
tring tring tring...
bunyi notifikasi mulai dari pesan WA, IG, dan TikTok. yang pertama dia buka aplikasi TikTok
"Wah ini gimana ya Nad, Kok followers aku jadi 3,7M padahal kemarin cuman 896,676 bisa naik tinggi banget" ini DM banyak banget lagi
"Nad, nanti jam istirahat kita bahas lagi kita masuk dulu yuk" lalu mereka masuk ke ruang guru Dan bersiap-siap untuk mengajar.
"Assalamualaikum, Pagi semua... " Jannah menyapa rekan sesama guru dengan ramah
"walaikumsalam" jawab mereka kompak
"cieee, yang lagi Viral seneng banget kayanya sampai berbunga-bunga gitu wajah nya? " ujar bu hajah Rahmah melihat Jannah yang hari ini terlihat sangat cantik
"Ih, bu Hajah ini setiap hari juga seperti ini kali bu"
"Lah bener kok, hari ini tampak berbeda bener ga Re Put? " ujar nya lagi sambil bertanya ke Rere dan Putri
"Bener bu hari ini cantik banget loh, aura Nyonya muda bersinar loh" Ujar Nadia
"What Nyonya Muda??, jadi cowok kemarin Calon suami kamu itu beneran CEO ArRahman bu Jannah? " ujar Putri kaget, hanya dibalas oleh Jannah dengan senyuman
"Ish tadi kan gw sudah bilang sama lo, masih aja nanya gimana sih ga nyambung" ujar Rere kesal sama Putri Sedari tadi pagi bercerita ternyata Putri tidak menyimak
"Hehehe maaf Re aku sepertinya butuh Aqua nih kayanya" ujar nya sambil garuk tengkuk yang tidak gatal karena malu tidak nyambung saat Rere bercerita.
"Oh ya semua nya sudah pada sarapan belom?" Seru Jannah ke mereka
"Belum" jawab mereka kompak
"Nih aku bawa sarapan banyak, kebetulan aku belum sarapan kita sarapan bareng-bareng yuk" mereka sarapan bersama menu sarapan yang Jannah buat kali ini nasi goreng karena nasi kemarin di magic com masih banyak di tambah sisa Lauk dari acara di kantor ArRahman yang dia bungkus, sengaja dia bungkus memang rencananya hari ini buat dihangati lagi buat sarapan.
"Enak banget, sumpah sering-sering bawa yang banyak ya bu biar kita bisa nebeng" ujar Putri
"Itu sih mau nya lo" " iya mau nya kamu itu mah emang anak perawan males" ujar Rere Dan bu Leli sambil makan sarapannya, Putri hanya cengar-cengir
Tampak disudut ruangan dua orang guru senior sedang menatap sinis ke arah mereka sambil berbisik.
"Dih gayanya, liat deh sok cantik banget beruntung aja dia kemaren yang gantiin Si Reni kalau aja si Reni yang ikut juga dia tidak seperti ini" ujar bu Robiah kepada Tini guru senior Satu lagi
"Iya Lagian si Reni kenapa nyuruh dia sih buat gantiin, padahal masih banyak kan yang lain" ujar Tini
"Biar si Jannah ga sakit hati kali, pas kemaren anak nya lamaran dan secara kan si Jannah ngejar-ngejar anak nya si Reni" Ujar Robiah lagi memanasi Tini
"Bisa jadi sih, Si Reni aja ga sudi tuh jadiin dia mantu makanya anak nya langsung dijodohin"
"Eh bu Tini lo tau ga?, Si Jannah kan kemaren maksa orang tua murid buat minta diberi kado dan uang tuh pas hari guru kemarin"
"Oh ya?, ih ga abis pikir sama dia cantik-cantik punya jiwa premanisme, bisa kita adukan nih bapak Kepsek biar dia dipecat" Tini tersenyum licik
"Soal mengadukan ke bapak mah lo ga usah khawatir kita main bersih, kemarin gw komporin aja tuh orang tua murid supaya ngadu ke bapak. jadi dimata bapak kita ini bersih"
"Pinter juga lo, gw sampai ga kepikiran kesitu"
mereka terus ngegosip sampai tidak sadar bapak Kepsek menghampiri mereka.
