LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Demi Cinta Harga segitu Tidak ada Apa-apanya



happy reading guys...


...****************...


"Dea bangun, kita sudah sampai di rumah mu" ucap Adhan membangunkan Dea, gadis cantik itu tampak bergeming. Adhan membiarkan Dea tertidur pulas. Hingga setengah jam berlalu gadis cantik barbar itu masih belum ada tanda untuk bangun, Adhan yang mulai jengah berteriak.


"DEA BANGUN!!!, KITA SUDAH SAMPAI!!! " Adhan setengah berteriak membangunkan Dea, Dea kaget membuka matanya,


"Ck, Kau berisik sekali sih tuan, apa kau keturunan Tarzan?" decak Dea kesal. Adhan menyipitkan manik matanya menatap Dea tajam.


"kita sudah sampai, dan mau sampai kapan kau di mobil? apa kau mau ikut ke rumah ku?, kebetulan rumah ku malam ini kosong. Ibu ku sedang dirumah adiknya" ucap Adhan menggoda saat Dea hendak turun dari mobil


"Ogah" ketus Dea sambil turun dan membanting pintu mobil.


"Braak" suara pintu mobil ditutup kasar, Adhan yang kesal pintu mobil nya ditutup kasar membuka kaca jendela mobil tersebut.


"ckk, kau pikir ini angkot apa? " Decak Adhan kesal, Dea hanya terkekeh.


"Terima kasih pak, atas tumpangannya. Sudah sana pulang sudah malam" usir Dea sambil berjalan masuk ke dalam rumah


" Awas kau ya" Adhan kemudian melanjutkan perjalanan. di Teras rumah Dea tampak kedua orang tuanya sedang menunggu.


"walaikumsalam, papa mama tumben belom tidur? " ucap Dea saat hendak masuk ke dalam rumah dan menghampiri keduanya dan Mencium punggung tangan mereka.


"Assalamualaikum, kamu kebiasaan salam sering dibalik-balik" ucap mamahnya. Dea terkekeh sambil masuk ke dalam rumah.


"Siapa tadi yang ngantar tadi teh? kok ga disuruh mampir" tanya Papa nya.


"Atasan teteh pah, udah malam katanya" ucap Dea


"kayanya ganteng deh, kenapa ga disuruh mampir? ucap mama,


"mamah mah gak bisa liat cowok bening dikit, hi hi hi" ucap Dea sambil terkekeh


"Sudah-sudah, ayo tidur sudah malam. ga ada habisnya kalo Teteh sama mamah berdebat" ucap papahnya Dea menengahi istri dan anak nya. lalu mereka masuk ke kamarnya masing-masing.


........


Ditempat berbeda, Jannah yang sedang berbaring di kasur busa, tidak dapat memejamkan matanya. manik matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamarnya sambil memegangi Keningnya.


"Pria itu terkadang sikapnya nyebelin dan terkadang bisa menjadi manis, apa dia manusia Jadi-jadian?" Jannah bermonolog membayangkan sikap Ghani malam tadi.


"Punggungnya, dadanya, harum tubuhnya membuat rasa nyaman"


"Oh Tuhan, kenapa aku selalu mikirin dia, apa aku sudah jatuh cinta ya? " Jannah terus bermonolog pikirannya di penuhi seorang Ghani. setelah lelah dengan pemikirannya di penuhi dengan Ghani akhirnya Jannah memejamkan matanya memasuki alam mimpi.


......................


"Gimana A Bos sukses ga? " tanya Egi saat Ghani melangkah memasuki Warkop, Ghani menoleh ke Egi dan tersenyum


"Sukses Gi, keren dah lah si Jalu ini. Gw beli punya lo, berapa lo jual?" Tanya Ghani. Egi membulatkan matanya mendengar motor kesayangannya ditawar Ghani, dalam pikirannya berkecambuk.


"Cuan.. cuan... cuan Gi, mantap gi bisa buat modal ngawinin si Tata" monolog Egi dalam hati. "Ulah gi.. motor ini kan pemberian tuan Hasyim, eling Egi eling" monolog Egi lagi.


"Gera sebut, ceban, dua puluh, gocap, cepe. Gera sebut bagong! " Ghani menekan ( cepat sebut, sepuluh juta, dua puluh juta, Lima puluh juta, seratus juta. cepat sebut bagong )


" Eh ga diJual A bos, motor ini hadiah dari ayah A Bos. teu urang jual. tapi kalo tuker sama Lambo punya A Bos sih ok" ujar Egi Asal


"Deal" Ucap Ghani


"Si any***ng gampang banget nyebut deal" Gumam Egi


"Eh A Bos ga ga becanda kok, Kalo mau pakai pakai aja ga usah di tuker" Egi menggaruk kepalanya seperti orang bodoh.


"Ga ada penolakan, Lo tau ga Gi motor ini sejarah hubungan urang jeng gadis manis eta, berapa harganya urang beli" ucap Ghani


"Eh serius A Bos?, Kalo Lambo nya urang Jual ka Tuan muda Raihan Salim boleh? " tanya Egi memastikan.


"Iraha urang teu serius?, Terserah lo mau apain juga tuh mobil " Jawab Ghani.


Mobil Ghani memang sudah di incar Sahabatnya Raihan Salim, Raihan pernah menawar mobil itu sampai 5 kali lipat harganya. padahal dulu Raihan tidak peduli Akan mobil tua itu. Mobil itu sebenarnya pemberian Toni Salim kakek Raihan. Hadiah dari Kakek Salim saat Ghani dan Raihan lulus SMA, karena Kakek Salim pernah menjanjikan jika nilai ujian Ghani dan Raihan yang paling tinggi Akan mendapatkan koleksi mobil Kakek Salim, Ghani yang dijanjikan sesuatu dengan semangat untuk mendapatkan nilai ujian yang tinggi dibanding Raihan yang ogah-ogahan, akhirnya Nilai Ghani lah yang paling tinggi dari Raihan. Raihan yang dulu tidak mengenal otomotif biasa saja, tetapi sekarang dia menjadi pengusaha dibidang otomotif super car menyesal.


