LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Calon Mantu



Happy reading guys..


......................


"Terima kasih sayang eh Pak Arya, hi hi hi hi " ujar Nadia sambil terkekeh "oh ya pak tau ga?, bapak selain ganteng juga romantis ternyata" ucap Nadia pelan sambil masuk ke dalam rumah.


sepasang mata pria paruh baya sedari tadi memperhatikan pasangan muda tersebut. Arya yang sadar diperhatikan tampak gugup dan canggung, Nadia yang melihat Arya gugup hanya bisa terkekeh. Nadia Reflek merangkul lengan Arya sambil memasuki teras rumah.


"Ayah kok belom tidur? " ucap Nadia sambil mencium punggung tangan pria paruh baya yang nampak gagah dan wibawa di usia yang tidak lagi muda.


"kau masuk ga pakai salam, gimana ayah bisa tidur kalau anak perawan ayah belum pulang" ucap Pak Firman "Pergi sendiri, pulang bawa gandengan. Seperti nya ayah familiar sama pemuda di sebelah mu" pak Firman tampak mengingat - ingat pria yang digandeng anak nya.


"Assalamualaikum, Malam pak" Sapa Arya, kemudian Arya mengambil tangan kanan Lelaki paruh baya itu dan mencium takzim punggung tangannya


"Walikumsalam, Kamu bukannya Kepala sekolah yang ?minggu lalu ikut rapat? Ucap pak Firman akhirnya beliau Mengingat " Ayo masuk, nak jangan berdiri aja di luar" ucap nya lagi sambil mempersilahkan masuk sambil memegang punggung pemuda tersebut. "Duduk nak" pak Firman mempersilahkan duduk "Nadia buat kan minum dan Panggilkan ibumu" ucap nya lagi


"Siap BOS" ucap Nadia yang rada malas meninggalkan Arya, "Oh ya pak Arya mau minum apa?, Kopi, es, atau air kobokan, hi hi hi hi" ucap nya lagi sambil cekikan,


"Kau ini, sudah cepat buat kopi dan panggilkan ibu mu" ucap pak Firman sambil menggelengkan kepalanya, Beberapa saat kemudian bu Indah tampak keluar dan menghampiri Arya dan suaminya.


"Loh ada tamu toh, Tumben yah tamu nya masih muda dan ganteng lagi" ucap bu Indah menggoda Arya


"Malam bu, Saya Arya temannya Nadia" ucap Arya sambil mencium punggung tangan wanita berumur 47 Tahun yang masih awet muda. "Maaf bu kalau saya ganggu istirahat ibu" ucap nya lagi


"Ga ganggu kok nak Arya, kebetulan saya lagi nonton TV" jawab bu Indah lembut, "Loh ayah tamu nya kok ga di kasih minum?, duh gimana sih ayah ini" ucap bu Indah melihat meja tampak kosong


"Sudah, Nadia lagi buat kopi" ucap pak Firman, "Nah tuh bocah nya", " kamu buat kopi di balai kota Nad? lama bener" ucap pak Firman


"silahkan pak Arya kopi nya, dan ini buat ayah" Nadia membagikan cangkir kopi, lalu dia mendudukkan bokongnya di samping Arya.


"silahkan diminum Nak" ucap bu Indah mempersilahkan minimum "oh ya Nak Arya kerja dimana?" tanya bu Indah sambil memperhatikan penampilan Arya.


"Saya ngajar bu, tepatnya ngajar di Sekolah Dasar" Jawab Arya


"Oh guru toh, pekerjaan mulia itu" ucap bu Indah "sama seperti Nadia dong kalau gitu, Apa satu tempat ngajar? " tanya bu Indah lagi


"Bohong bu!, Mas Arya eh Pak Arya Kepala Sekolah Di SD yang satu gedung sama Sekolah aku ngajar" ucap Nadia


"Eh tadi apa kamu nyebut Mas?, Wah Yah siap-siap unduh mantu di kota kita nih Yah" ucap bu Indah senang "Loh orang kepsek kok malah merendah gitu sih kamu nak, Hebat kamu nak masih muda sudah jadi Kepsek" ujar bu Indah bangga. Sedang kan Arya hanya senyum-senyum saja.


