
Happy Reading guys
......................
Sementara ditempat lain
"Yah.. Mi.. Bah Aku Berangkat dulu" Ghani meraih punggung tangan mereka satu persatu lalu menciumnya dan lalu ia mengelus kepala adik bungsunya sambil berucap
"Cek Mutasi nya, ga usah ngambek" Nuffus melengos dan tersenyum.
"Dah semuanya, Assalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawab mereka kompak
"Mi, si sudah ngomong sama AA Ghani soalnya Akbar mau nikah" Tanya Akbar
"Sudah, semalam Umi" jawab Umi
"Memangnya kamu sudah siap?, terus kamu sudah sampai mana persiapannya? " Tanya Ayah
"Insya Allah siap lahir batin, tinggal siapin mental aja buat ngomong ke AA Ghani doang sih Yah" jawab Akbar
"Kamu, ngomong saja nanti siang pas Jam makan siang, ingat nya kamu mau melangkahi Abang kamu. Dalam tradisi adat kita kamu harus memberikan sesuatu" ujar Umi
"Kira-kira apa ya mi? "
"Waktu Ayah sama Umi kamu Nikah, Ayah ngasih ke Uwak kamu itu satu setel Pakaian dan satu buah keinginan yang yang Uwak kamu mau, waktu itu Uwak kamu tidak punya keinginan" ujar Ayah
"Tapi Umi maksa Uwak kamu mau nya apa? setelah di paksa Uwak kamu cuman minta kaset Album Dangdut Mansyur S, hi hi hi hi" ujar Umi menambahkan
"Oh begitu mi, jadi Akbar harus maksa AA mau nya apa?. Dia udah punya segalanya apa dia membutuhkan sesuatu dari Adik nya"
"Neng dari tadi sibuk sama HP mulu lagi liat apa hmm, pakai senyum-senyum gitu ?" tanya Ayah melihat Nuffus sibuk dengan smart phone nya
"Ini yah, lagi stallking pacar baru AA Ghani? " jawab Nuffus dan ayah, Umi dan Akbar membulatkan matanya kaget.
"Mana? coba ayah mau lihat" Nuffus memberikan Smartphone nya ke Ayah da Umi ikut kepo
"Gimana yah cantik ga? " ujar nuffus
"Masya Allah Cantik banget" ujar Umi dan Ayah kompak
"Hmm rasanya ayah, Familiar sama wajah nya" ujar Ayah
"Iya Umi juga merasa seperti itu, Sebentar- sebentar dia bukannya gadis itu... "
~Flashback on~
Jum'at berkah, seperti biasa kegiatan keluarga Rahman untuk memberikan makan untuk mereka bagi para pejuang rupiah. Mulai dari tukang becak Abang-abang Driver angkot dan Ojek sampai para pengais barang bekas.
"Neng sebelah sana sudah kamu kasih nasi kotaknya? Tanya Umi ke Nuffus
" Belum Mi" jawab Nuffus sambil Teriak karena posisi nya lumayan jauh dari sang ibu, Lalu Umi kembali ke mobil untuk mengambil Nasi kotak.
Saat Umi hendak membuka bagasi mobil tiba-tiba dari arah belakang sebuah sepeda motor jenis RX king dangan dua orang diatasnya menjambret tas Umi. Umi terjerembab tersungkur dan berteriak
"Astagfirullah, Jambret... Tolong" Teriak Umi, Nuffus yang mendengar teriakan Ibu nya dan melihat pengendara motor yang mengendarai dengan cepat reflek meloncat dan menendang pengendara itu.
Buuugh...
pengendara itu sempat oleng dan berhasil mengimbangi sepeda motornya
"Sial tidak jatuh lagi" gerutu Nuffus, melihat Nuffus sedang menggerutu dan mengumpat seorang gadis dari arah belakang sempat bertanya
"Dek kenapa?" Tanya gadis tersebut
"Dia copet kak, Ayok kak kita kejar dia berhasil nyopet tas ibu saya" jawab Nuffus, dan mereka berdua mengendarai motor dengan kecepatan tinggi
"itu kak" Ucap Nuffus ditelinga gadis itu
"Kamu siap-siap loncat ya aku mau tabrak motor ini, Loncat" ujar gadis tersebut.
"Bruuugh"
suara hantaman sepeda motor Jannah dan Pencopet itu lalu terjatuh. Melihat Pencopet yang jatuh hendak bangun Nuffus segera bangkit dan berlari dan menghantam salah satu Pencopet
bruuugh suara hantaman kaki Nuffus tepat di punggung Pencopet.
"Melarikan diri? tidak semudah itu Bambang!! " ketus Nuffus, "BANGUN!!! " ketus nya lagi
"GADIS SI***N" seorang Pencopet hendak bangun dan hendak menghajar Nuffus, Jannah melihat Nuffus tidak ngeh dengan teman si Pencopet yang satu nya, reflek meraih helm dan melemparkannya tepat kena di kepala Pencopet tadi dan terjatuh
Bugh
Nuffus tersentak kaget melihat seorang jatuh di kaki nya.
"Astagfirullah, Nangka busuk jatuh" kaget nuffus
"Kamu tidak apa-apa dek? " Tanya Jannah menghampiri sambil menepuk-nepuk pakaiannya membersihkan diri
"Tidak apa-apa kak, kakak bagaimana ada yang terluka hemm? Tanya Nuffus dan ia melihat darah yang keluar di lutut dan siku Jannah
"Hei cantik, kamu tidak lihat apa kalau kamu juga terluka! " ujar Jannah, lalu mereka tertawa.
kejadian tadi menarik perhatian warga dan mereka berkerumun
beberapa saat kemudian Umi datang dengan empat orang polisi lalu lintas dan menghampiri
"Kalian tidak apa-apa dek? " Tanya seorang polisi
"Kalian hebat banget" ujar seorang polisi lagi, mereka berdua hanya cengengesan.