Ghani merogoh kantong celananya mengambil Benda pipih dan memencet kontak nama Raihan.


[Halo... ] suara Raihan disebrang dengan suara serak yang akan terlelap tidur.


["Han, temuin gua di Warkop, bawa mobil gua kesini cepat" ] ucap Ghani lalu mematikan sambungan teleponnya. Raihan yang nyawanya belum menyatu tertegun memikirkan siapa yang menelponnya malam-malam baru mengucapkan halo langsung nyerocos dan mematikan panggilannya. Lalu dia mengambil kembali Gawainya, memeriksa panggilan terakhir.


"Bocah ini ganggu aja malam-malam, ngomong apa tadi dia barusan" gumam Raihan, lalu menelpon kembali


["Kampret, Kenapa lo nelepon gua. bukannya jalan"] ucap Ghani saat mengangkat telepon


[Hai bujang Lapuk, lo bisa ga sih nelpon ga langsung dimatiin sepihak?, gua baru bangun jadi tadi ngomong apa gua ga dengar"] Raihan yang kesal langsung memaki Ghani di telepon


["Banyak Bacot lo, udah buruan ke Warkop gw tunggu. jangan lupa bawa mobil gua"] jawab Ghani langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Bocah itu selalu seenaknya aja, liat aja ketemu gua hajar dia" ucap Raihan sambil berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka menyegarkan wajah pemuda bermata minimalis dan tampan itu.


Tak berapa lama mereka bertemu di Warkop yang buka 24 Jam


"Hai bujang Lapuk ngapain lo ganggu gua tidur, hah" Ucap Raihan sambil mengepalkan tangannya dan memegang kunci mobil Ghani dan melemparnya.


"Hahahaha, Masih sore udah molor. Mau jadi apa? " ucap Ghani sambil menerima kunci mobilnya.


"Sore, bapak lo jungkir balik? ini udah jam 11" ucap Raihan kesal


"Iya apa?, gw taunya masih jam 9" jawab Ghani polos


"Jangan betingkah lo Rahman, buruan anter gua balik. besok gua dagang pagi. mau ketemu orang yang pesan mobil" ucap Raihan yang biasa menyebutnya dengan penggilan nama kakeknya.


"Eh Salim Sipit, lo kesini sendiri masa balik minta antar, Males gua" Ghani pergi lalu memberikan kunci mobilnya ke Egi.


"Gi nih kunci mobil lo, siniin kunci motor gua" Egi menerima kunci mobil dan memberikan kunci motornya. Raihan yang melihat kedua orang itu melotot tak percaya mobil yang di incar diberikan begitu saja ke Egi.


"Eh, apa-apaan ini, kenapa mobil gua di kasih gitu aja ke bocah tengil itu. " ucap Raihan kesal


"Apaan mobil lo, bahkan kita aja belom deal Harga" ucap Ghani


"Berapa bocah itu beli mobil lo, gua beli diatas Harga tuh bocah" tanya Raihan


"Gua ga jual cuman tuker aja sama motor" Jawab Ghani


"Wah lo gila, Gila Ghani lo gila, Mobil di tuker motor, apa hebatnya tuh motor? " Raihan semakin kesal kepada Ghani


"Jangan salah Kokoh Bos, Motor ini spesial ga pake telor buat A Bos" ucap Egi yang senang manggil Raihan dengan sebutan Kokoh.


"Motor ini spesial karena seorang gadis manis yang berhasil gua bonceng, dia gadis yang gua cintai" ucap Ghani berbunga-bunga


"Cih bujang Lapuk, Bucin ngenes gua. Sungguh sial nasib tuh perempuan dapetin lo" decih Raihan


"Hahaha, Demi Cinta Harga segitu Tidak ada Apa-apanya, Tuan Muda Salim. Kalau lo masih mau Mobil itu ngomong sama tuh bocah" ucap Ghani bangga sambil menunjuk ke Egi. Egi yang ditunjuk Ghani hanya nyengir kuda.


"Eh bocah, berapa lo lepas tuh Mobil, 700, 1 , 2 ? " tanya Raihan


"3" ucap egi Asal


"3 Deal " jawab Raihan sambil mengulurkan tangannya ke Egi sambil senyum


"Cepat ama koh Bos, bilang deal nya" tanya Egi sambil melihat Raihan menuliskan selembar cek dengan nominal yang disebut.


"Jelas deal lah, orang dia nawar mobil itu ke Gua 5 M gak gua lepas, lo bilang 3 ya dia senang lah" ucap Ghani, Egi hanya geleng-geleng kepalanya heran kelakuan orang kaya.


"Ga apa-apa A Bos, Yang penting cuan" ucap Egi. Egi bersyukur bisa dikelilingi pengusaha muda.


"Dah gua balik, thanks Gi " ucap Raihan dengan senyum sumringah lalu pulang dengan mobilnya lagi.


"A bos ga nyesel kan? " tanya Egi


"Ga, bahkan gua seneng motor ini akan menjadi kenangan indah dalam hidup gua" jawab Ghani


...****************...


Hai semua maaf kan ya baru bisa update lagi, karena author sibuk dunia nyata jadi melupakan sedikit dunia halu..


jangan lupa tinggal kan jejak selalu . like komen dan jadikan favorit kamu...