"Ekhm... ibu-ibu tidak mengajar? mau sampai kapan bergosip? coba liat anak-anak murid ibu ada dimana?" Bapak Kepsek menyadarkan mereka dari gosip seru pagi ini
"Eh bapak, pagi pak" ujar mereka kompak lalu melihat seisi ruangan yang sudah kosong, mereka segara keluar ruangan menuju kelas Masing-masing, sebelum meninggalkan ruangan bapak Kepsek memanggil salah Satu diantara mereka
"Bu Robiah, sehabis Jam ngajar ke ruangan saya"
Robiah tampak bingung kenapa dia dipanggil bapak,
"Baik pak" jawab nya
"Kenapa aku di panggil bapak ya, apa jangan-jangan mamahnya si Remon ngomong ke bapak kalau aku yang nyuruh dia lapor ke Bapak, duh bahaya" batinnya
teeeet... teeeeet... teeettt ( anggap saja suara bel jam istrihat )
jam istirahat Nadia menghampiri kelas Jannah, dan meraka akan melanjutkan obrolan yang tadi pagi sempat tertunda, Jannah tampak sibuk merapikan barang dagangan nya yang akan dia titip kan di Warkop nya Egi
"Nah, Kita Ngobrolnya di Warkop depan yuk" Ajak Nadia
"Yuk, kebetulan sekalian aku mau naruh barang dagangan ku"
Di Warkop
sepanjang perjalanan menuju Warkop Jannah dan Nadia kompak selalu tersenyum saat disapa oleh yang mengenalnya, karena Jannah sedang Viral jadi yang menyapa nya lebih banyak dibandingkan hari sebelum-sebelumnya, bahkan Ada yang meminta foto baik itu abang-abang Driver Ojol , orang tua murid bahkan Ada warga yang ber lalu lalang sempat mampir ke Warkop Egi hanya untuk berfoto Dan berjumpa Jannah si Guru cantik yang sedang viral.
"Sudah dulu ya ibu-ibu kakak-kakak semua, ibu guru cantiknya mau makan dulu. Kalau ibu-ibu dan kakak-kakak mau makan silahkan mampir ke dalam" Ujar Egi menghentikan para kerumunan dan berpromosi
"Yuk mampir kakak, ini warkop yang sering dipakai ibu guru cantik loh kalau buat konten jadi warkop ini juga viral" ujar Egi berpromosi
"beneran nih mas?, kalau dilihat dari video akun ibu guru cantik sih bener ini lokasinya"
"Ayo masuk" ujar salah satu dari mereka mengajak
"Iya bener banget kakak, didalam banyak spot bagus dan Instagramable banget deh" ujar Egi lagi
"Ini mah bukan Warkop tapi lebih ke Caffe jatuhnya" ujar salah satu mereka setelah masuk dan lihat-lihat.
"Pagi bu guru Cantik" Sapa Egi tampak senyum-senyum tidak jelas
"Pagi A Egi, Kenapa senyum-senyum gitu mikirin yang tidak-tidak pasti ini?" Selidik Jannah, Egi hanya senyum-senyum tidak jelas.
"ini biasa titip dagangan ya? jumlah nya sama seperti kemarin" Ujar Jannah ke Egi
"Eh itu bu guru sekarang Viral ga nyangka euy, mau pesan apa nih? buat ibu guru mah saya kasih gratis" ujar nya lagi, hanya dibalas senyuman oleh Jannah
"Cuman Jannah doang yang gratis?, gw ga? " ucap Nadia tak Terima. walau dari kalangan berada sifat Nadia sama dengan perempuan lainnya jika ada gratisan kenapa ga.