"Neng kamu ga apa-apa?, Astagfirullah kamu terluka" panik Umi
"Ih Umi lebay, aku tidak apa-apa ini mah luka kecil. tuh liat kakak itu yang terluka" ujar Nuffus
"Luka kecil gundul mu, kalian terluka ayo ke Rumah sakit" ujar Umi
"Ga apa-apa bu, ini nanti bisa saya obati sendiri" ujar Jannah, lalu Umi melihat Jannah dengan lekat tampak berfikir
"Cantik, berani gadis ini harus jadi menantu ku?, tunggu-tunggu gadis ini memakai seragam perusahaan suami ku" gumam Umi dalam hati
"Mi.. mi.. Umiiiii" teriak Jannah
~ Flashback Off ~
................
Halaman Lobi Head Office ArRahman
"Pagi pak Agus pak Supri " sapa Ghani
"PAGI PAK BOS! " ujar Supir dan Agus supir kantor serentak
"Pak minta tolong pindahkan mobil saya, dan tolong bawa berkas yang ada di dalam. terus di dashboard ada uang kembalian jajan saya di ambil saja pak buat kalian berdua" ujar Ghani menyerahkan kunci mobil nya
"Siap pak bos" Supri memindahkan Jeep Rubicon oren milik Ghani ke parkiran khusus, dan Ghani melangkah masuk ke dalam
"SELAMAT PAGI DUNIA TIPU-TIPU" Teriak Ghani
"PAGI PAK" jawab Olive, Shanti dan pak Hendra sang security
"Cieee yang Viral cerah banget" Sapa Olive dan dibalas dengan gaya konyol Ghani berjoget salsa
"Gimana-gimana Cantik ga Bini Gue, dan tambah keren dan terkenal kan Gue " Ujar nya PeDe
"Cantik pak, Tapi emang mau si Ibu sama bapak. Hi hi hi" ujar olive sambil terkekeh dan Ghani langsung lesu
"Ah lo mah bikin gw down, awas lo ya ucapan lo jadi kenyataan siap-siap pindah ke gudang Kardus" Ujar Ghani ke Olive dan di sambut tatapan meledek dari pak Hendra dan Shanti
"Lagian lo kalau punya mulut suka asal jeplak" ujar Shanti dan di sambut tawa Ghani dan pak Hendra
"Gue mau bicara realita aja, orang kemaren si Ibu galak gitu weeek" ujar Olive lalu Ghani menghampiri dan menatapnya tajam Olive
"Ok Olive siap-siap kamu ke gudang Kardus" ujar Ghani, Olive hanya mampu menelan saliva nya.
"Dadah Olive, ingat gudang Kardus.... " ujar Ghani pelan di telinga Olive dan tertawa
Semenjak kehadiran Ghani dan menjabat sebagai CEO ArRahman membuat suasana kantor tidak tegang dan selalu ceria dengan Ghani yang berwajah Tampan Gagah dan selalu bersikap konyol dan Humoris menjadi nilai plus membuat mereka betah terutama karyawan perempuan yang selalu terpesona.
"BOS.. " Supri berlari mengejar Ghani yang hendak masuk ke dalam lift
"Ini kunci mobil nya sama berkas, dan ini uang banyak banget 278 ribu serius buat kami? " ujar Supri dengan nafas terengah-engah
"Lo kenapa dah? atur dulu nafas baru ngomong, terima kasih ya pak, dah itu buat jajan anak-anak lo berdua, dah Ambil aja rejeki" ujar Ghani dengan menerima berkas lalu masuk ke dalam lift. Ghani memencet tombol Lantai tempat ruangan rapat.
Ting...
Suara pintu lift terbuka Ghani keluar lift dan melihat Adhan sedang marah dan kesal di lorong kantor menuju ruang Rapat.
"SIAL... KENAPA GUE BISA KECOLONGAN HAH " gumam Adhan dan didengar Ghani, lalu Adhan menengok ke arah Ghani
"Lo kenapa Dhan?, terus tugas yang minggu lalu gw suruh kasih bagaimana hasilnya? " Tanya Ghani dan Adhan tampak sulit menelan Saliva nya atas pertanyaan Ghani.
"Gagal Bos" ujar Adhan lesu
"APA!!, KITA BAHAS SETELAH RAPAT DAN KUMPULIN ANAK-ANAK! " Tegas Ghani
"Baik bos" jawab Adhan dengan wajah pucat lalu dia merogoh kantong mengambil smartphone dan berkirim pesan di group chat
-Group LAMBE LAKNAT-
ADHAN : "FYI PENTING SEHABIS MEETING PERFORMANCE BULANAN KITA KUMPUL DI RUANGAN BOS" tulis Adhan di group dan dibaca dan dibalas dengan jawab Siap, mereka tampak berfikir kalau ada sudah mengeluarkan kata-kata FYI dengan huruf kapital dan huruf Bold pasti sangat PENTING.
...****************...
Aduh ada apa nih tiba-tiba Ghani tidak seperti biasnya mendadak mood nya berubah apa yang dilakukan Adhan, dan tugas apa yang di kasih Ghani ke Adhan??
Tunggu in terus ya kisah nya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...