
...Bersama malam aku menemukan cahayaku...
...Setelah lelah aku aku menunggu cahaya mu...
...Ternyata cahaya itu bukan kamu...
...Pijar hangat nan menggetarkan hati...
...Wahai cahayaku teruslah menerangi hatiku yang sempat redup karena lelah menunggu...
...Cahayaku teruslah berpijar dan semakin berpijar dihatiku...
...Tak ku izinkan kau meredup karena ulah kabut yang mengganggu...
...****************...
Waktu terus berputar sementara itu di sebuah kontrakan sederhana Jannah sedang terbaring dalam gelisah,tubuhnya lelah tetapi matanya enggan terpejam
"Ayo mata terpejam lah , kenapa dengan aku ini tidak bisa tidur?, Ya Allah kenapa pria itu selalu saja mengganggu tidak siang tadi sampai dengan aku ingin istirahat saja masih saja mengganggu, pria menyebalkan. Enyah lah kau dalam pikiranku" "Wajahnya kenapa begitu tampan, Ish kenapa aku jadi mikir pria menyebalkan itu" Gumam Jannah sambil membolak-balikan tubuhnya di kasur kecilnya saking lelahnya bermonolog karena tak bisa memejamkan mata dia meraih Smart Phone nya lalu membuka sosial medianya yang ia buka adalah aplikasi ikon tangga nada berwarna hitam made in China, Beranda pertama yang muncul adalah pria yang menyebalkan menurutnya sedang berjoget tak jelas yang diambil secara candid dengan gelak tawa renyah perempuan yang ternyata si perekam.
"Ya Allah ya Tuhanku kenapa selalu ada dia, kenapa mesti dia yang pertama muncul di FYP ku, dan ini kenapa semua beranda isinya dia semua " Jannah terus berselancar di aplikasi itu hingga menemukan sebuah akun centang biru dengan jumlah pengikut 4,9M dengan menampilkan sebuah vidio jedag jedug dengan caption CEO ini sudah ada pawangnya, yang di akhir vidio menampilkan foto Jannah yang diambil candid saat acara tadi siang di Head Office ArRahman dengan jumlah viwer 26,8M dengan like 1265 dan 1954 komentar.
"Wow padahal vidionya baru satu jam lalu diupload, netizen sudah ramai begini " ujar Jannah yang tampak tersenyum tiba-tiba wajahnya tampak panas dan memerah dengan berbaring Jannah menggerak-gerakkan kaki dan berguling-guling di kasur busa nya bak seperti gadis ABG sedang jatuh cinta,
"ini yang komentar kenapa perempuan semua. ini followers apa asrama wanita sih?, apa coba ini minta SPIL nama akun pawangnya tampaknya mereka itu sedang patah hati nasional" ujarnya lagi , lalu Jannah tampak berfikir untuk membalas komentar netizen tapi dia membalas bukan di kolom komentar akun tersebut tetapi dia balas di sound yang dipakai akun tersebut yang sedang tranding, dan Jannah tampak sibuk mengEdit fotonya dan foto Ghani yang dia dapat dari Google.
"OK baiklah, Netizen bersiaplah " Jannah mengupload vidio balasan dengan senyum-senyum sendiri, tak lama akhirnya matanya terpejam dan membawa Jannah kealam mimpi.
Sementara di tempat lain disebuah kamar mewah dengan bercat nuansa maskulin seorang pria tampan sedang senyum-senyum sendiri sambil melihat SmartPhonenya.
"Kerja yang bagus,tidak percuma kalian jadi sahabat-sahabatku" gumamnya
~ Flashback ON~
Di Sebuah Room Group Chat dengan nama "LAMBE LAKNAT"
📲Ghani : Cek sound.
📲Adhan : Hadir
📲Amri : SIAP 86
📲Zainal : Molor dah malem
📲Ghani : Botak jangan molor dulu mau gw buang lo ke SAHARA @zainalbotak
📲Zainal : HOAM..... pasti bikin ribet
📲Adhan,Amri is typing......
📲Roni : Bocah kecil kemana? @jayabocil??
📲Zainal : Paling juga modusin AM baru...
📲Adhan : Hmmm......
📲Ghani : hahahahaha, Sijutek ngapa dah? dari tadi typing terus tiba-tiba langsung Hmm... lo udah ngerjain yang gw suruh blom kampret @adhancowokjutek?
📲Amri : Hahahahah, mamam lo , ini Bos lagi gw OTW tinggal tunggu aja serentak nanti FYP seIndonesia tentang lo semua, tapi jangan marah ya....!!
📲Adhan : Kan yang ditanya gw Set***N,kenapa jadi lo sih yang jawab.
📲Amri : Hahahaha, kan gw lagi disamping lo ngapa lo bales dodol. *Adhan dan Amri sedang toyor - toyoran di markas mereka*
📲Roni : lo berdua dimana hey? nongkrong ga ngajak? @jayabocil jangan nyimak mulu.
Jaya sedang dalam perjalanan menuju markas dengan membalas voice note
📲Ghani : Gw dirumah aja nunggu kerjaan lo pada 📲Amri : Done bos , FYP semua tentang lo
📲Ghani : GOOD ,eh sebentar kenapa yang viwernya yang gede vidionya si RIRIN??
