
Maafkan ya baru bisa update...
Happy Reading guys
...****************...
"Emang AA sengaja kan, biar bisa lama-lama denganku? selidik Jannah melihat gelagat Ghani yang licik. Jannah paham Kalo sebenarnya Ghani punya berbagai Cara agar bisa selalu bersama dengannya. Ghani hanya cengengesan karena ketahuan. Ghani memarkirkan motor Egi sambil memanaskan motor. dan berdiri di depan Jannah
"Benarkan?, Emang ya AA tuh menyebalkan " ucap Jannah, dengan menekuk bibirnya.
"Bibirnya biasa aja dong, jadi gemes kan" ucap Ghani sambil mencubit gemas pipi Jannah.
"Tuh kan Aa kebiasaan, Ga enak ya kalau ga iseng?, suka banget pukpuk kepala aku kalau ga kamu cubit pipiku?. Kalau aku baper gimana?" cerocos Jannah membuat Ghani terkekeh.
"Kalo kamu baper aku tanggung jawab" Jawab Ghani membuat Jannah membulatkan manik matanya
"Tanggung jawab, Maksud nya??" tanya Jannah polos
"Bukankah aku sering mengajakmu menikah, Aku rasa itu bentuk rasa tanggung jawabku" ucap Ghani. Jannah terpaku mendengar jawaban Ghani
"Hei kau malah bengong, sudah sana masuk" ucap Ghani sambil melambaikan tangan tepat di depan wajah gadis cantik itu,
"Aku pulang ya"
cup
Ghani mencium kening Jannah.
"Dan kamu langsung tidur, Aku ga mau besok kamu kesiangan" ucap Ghani,
"Iya A" jawab Jannah datar yang masih shock, Jantungnya berdegup keras
Lalu Ghani meninggalkan Jannah yang terpaku setelah menerima kecupan di keningnya ,
"Dia Mencium keningku, Apa dia serius akan ucapannya?" Gumam Jannah sambil masuk ke dalam kamar kontrakannya,
.......
Sementara itu Mobil yang Honda Jazz yang dikemudikan Dimas Sudah sampai dikediaman Dinas orang tua Putri.
tin
tin
tin
suara klakson mobil tepat di depan pintu gerbang,
"Non, kita udah sampai" Ucap Dimas membangunkan Putri, tetapi Putri tak bergeming dia masih tertidur pulas.
Dimas keluar dari mobil untuk meminta izin penjaga membuka pintu gerbang.
"Malam pak, saya Dimas mohon izin bukakan pintu gerbangnya"
"Malam A, maaf ada perlu apa ya? " tanya penjaga
"Saya mau antar Non Putri" jawab Dimas sambil menunjuk Ke arah mobil nya agar penjaga itu melihat yang didalam mobil itu anak Gubernur, lalu penjaga menengok sedikit ke arah dalam mobil.
"Bilang Atuh A kalo mau neng Putri di dalam" ucap penjaga
"Kan tadi saya udah bilang, Ya Sudah sekalian bapak kasih tau pak Gub kalau anak nya pulang" ucap Dimas,
lalu penjaga berpakaian seragam dinas Pol PP membuka gerbang dan langsung ke dalam memberitahukan pak Gubernur. Lalu pria Paruh baya yang masih tampak gagah dan berwibawa dan diikuti penjaga yang tadi keluar menuju teras pendopo. Dimas menghampiri pria Paruh baya itu.
"Assalamualaikum, Malam Pak saya Dimas, maaf malam-malam ganggu bapak, saya mau antar Putri pulang" ucap Dimas sambil mencium punggung tangan pria Paruh baya tersebut.
"Walaikumsalam, Kamu Dimas Ajudannya si Firman kan? ucap pak Wahid " Terus dimana Putri nya? " tanya nya lagi
"Aduh kebiasaan anak ini, ya sudah kau bawa masuk" ucap Pak Wahid.
"Bawa masuk? maksud nya apa aku harus menggendong nya?" gumam Dimas pelan masih berdiam diri bingung, Pak Wahid yang melihat Dimas diam saja tampak geleng-geleng kepala, sebenarnya pak Wahid tahu jika Dimas ini yang sering diceritakan oleh putrinya.
"Kenapa kau diam?, apa mesti si ujang ini yang gendong Putri? " ucap Pak Wahid sambil menunjuk Pak Ujang yang disebelahnya
"Tidak usah pak biar saya saja" ucap Dimas, lalu berlari menuju mobil menggendong Putri ala-ala bridal. Putri yang terhentak bangun dan kaget saat Dimas menggendong lalu dia pura-pura tidur sampai Dimas menurunkan di atas ranjang. setelah menurunkannya Dimas mengecup kening Putri.
