LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Sebuah Ide



Happy reading guys


......................


Sememtara disudut luar tiga orang pemuda tampak tertawa melihat kearah empat orang gadis dan seorang pria Tampan dengan tertawa terpingkal-pingkal


"Aduuh perut gue, jadi sakit" ujar Dimas, "Gila bener dah BOS lo Dhan maen sosor aja anak gadis orang" ujar Arya menambahkan


"Tapi yang lebih parahnya sih lo, kalo si Ghani kan cuman nyentuh doang. Nah kalo mah beneran dihisap, Gila keren-keren" ujar Dimas tak percaya kelakuan dua sahabat nya, yang mereka tau Ghani dan Adhan tidak pernah senekat dan seberani itu sama perempuan.


Tap... Tap.. tap.. suara langkah


"Hai bre, Dimas Putra sang ajudan Walikota. Apa kabar?"ujar Ghani menghambur pelukan persahabatan


" Yayaya, Si Cupu Pewaris ArRahman corp company sehat gue, Lo liat nih sebelah gw Kepsek Termuda seINDONESIA ARYA ABDI MANAF" Dimas menyambut pelukan Ghani.


"Hmm, KepSek gua baru tau kalo lo diangkat jadi kepSek. gimana-gimana ceritanya lo bisa jadi kepSek? "


"Biasa Blay, KepSek jalur Calon Mantu Walikota" ujar Adhan memulai dengan hobi Ghibahnya, Dimas dan Ghani tertawa sedangkan Arya hanya menabok lengan Adhan


"Sialan lo, ga gitu juga kali. secara gw dari dulu kan genius lo tau kan itu, gw ikut test jalur resmi enak aja lo" ucap Arya tak terima dan semua tertawa


"Dim, Tumben lo nongkrong biasanya lo ogah kalau diajak nongkrong" tanya Ghani heran, secara Dimas itu tipe anak rumahan.


"Biasa tugas Negara, tadi Pak Wali nyuruh gue ngawal anaknya. lo tau kan tipe anaknya kaya gimana? " ujar Dimas sambil melirik Arya. Arya yang dilirik Dimas tersedak


"Uhuk... uhukk.. uhuuuk"


"Nih pak, minum dulu pak, makanya jangan kebayakan ngerokok" Nadia memberi Botol air mineralnya


"Glekglek... Makasih ya" ujar Arya. Dimas Ghani dan Adhan heran dengan Arya maen terima dan Minum aja air dari Nadia padahal air itu bukan air baru tapi air bekas Minum Nadia, jadi secara tidak langsung Arya dan Nadia cciuman secara tidak langsung.


"Kamu ngasih Minum si Arya minuman bekas kamu Non? " tanya Dimas


"Emang ngapa sih, Pak Arya nya aja ga masalah lo malah ribet deh bang" jawab Nadia asal.


"Oh ya, kata bang Dimas tadi apa? tugas Negara. CIH Tugas Negara gundul mu. orang dia ngintilin gua, tadi kan gua izin ke bokap mau nongki-nongki sama putri dan Jannah, terus dia denger kan, secara gua izin ke bokap diruang kerjanya" decih Nadia tak terima. Dimas yang mendengar penuturan Nadia hanya cengar-cengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan ke tiga pemuda yang lain hanya tertawa atas ucapan Nadia.


"Aduh perut gua, Dimas... Dimas.. Dimas.. katanya lo ga suka sama anak pak Gub, tapi ternyata... " ujar Arya dan Ghani


"Hehe, Non jangan Buka kartu ngapa. terus non ngapain ke mari?" tanya Dimas


"Gua kemari cuman mau minta tolong sama lo bang, Nanti pulangnya anterin Si Putri ya. kasian dia ga bawa mobil" ucap Nadia, mendengar penuturan Nadia Dimas berbunga-bunga, tiga orang didepannya hanya menyimak


"Dah gua ga mau tau, lo nanti Anterin sahabat gua ya bang.Nih kunci mobil gua" ucap Nadia lagi


"Lah kalo saya nganterin Non Putri, kamu pulangnya gimana non? kalau mobil nya saya bawa, dan saya kesini kan bareng Arya" ujar Dimas dengan muka dibuat sedih sambil melirik Arya.


"Lah kan Ada pak Arya, masa pak Arya tega ninggalin gadis secantik dan semanis aku harus jalan kaki" ucap Nadia memasang muka sendu dengan puppies eye nya ke arah Arya, Arya yang tidak siap atas jawabannya hanya bisa terbatuk


"Uhuk... uhuk... uhuk"


"Duh pak Arya kan aku Sudah bilang jangan kebayakan ngerokok, batuk batuk terus kan jadi nya, dan aku ga mau ya punya suami yang penyakitan, masa masih muda saya udah jadi Janda" cerocos Nadia Tampa jeda. mendengar cerocos Nadia muka nya memerah entah malu atau senang hanya dia yang tau.