"Ish ibu ini, iya kalau Nak Arya mau. Kamu tau kan anakmu itu kelakuan nya seperti apa" ucap pak Firman


Ish ayah mah bikin pasaran anak nya jatuh aja" ucap Nadia sambil memanyunkan bibirnya "Jelas mau lah Mas Arya sama aku, Lihat aku yang cantik dan cute ini" ucap nya "Ya kan mas" Nadia menatap Arya sambil memainkan manik mata seperti puppy eyes nya.


"Duh Nadia tingkah mu bikin gemes, Kalau saja tidak ada orang tua mu aku makan kamu" Gumam Arya dalam hati sambil bengong menatap Nadia.


"Nak... Nak.. Nak Arya.. " pak Firman memanggil Arya, Arya tampak menghiraukan panggilan pak Firman masih fokus dengan lamunan nya sambil menatap Nadia yang di samping nya.


"Bu seperti nya Nak Arya ini jatuh cinta sama anak Gadis kita" bisik Pak Firman ke bu Indah


"Seperti nya begitu" ucap bu Indah berbisik "Duh ibu ga sabar, Apalagi calon Mantu ku ini ganteng dan gagah" gumam bu Indah. Nadia yang sedari tadi ditatap Arya jadi salah tingkah dan Reflek menyenggol kaki Arya tapi Arya tak mempedulikannya.


"Mas.. Mas... Mas... " tiga kali Nadia manggil Arya tidak dapat jawaban otomatis Sifat barbar Nadia bangkit berteriak "MAS ARYA" lengkingan Suara Nadia membangunkan lamunan Arya.


"Cantik" kata yang terucap di mulut Arya.


"Siapa yang cantik Nak?" tanya Pak Firman sambil tersenyum.


"Dia pak" Arya yang belum sadar sepenuhnya, membuat bu Indah dan pak Firman gemes


Blush


pipi Nadia bersemu merah.


"Apa dia bilang aku cantik" gumam Nadia dalan hati. Pak Firman dan bu Indah tampak menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kapan kamu mau melamar anak Ayah nak" Goda pak Firman. Arya masih belom sadar sepenuhnya asal menjawab


"Secepatnya pak" Jawab Arya, kemudian Nadia menoel kaki Arya. "Eh ma..ma..maaf pak tadi bicara apa ya? " ucap Arya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Pak Firman dan bu Indah tertawa. Gimana ya perasaan Nadia saat itu


"Sudah Yah, kamu goda Menantu ibu terus sih" ucap bu Indah,


Blush


memerah wajah Arya karena malu,


"Baiklah, Ayah seneng kamu berani meminta langsung ke Ayah. tapi masalah kamu mau melamar Nadia itu tergantung Nadia nya" ucap nya lalu pak Firman menatap anak semata wayangnya yang terlihat salah tingkah "Gimana kamu Nad, apa kamu yakin sama Nak Arya" ucap Pak Firman


"Nad tuh dari pertama ketemu sama Mas Arya udah jatuh cinta Yah" jawab Nadia jujur. Arya tampak bahagia atas ucapan tulus Nadia. dan suasana tampak sudah tidak canggung lagi mereka asik mengobrol, terutama Kedua pria beda usia tersebut.


"Nad, seperti nya ayah mu menemukan sekutu baru" bisik bu Indah ke Nadia


"Iya bu, nad rasa juga gitu. bahkan kita di cuekin"


"Ternyata wawasan Menantu ayah ini luas loh" ujar Pak Firman


"gak kok pak saya juga masih tahap belajar" ucap Arya merendah


"Kamu ini selalu saja merendah" pak Firman menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Arya yang selalu merendah atas kemampuan otak nya. Arya kemudian melihat jam di tangannya lalu berniat berpamitan


"Pak sudah malam, saya permisi pamit dulu. tidak enak ganggu istirahat semua nya" ucap Arya, matanya melirik kanan dan kiri mencari keberadaan Nadia dan ibunya


"iya nak, terima kasih sudah antar Nadia dan mampir" ucap nya "Loh kemana si Ibu dan Nadia? " tanya pak Firman "Bu... Nad.. ini nak Arya mau pamit" ucap Pak Firman sambil agak berteriak memanggil.