Cup
"Aku tahu kamu pura-pura tidur, agar aku bisa menggendong mu, terima kasih untuk malam ini. Selamat malam mimpi indah" ucap Dimas pelan ditelinga Putri sambil tersenyum, lalu Dimas keluar dari kamar Putri dan menghampiri pak Wahid. Pak Wahid melihat Perlakuan Dimas ke anak nya tampak tersenyum di depan pintu kamar anak nya yang terbuka lebar
"Astaga bodoh nya kau Putri ketahuan kan, dan Kak Dimas mencium keningku" ucap Putri dalam hati sambil meruntuki diri nya pura-pura tertidur.
"Maaf pak saya lancang sudah menggendong anak bapak" ucap Dimas merasa bersalah sambil berjalan
"Tidak apa-apa Nak, kan tadi saya yang menyuruhmu" jawab pak Wahid. "Bagaimana kabar Bos mu, Sehatkah?" tanya pak Wahid.
"Alhamdulillah pak wali sehat, begitupun keluarganya" jawab Dimas
"syukurlah, oh ya Kamu mau minum kopi, teh atau susu? " tanya pak Wahid sambil membawa Dimas ke ruang tamu.
"Aduh jadi merepotkan bapak, oh ya pak apa ibu sudah tidur?, saya jadi mengganggu" ucap Dimas
"Tidak merepotkan, santai saja. ibu mu seperti nya belum tidur, tadi sih sedang sholat isya" jawab pak Wahid. "Sebentar nak bapak panggilkan ibu mu dulu" ucap pak Wahid berlalu memanggil istrinya. tidak lama sepasang suami istri paruh baya tersebut menghampiri Dimas.
"Malam bu, Maaf malam-malam ganggu" ucap Dimas merasa tidak enak, lalu mencium punggung tangan wanita paruh baya yang masih cantik di usianya yang tidak my dad lagi.
"Malam nak, kamu tampan dan Gagah sekali, apa kamu sudah punya pacar, atau sudah menikah.Umurmu berapa? " ucap bu Nurul sambil memberondong pertanyaan ke Dimas yang membuat Dimas kikuk.
"Belum kedua-duanya bu, saya 27 tahun" ucap Dimas tampak canggung.
"Masa kamu yang Gagah dan tampan itu belum punya pacar , Pas loh umurmu itu untuk menikah, tunggu apa lagi? " ucap bu Nurul lagi
"Belum ada yang cocok bu" jawab Dimas
"Ibu ini, kenapa bertanya seperti itu. kasian loh nak Dimas sampai tertekan gitu" Ucap Pak Wahid ke istrinya sambil menggoda Dimas yang tampak canggung.
"IH Bapak biarin aja sih, orang Nak Dimas nya juga ga apa-apa" Desis bu Nurul. "Nak, kalau kamu belom ada Calon sama anak ibu saja ya? mau ya?. ibu udah ga sabar punya mantu, terus punya cucu deh. Biar bisa ibu pamerin ke Ibu-ibu PKK kalau ibu itu punya mantu yang ganteng" ucap bu Nurul, terus nyerocos tampa henti. Bak buah jatuh tidak jauh dari pohonnya persis seperti Putri yang barbar. Dimas hanya membalas dengan senyum. Pak Wahid hanya bisa geleng-geleng kepala nya melihat tingkah laku istrinya. Dan mereka terus mengobrol.
Malam pun semakin larut, Dimas pamit pulang
"Maaf pak sudah larut, saya mohon pamit" ucap Dimas sambil mencium punggung tangan pak Wahid, lalu mencium punggung tangan bu Nurul.
"Iya nak, hati-hati dijalan jangan ngebut. sampai kan salam ke BOS mu" ucap pak Wahid sambil mengelus punggung Dimas saat berjalan ke arah teras.
"Iya nak Dimas hati-hati dijalan, inget ya ucapan ibu, mau kan jadi mantu ibu" ucap bu Nurul, pak Wahid lagi-lagi hanya bisa geleng-geleng kan kepalanya.
"Insya Allah Bu, itu pun kalau Non Putri nya mau sama saya" jawab Dimas dibarengi dengan senyum
"Ibu jamin pasti mau dia" ucap bu Nurul dengan sumringah.
"Ya sudah saya pamit, Assalamualaikum bapak ibu"
"Walaikumsalam " jawab kedua-duanya
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..
like, komen, dan jadikan Favorit...