"Pak Arya mau kan nganterin aku pulang?" teriak Nadia sedikit teriak karena Arya hanya fokus memandangi Nadia tampa berkedip


"Hmm" hanya itu yg keluar dari mulutnya


"Hmm, artinya setuju ya pak, duuuh terima kasih pak Arya, lucu deh pak Arya ini muka nya merah. jadi gemes"


"Cup" ciuman mendarat di pipi Arya


"Dah ya semua aku balik lagi ke temen-temen aku, bye" ucap Nadia sambil berlalu meninggalkan meja Ghani CS. mereka hanya melongo atas kelakuan barbar Nadia


"Ga Tau Dhan, gw kalo liat dia bawaannya nyaman dan seneng aja, tapi akhir-akhir ini jantung gua berdetak kenceng kalo berpaspasan sama dia" ucap Arya


"Hahahaha" Semua kompak tertawa


"itu tandanya sebentar lagi lo mau mati Ar, buruan lo Kawin dari pada lo mati belom ngerasain Kawin" ujar Ghani


"Sialan lo Ghan, dari tadi lo ngecengin gua mulu. oh ya By the way katanya lo di terror Ghan?, loh kok bisa? "


"Sialan lo tau dari mulut lemes cowok judes ini ya?"ucap Ghani sambi memonyongkan bibir ke Adhan


"Iya, Tenang aja Ghan, kita siap bantu lo dengan ikhlas"


"Thanks ya, oh ya Ar sekolahan lo kan masih satu gedung sama sekolahan Bini gua?, gua cuma mau minta tolong bantu gua awasin Bini gua kalau Ada apa-apa cepat kabarin ke gua, gua takut Jannah jadi incaran Tua bangka bangsat itu"


....


Malam yang indah begitupun suasana wakop begitu ceria gelak tawa dan canda ke empat pasang muda-mudi walau berbeda meja mereka saling bercengkrama menghabiskan waktu malam.


Hingga pukul sepuluh malam waktu mereka siap untuk pulang.


"Put nanti lo pulang dianter sama Bang Dimas ya" ucap Nadia dan Putri pun tampak melongo tak terima


"Kampret lo Nad, tadi katanya lo mau anter gua balik, ini namanya penjebakan, Ogah gua"


"Yaelah Put, tega banget lo ama gua masa gua bolak balik Tangerang - Serang, kan besok gua mesti ke balai kota" ujar Nadia memelas


"Ya Put, kamu tega kalo sampe Nadia nganterin kamu" Jannah ikut memojokan Putri, padahal ini ide Jannah biar Putri semakin dekat dengan Dimas, dia tau kalo Putri diam-diam suka dengan Dimas tapi Putri gengsi.


--Flashback on--


"Put De, Aku ke toilet dulu ya" ujar Jannah


"Tunggu Nah gua ikut" ujar Nadia, lalu mereka berdua menuju Toilet. dan saat didalam Toilet mereka berdua merancang ide menyatukan Dimas dan Putri


"Nad, jadi gimana ide kamu? Tadi aku liat sih kalo pak Dimas ke Mari sama pak Arya"


"Apa? Yang bener lo Nah? " ucap Nadia kaget sekaligus senang, bahkan bukan ide menyatukan putri saja bisa jadi dia juga bisa lebih deket dengan Arya pujaan hatinya.


"Sok kaget, padahal aku tau kalau kamu juga seneng" ucap Jannah


"Hehehhe, tau aja sahabat gua yang satu ini" kekeh Nadia menggaruk pucuk kepalanya yang ditutupi hijab.


"Yaudah, lo keluar duluan nanti gua langsung ke meja Bang Dimas buat ngasih kunci mobil gua" ucap nya lagi


"Ok" Jannah keluar toilet terlebih dulu dan langsung berjalan ke meja nya


"Nadia mana Nah?, bukannya lo tadi masuk berdua?" tanya putri curiga


"Mules katanya, tadikan dia makan mie cabenya banyak banget" Jannah mencari alasan yang pas agar putri tak curiga


"oh" hanya itu jawaban Putri.


--Flashback off--


"Yayaya, kalian berdua emang the best. kompak ngerjain gua"


...Bersambung...


...****************...


Sekali lagi jangan lupa like koment dan favorite