"Iya dong, karena bu guru sedang viral kemari jadi warkop saya ramai" ujar Egi ke Nadia
"Itu namanya Pansos , enak aja kalau cuman Jannah doang gw juga mau" ketus Nadia kesal lihat gaya Egi yang petikilan
"Tenang bu Nad, karena ibu juga sahabat bu guru Cantik jadi ibu juga saya kasih gratis kalau perlu dibungkus buat teman-teman yang lain, tapi ada syaratnya" ujar Egi lagi
"Ngasih gratis tapi ada syarat namanya ga ikhlas itu Gi" tambah kesal Nadia
"Hari gini mana ada gratisan,bukan kah begitu bu guru cantik? tanya Egi ke Jannah sengaja meledek Nadia, karena bagi Egi bu Nadia itu bawel dan cerewet bikin pusing
"Ya sudah apa syaratnya?" ketus Nadia
"syaratnya gampang kok bu, ibu guru cantik tinggal colab sama akun Tiktok warkop kita"
"Ih bener-bener lo ya, aji mumpung banget sih bocah" ujar Nadia, sementara Egi hanya tertawa
"Sudah...sudah iya nanti kita colab, tapi benerkan gratis dan take way buat teman-teman aku?" ujar Jannah menengahi perdebatan Egi dengan Nadia
"Asiiik tambah rame dong warkop saya kalau begitu, makasih ya bu guru cantik " ujar Egi sambil memeletkan lidah ke ara Nadia dan berlalu meninggalkan Jannah dan Nadia untuk membuatkan pesanan mereka, dan Nadia tambah kesal lihat gaya Egi
"Lo mah kebiasaan baik sama semua orang,bocah tengik kaya gitu aja lo kasih endorsment murah"
"Sudah biarkan saja, nah hitung-hitung endorsment pertama kita" ujar Jannah, dan Jannah bener melakukan Colabs dengan akun warkopnya Egi dan Egi tampak tersenyum puas.
"Hei Nah kamu masih jualan nanti mah ga usah jualan lagi sepertinya" Nadia terkekeh menggoda Jannah
"Ish kamu ini, kalau aku ga jualan bagaimana bisa dapat tambahan uang, sekarang kan kita udah tidak boleh nerima les tambahan di sekolah"
"Kalau disekolah sih emang tidak boleh nah, Kalau di rumah sih masih boleh"
"Kalau di rumah mah udah pasti, tapi aku ga mungut biaya ke mereka, kalo anak-anak mau belajar di kontrakan aku monggo silahkan. banyak juga loh anak-anak murid kamu yang belajar di kontrakan aku, sekali-kali kamu bantuin dong "
"Tenang-tenang nanti gw bantu, di kontrakan lo Ada meja atau papan tulis gitu Nah? "
Tampa sepengetahuan Jannah dan Nadia Egi tampak menguping pembicaraan mereka dan melapor ke Ghani.
"Jadi bagaimana Nah?" tanya Nadia
"Apanya? " jawabnya membuat Nadia kesal malah bertanya balik, Nadia sampai mencubit lengan Jannah karena kesal
"Aw sakit kamu ini kenapa sih? "
"Lo yang kenapa hem, tadi katanya mau ngomongin masalah video viral" kesal Nadia yang ditanggapi kekehan Jannah
"Ini banyak banget DM Aku nanyain open endorsement tidak, Aku harus bagaimana ya Nad?, aku tidak mengerti masalah seperti ini"
"Ya sudah buka aja, lumayan loh hasilnya.dan sama aku juga, lebih baik kita tanya si Selebgram aja" ujar nadia
"Bener juga kita sampai melupakan dia, padahal kan Putri itu kan Selebgram ya"
mereka berdua tertawa karena merasa melupakan Putri sahabat mereka, dan Egi diam-diam terus menguping dan memfoto Jannah,
...Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...HEY GUYS PASTI KALIAN BINGUNG DEH DENGAN NAMA TEMANNYA JANNAH YANG NAMANYA PUTRI, TENANG PUTRI YANG GURU INI BUKAN PUTRI AMANDA ANAK GUBERNUR YANG SEORANG SELEBGRAM, DAN AKU SEDANG MENYIAPKAN NOVEL KHUSUS UNTUK PUTRI YANG INI LOH, PENASARAN KAN ? TUNGGUIN TERUS YA NOVEL PERTAMA AKU INI SAMPAI KELAR...
...****************...