak berbisik..


"Hallo semua" Lanjutnya dan semua kembali hening


"Saya lanjutkan ya, TETAPI IBU JANNAH TIDAK MEMINTANYA" ujar bapak kepsek penuh penekanan dan melanjutkan ucapannya, "perwakilan orang tua murid Sudah datang ke Saya dan menceritakan yang sebenarnya dan ada oknum guru ikut andil untuk mengadu domba. pelakunya Sudah menghadap ke Saya dan meminta maaf maka oleh karena itu, jika ada kasus seperti ini melibatkan orang tua murid dari rekan guru yang lain maka tolong sampaikan ke yang bersangkutan jangan ikut mengompori dan membuat gaduh, Kali ini Saya maaf kan " ujar nya


"Dan pertanyaan dibenarkan atau tidak, secara instansi itu tidak dibenarkan karena tugas kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk mencerdaskan mereka. dan secara pribadi Saya menutup mata karena itu juga Hak orang tua murid sebagai bentuk ucapan terima kasih mereka, Jadi untuk Gosip itu tidak benar ya"


Lanjutnya


" sekian Rapat kali ini saya akhiri, karena tadi dibuka dengan doa dan alangkah baiknya diakhiri juga dengan doa, Doa dipersilahkan. doa selesai. Assalamualaikum "


ujar bapak kepsek dan meninggalkan ruangan.


Jannah yang tampak kesal dengan kata-kata bapak kepsek tentang penyerahan simbolis dari ArRahman Corp, menghentakkan kaki karena kesal, dan lihat dari luar halaman sekolah oleh sepasang mata dengan tersenyum cerah.


"Saat kamu sedang kesal begitu saja membuat aku bahagia, kamu lucu dan menggemaskan" gumam Ghani bermonolog dalam mobil dan Ghani menghidupkan mobilnya menuju warkop Egi diseberang sana.


...-- Bersambung --...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...