📲Amri Adhan : HAHAHAHAHAHA
~Flashback OFF~
taukan kenapa FYP aplikasi itu semua tentang Ghani kerena Amri yang seorang programmer dan hacker kepercayaan keluarga ArRahman. Ghani yang sedang berbunga-bunga hatinya senyum-senyum sedang membayangkan bagaimana wajah seorang pujaan hatinya yang pasti tampak kesal yang menurutnya sangat menggemaskan karena lucu dan imut,tiba - tiba sebuah notif muncul lalu Ghani membuka Notif tersebut dan bertambah senyumnya sama dengan halnya jannah bak sebagai ABG sedang jatuh cinta.
"Kamu cahayaku, Pijar ku teruslah bersinar terangi hatiku" teriak Ghani dalam kamarnya dan tampak terdengar dari luar karena kamar Ghani yang tidak tertutup rapat dua orang wanita tampak kepo dengan pemilik kamar yang berbicara sendiri ditambah gadis muda tersebut tampak kesal saat membuka Aplikasi yang sama dengan Jannah. dengan membuka kamar Ghani dengan cara kasar dan mencak-mencak sang kakak
"Hey Alay, kenapa lo semua sih A yang ada di FYP Eneng, Ish ALAY BANGET cara lo PDKT" Ujar Nuffus adik Ghani
"Hey bisa ga sih kalo masuk kamar abangnya sopan!!"
"BODO, balikin FYP Eneng ga??"Nufus tak Terima memukul Ghani dengan guling milik Ghani
"Aduh..aduh.., Stop sakit " Keluh Ghani
"Sukurin makanya balikin ga FYP kesemula, Neng tau nih ulah Aa sama temen-temen aa, Norak!! " Ucap Nufus lagi tak Terima
"Sepertinya Sulit,Nikmatin ajalah dalam waktu sebulan FYP kamu yang baru itu, HAHAHAHAHA"
"ISH NYEBELIN, UMIIIIIIII.......miiiiiiiiii" Nuffus berteriak memanggi ibunya dan sang ibu datang dengan wajah teduhnya menghampiri kedua kakak beradik itu, dan ditambah kakak si Gadis dan adik Ghani ikut berlari menghampiri nya juga setelah mendengar teriakan adik kesayangannya memanggil sang ibu.
"Kenapa hey teriak-teriak begitu hem? ujar Umi
"Ada apa sih teriak-teriak ga jelas, ada apa sih A si Bolay teriak- teriak gitu lo apain ,hmm" tanya Akbar merasa heran
"Ga tau, ga diapa-apain juga" jawab Ghani santai
"Bolay tidur lo , udah malem besok kesiangan gw tinggal ya" Akbar keluar kamar Ghani dengan menyentil Jidat Nuffus.
"Awwss, ini kenapa sih lo A gembul ikut-ikutan si Alay yang nyebelin, umiii Kenapa neng jadi anak bontot sih mi dan punya Abang menyebalkan semua" rengek Nuffus ke ibunya dan umi menghampiri Nuffus dan membelai rambut nya.
"Neng ga boleh ngomong gitu, AA Neng itu kan semua sayang sama Neng kalo mereka nyebelin gitu itu salah satu cara AA yang sangat sayang sama Neng" ujar Umi dan langsung menghampiri Ghani yang sedang tiduran diranjangnya dan dan secara otomatis Ghani menjadikan paha ibunya sebagai bantalan kepalanya dan umi otomatis mengelus rambut Ghani.
"ISH Manja, ga inget umur udah TUA juga masih aja manja sama Umi" kesal Nuffus melangkah keluar kamar Ghani
"Biarin week, bolehnya syirik" jawab Ghani , umi geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anaknya yang sudah dewasa tapi masih bersikap seperti anak-anak.
"Kamu ini udah tua kenapa masih aja gangguin Adik kamu terus sih?,terus kenapa ini senyum-senyum sendiri lagi bahagia sepertinya hmm" Ucap Umi
"Abisnya lucu sih Mi, hehehe"
"Ini mah bukan lucu karena menjahili adik kamu, tapi ini ada sesuatu yang lain tampaknya anak umi yang satu ini sedang jatuh cinta?" Tanya Umi sambil membelai anak rambut anak Bujang nya
Ghani bangun dari belaian sang ibu lalu menatap ibunya dan tersenyum dan berujar
"Umi tau aja, aku lagi bahagia banget, kelihatan banget ya? "
"Jadi benar kamu jatuh cinta lagi?,siapa gadis itu apa umi mengenalnya?,kalau umi belom mengenalnya kapan kamu mau ngenalin ke umi?"
"Nanti mi setelah memastikannya lagi"ucap Ghani bersemangat
"Jangan lama-lama loh keburu si Akbar adik kamu yang nikah duluan, kamu ini sudah dewasa dam mapan sampai kapan begini terus" ujar umi sendu melihat percintaan anaknya yang tak semulus karir dan kesuksesannya
"Udahlah mi kalau si Akbar emang udah ada jodohnya biar dia dulu yang menikah, aku ikhlas kalau dilangkahi kasian juga gadisnya terlalu lama berpacaran.kalau aku udah dapat langsung aku ajak nikah" ujar Ghani mantap.
"Ya sudah, kamu istikharah mohon petunjuk kamu udah sholat isya belom? dan jangan lupa tidur nanti besok subuh kesiangan lagi" umi melangkah keluar meninggalkan kamar Ghani.
...****************...
...Bersambung...