"Apa sih ya teriak-teriak" ucap bu Indah " iya nih si ayah kaya di hutan" ucap Nadia membenarkan ucapan ibunya


"Loh ayah sama Mas Arya aja cuekin kita, ya udah Aku sama ibu nonton tv diruang tengah" ucap Nadia "iya nih ayah, mentang-mentang dapat sekutu baru kita dilupain" ucap ibu sambil memukul lengan pak Firman. pak Firman dan Arya hanya cengengesan atas ucapan bu Indah dan Nadia. "Sudah nak Arya ngobrolnya? " ucap bu Indah


"Iya bu sudah malam, Saya pamit pulang" ucap Arya sambil mencium punggung tangan kedua orang tua tersebut . "Dalam waktu deket Arya akan kemari bawa keluarga Arya" ucap nya lagi, dan kedua orang tua paruh baya itu tampak tersenyum.


"iya nak, salam juga sama orang tua mu. dan hati-hati di Jalan nak, jangan ngebut " ucap bu Indah, Arya hanya Mengangguk dan tersenyum.


"Yah bu Nad antar Mas Arya dulu ke depan" Lalu Nadia mengantarkan Arya sementara ayah dan ibunya sudah masuk ke dalam kamar mereka.


"Nad, mas pulang dulu. tidur jangan begadang" ucap Arya lalu mencium kening Nadia tanda pamitan.


blush


pipi Nadia bersemu merah


"Ih mas Arya udah berani ya sekarang" ucap Nadia sambil mengerutkan bibirnya.


"Salah kamu sendiri mancing-mancing duluan, duh kamu gemesin banget sih. pengen rasanya mas makan bibir kamu"


"Ih mas Arya Mesum, Sudah sana pulang" ucap Nadia tapi tangannya tidak melepas tangan Arya.


"Gimana mas mau pulang kalo kamu masih memegangin tangan mas terus" ucapnya, Nadia lalu melepaskan tangan nya. Nadia hanya menatap punggung Arya memasuki mobil Honda Civic nya. Dan mobil Arya keluar dari rumah Nadia menuju kediamannya.


Sementara itu di depan kontrakan sederhana Jannah tampak sedang menggerutu atas Kelakuan pria bernama Ghani Abdul Rahman.


"Itu motor bisa nyala kenapa juga dari tadi jalan kaki, dasar cowok menyebalkan, Awas aja akan ku balas nanti" umpat Jannah


"sayang, kenapa sih kamu ini selalu saja mengumpat ku. mana tahu aku kalo motor si Egi ini bisa nyala lagi" ucap Ghani


"Emang AA sengaja kan, biar bisa lama-lama denganku? selidik Jannah melihat gelagat Ghani yang licik. Jannah paham Kalo sebenarnya Ghani punya berbagai Cara agar bisa selalu bersama dengannya. Ghani hanya cengengesan karena ketahuan. Ghani memarkirkan motor Egi sambil memanaskan motor. dan berdiri di depan Jannah


" Benarkan?, Emang yah AA tuh menyebalkan " ucap Jannah


-- Flashback on --


"Gi motor maneh bisa teu paeh tiba-tiba? (gi motor lo bisa ga kalo tiba-tiba mati) tanya Ghani


"Bisa A bos, tinggal matiin kontaknya, hi hi hi" jawab Egi


"Bego kalo itu gua juga tau, cara halusnya gimana? gua pengen jalan berasa lama aja sama bini gua" ucapnya menerangkan maksud liciknya


"Hahaha, A bos tinggal kendorin spion kanan nanti juga paeh sorangan, coba geura " (Hahaha, A bos tinggal kendorin spion kanan nanti juga mati sendiri) jawab Egi, Lalu Ghani mencoba nya lebih dulu dan berhasil.


...~bersambung~...


...****************...


Hai... tunggu terus ya kisah nya...


jangan lupa tinggal kan jejak Like, komen, Dan jadikan favorit


dan Vote nya ya...