LOVE UNTIL JANNAH

LOVE UNTIL JANNAH
Menjemput



Halo kakak semua..


maaf kan ya kalau baru bisa Update, karena kesibukan pekerjaan


happy reading guys


......................


Malam berganti kini terdengar sayup-sayup suara panggilan menghadap sang kholik untuk melaksanakan titah dua rokaat. seorang gadis muda sudah terbangun dan selesai dengan kewajibannya sebagai hamba Tuhan. dan bersiap membuat sarapan, lalu pergi ke dapur kecil kontrakannya dan membuka magic com hanya ada nasi dan telur, dan entah mengapa dia ingin sekali membuat dua porsi nasi goreng.


"Loh kenapa aku jadi banyak gini ya aku buat nasi goreng nya, siapa yang akan menghabiskannya? " Jannah masih bermonolog. "sudah jam enam aku bersih-bersih dulu lah, Semoga nanti nasi goreng nya tidak mubazir" Jannah mengambil handuk dan baju seragam yang akan dia kenakan.


Butuh waktu 15 menit Jannah dengan ritual bersih-bersih nya dan dia hanya memoles wajah nya dengan bedak tabur tipis dan memakai lip balm berwarna nude. setelah selesai saat hendak sarapan terdengar suara ketukan pintu kontrakannya.


tok... tok... tok...


"Ya sebentar" Jannah menuju pintu dan membuka nya


Ceklek


Seorang pria tinggi dan Gagah yang sudah rapih dengan kemeja putih Jas berwarna biru dongker dengan rambut klimis tertata rapih dengan senyum cerah ke arahnya.


"Assalamulaikum calon Istri... " Ghani tersenyum ke arah Jannah dan tampak tak berkedip melihat Jannah yang pagi ini sangat Manis dengan balutan Seragam CP dengan hijab senada dan make up natural nya.


"Manis nya calon Istri AA, sudah rapih?, wah ternyata sedang sarapan? ehm sepertinya kamu sengaja buat sarapan untuk ku, hem? " ucap Ghani


"Walaikumsalam, Eh apa?" Jannah gugup, jantungnya berdebar ditatap Ghani. "Masuk A, iya ntah kenapa aku buat sarapan dua porsi. Maaf A tempatnya kecil" Jannah mempersilahkan Ghani masuk ke ruang tamu yang disulap menjadi meja makan dengan dua porsi Nasi goreng dengan telur dadar.


"Eh tumben pagi-pagi ke tempatku, aku mau kerja ini kenapa AA kesini? " ucap Jannah sambil menyuapi nasi goreng ke mulutnya


"Pletak" Ghani menyentil kening Jannah


"Aws, Kenapa Menyentil kening ku?, Apa salahku? " ucap Jannah sambil memegang kening nya.


"Apa kau lupa kalau semalam aku bilang mau menjemputmu" jawab Ghani, Jannah hanya nyengir memperlihatkan giginya yang putih.


"Sudah habiskan sarapan mu, Apa ini nasi goreng buatan mu?"


"Iya A, enak ya nasi goreng buatan aku" tanya Jannah berharap mendapat jawaban yang membuat mood nya bagus.


"Ga enak, Rasa nya hambar" ucap Ghani Jannah yang mendengar jawaban Ghani hanya menyabikan bibirnya.


"Ga enak tapi abis, pria menyebalkan nyesel aku kasih dia sarapan" umpat Jannah sambil bergumam, Ghani menarik tengkuk Jannah dan


"Cup" Ghani mencium bibir mungil Jannah dan Jannah membulatkan matanya


"Sudah Ku bilang jangan mengumpat ku, ini hukumannya jika kau mengumpat ku" ucap Ghani asal


"Hukuman?, enak saja kau Tuan Ghani Abdul Rahman kau mengambil ciuman pertamaku" sarkas Jannah sambil memukul dada bidang pria tampan itu.


"Sudah ayo kita berangkat nanti kesiangan" Ghani beranjak berdiri, Jannah sudah selesai merapikan bekas sarapan mereka dan berlari menghampiri Ghani.


"Iya, ga sabaran amat sih, aku kunci pintu nya dulu" jawab Jannah.


"Ini, pakai" Ucap Ghani sambil memberi helm, Jannah yang sedang kesusahan memakaikan helm nya, reflek Ghani membantu.


"Kalau ga bisa ngomong, jangan diam saja"


"Ish ga ada lembut-lembutnya amat sih? " jawab Jannah sambil memanyunkan bibirnya


"Sudah jangan manyun, nanti ku cium lagi mau? " Ghani menghidupkan motor nya, Jannah menutup bibirnya dengan telapak tangannya dan menggelengkan kepalanya.


"Pegangan, aku tidak mau kamu jatuh"


"Kalau mau peluk jangan malu-malu, dan jangan mengumpat ku ingat hukuman nya"


"Apa... apa?? enak saja, kau yang ngerem mendadak" Jawab Jannah kesal sambil memukul pundak Ghani.


"Tapi boleh aku peluk AA? " tanya Jannah


"Boleh" jawab Ghani, Jannah merapatkan pelukannya yang membuat dia nyaman tampa sadar dia bersandar di punggung Ghani.


"Kenapa tubuh ini terasa nyaman" ucap Jannah dalam Hati.


Ghani melajukan kendaraannya dengan santai dia tidak mau melewatkan kebersamaan ini dengan cepat. sepanjang Jalan mata tertuju kepada dua sejoli yang sedang mengendarai motor tepat di lampu merah Jalan Veteran Tangerang. tepat di tugu Adipura Jannah melihat anak muridnya sedang berdiri dengan tentengan Kresek Tissue yang sedang dia jual


"Fajar" teriak Jannah sambil melambaikan tangan dan yang dipanggil namanya menengok dan menghampiri


"Kau jangan teriak-teriak, kau liat orang-orang melihat kita? " ucap Ghani


"ups, maaf " jawab Jannah sambil terkekeh, Fajar mendekat dan kaget ternyata yang memanggilnya wali kelasnya


"ii..ibu" Jawab Fajar gugup


"Sedang apa kamu jar? " tanya Jannah


"Kau tidak liat dia sedang jualan? " ucap Ghani pelan


"Diam aku ga berbicara dengan mu" jawab Jannah ketus


"Ju.. jualan tisu bu, ibu mau beli?" jawab Fajar


"Kamu ga sekolah? selidik Jannah


"Sekolah bu, sehabis ini. ibu mau beli?" Jawab Fajar


"Iya om borong Tisu kamu, ini simpan uangnya jangan sampai jatuh" Ucap Ghani sambil memberikan 5 lembar uang berwarna merah gambar proklamator.


"Banyak amat om"


"Sudah, rejeki anak rajin. simpan uangnya langsung berangkat sekolah" ucap Ghani sambil mengelus kepala Fajar


"Makasih om, Bu guru"


"Ya Sudah hati-hati di Jalan, langsung ke sekolah ya Jar, jangan mampir-mampir " ucap Jannah sambil tersenyum dan menerima Kresek dari Fajar, dan Fajar berlari mengambil sepeda dan bergegas ke sekolah.


Lampu merah sudah berubah menjadi hijau dan mereka melanjutkan perjalanan.


"A, kamu tau ga si Fajar itu? " tanya Jannah membuka obrolan


"Ya aku tau, dia murid kamu" jawab Ghani


"Ish, bukan itu. dia anak yatim ibu nya hanya buruh cuci gosok, Aku kasian sama dia. tiap hari harus jualan pagi sebelum berangkat sekolah dan sepulang sekolah dia jualan apa saja dia jual padahal usianya baru 9 tahun" ucap Jannah


"Iya, kalau kamu kasian jika kamu ada rejeki santuni dia, ingat kamu menyantuni nya bukan karena kasian, tapi kamu menyantuni karena iklhas karena Allah, mungkin kalau kamu menyantuni nya karena kasian dia tidak ridho dan iklhas karena dia tidak ingin dikasihani, buktinya dia berjualan dari pada menerima belas kasihan orang" Ghani memberi nasihat


"Makasih ya A, ternyata dibalik sikap menyebalkan AA ternyata AA paham yang beginian" jawab Jannah, Ghani merem motor nya dan Jannah Tersentak kaget


"Kebiasaan rem mendadak terus" ucap Jannah kesal sambil memukul pundak Ghani


"Kau liat kita kena rajia, kita diberhentikan polisi itu" ucap Ghani sambil menunjuk ke arah pak Polisi.


...bersambung...


...****************...